Empat remaja mengalami luka akibat ledakan petasan yang rencananya akan diterbangkan menggunakan balon udara di Desa Paweden, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Salah satu korban bahkan terluka di bola matanya hingga harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
Ps Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo mengatakan peristiwa itu terjadi Jumat Pagi (20/2) sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Baru Pematang Sawah RT 06 RW 02, Desa Paweden.
"Para korban sebelumnya membuat petasan pada Kamis (19/2) malam. Keesokan paginya, petasan tersebut hendak ditautkan pada balon udara sebelum diterbangkan. Namun, sebelum balon mengudara, petasan lebih dulu meledak dan mengenai para korban," kata Purno kepada detikJateng, Minggu (22/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada empat korban remaja dengan rentang usia 12 tahun hingga 15 tahun. Hingga saat ini ada satu yang mendapatkan perawatan intensif di RSI Pekajangan.
"Empat anak, usia 15 tahun ada dua, kemudian usia 14 tahun dan usia 12 tahun," ungkap Purno.
"Kami sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi. Salah satu korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSI Pekajangan," imbuhnya.
2 Korban Cedera Serius
Dua dari empat korban ledakan petasan usai kejadian langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Pekajangan. Korban pertama, MAA (12), warga Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mengalami luka robek dan cedera pada tangan kanan. Setelah mendapat penanganan luka, pasien menjalani rawat inap untuk observasi dan perawatan intensif oleh dokter spesialis ortopedi.
Korban kedua, MKF (14), warga Banyurip Ageng, mengalami cedera serius akibat trauma ledakan dengan luka robek signifikan pada mata kiri.
Manajer Pelayanan Medis RSI Pekajangan, dr Maria Ulfa, menjelaskan pihaknya menerima dua pasien anak korban ledakan petasan pada Jumat pagi (20/2), masing-masing tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 06.50 WIB dan 08.00 WIB.
"(Satu pasien) Karena luka robek pada bola mata sebelah kiri, pasien memerlukan penanganan spesialis mata lanjutan. Saat ini pasien sedang dalam proses transfer ke rumah sakit rujukan tipe A," kata dr Maria Ulfa.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi sempat menjenguk korban di RSI Pekajangan sebagai bentuk keprihatinan. Dia mengimbau pada masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama selama bulan Ramadan, serta melarang pembuatan maupun penggunaan petasan dan aktivitas berbahaya lainnya.
"Sebagai langkah penindakan, Polres Pekalongan Kota juga sebelum kejadian ini, telah mengamankan seorang pria berinisial C alias H, warga Ulujami, Pemalang, pada Selasa (17/2/2026) dengan barang bukti tiga kilogram bahan peledak petasan dan enam lembar kertas sumbu," ungkapnya
Selain itu, operasi penyakit masyarakat (pekat) oleh jajaran polsek berhasil menyita puluhan petasan berbagai ukuran serta ratusan botol minuman keras.
Polres Pekalongan Kota menegaskan komitmennya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan. Warga diminta melaporkan potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110 atau Bhabinkamtibmas setempat.
(alg/alg)
