Polisi mengamankan penjual buah yang mengamuk dan melukai tiga penghuni rumah di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Saat ini polisi tengah mendalami motif bakul buah berinisial S (41).
"Kejadian kemarin malam. Ditangani Polsek, pelakunya sudah di Polsek, sudah diamankan langsung setelah kejadian. Motif masih didalami," kata Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky saat dihubungi detikJateng, Rabu (18/2/2026).
Hengky menjelaskan, peristiwa itu terjadi Selasa (17/2) malam sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Gaharu Raya No.38, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modus operandinya membacok korban menggunakan senjata tajam berupa parang atau golok," jelasnya.
Ia menjelaskan, polisi mendapatkan laporan dari salah satu korban sekaligus saksi pembacokan. Mulanya, S disebut datang ke kontrakan korban sekitar pukul 20.30 WIB.
"Sesampainya di depan rumah kontrakan, pelaku menggedor gedor pagar rumah dengan menggunakan parang," jelasnya.
"Kemudian sambil marah-marah pelaku langsung masuk ke ruang tamu dan mengayun-ayunkan parangnya dan sambil marah marah pelaku membacok korban 1, E (26)," ungkapnya.
Korban I (25) dan F (43), kata Hengky, datang bermaksud untuk melerai. Nahasnya, kedua orang tersebut pun terkena bacokan S.
"Kemudian pelaku keluar rumah dan pergi," kata Hengky.
Akibat insiden tersebut, korban E terkena bacokan di lengan kiri, korban I terkena bacokan di lengan kiri, dan korban F terkena bacokan di telapak tangan kirinya.
"1 buah parang atau golok berukuran 45 sentimeter diamankan sebagai barang bukti," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi pembacokan terjadi di sebuah rumah di Jalan Gaharu Raya, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Tiga orang mengalami luka akibat aksi tersebut.
Pemilik rumah yang selamat dari aksi tersebut, Tri Wulandari (46), mengatakan pelaku sempat mengguncang pagar sebelum masuk dan melakukan penyerangan.
"Penjaga dari toko buah itu jalan ke rumah saya, bawa parang atau golok, goyang-goyangkan pagar, lalu dia masuk bacok-bacok langsung kena tiga orang," saat Tri saat dikonfirmasi, Rabu (18/2).
Menurutnya, saat kejadian terdapat tujuh orang di dalam rumah. Pelaku bahkan sempat mengancam seluruh penghuni.
"Saya juga diancam, hampir kena. Saya langsung tarik selamatkan anak saya. Saya sempat pingsan di teras, sampai anak saya bangunin," katanya.
