Kalender Hijriah Hari Ini 18 Februari 2026 dan Bacaan Niat Puasa Ramadan

Kalender Hijriah Hari Ini 18 Februari 2026 dan Bacaan Niat Puasa Ramadan

Nur Umar Akashi - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 08:41 WIB
Niat puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa. (Foto: freepik/Freepik)
Solo -

Dasar hitungan kalender Masehi dan Hijriah yang berlainan menyebabkan munculnya tanggal berbeda. Kalender Masehi memakai pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah berpatokan dengan posisi Bulan.

Bagi umat Islam, keberadaan kalender Hijriah adalah bagian hidup yang tak terpisahkan. Berbekal kalender inilah, pelbagai amal dikerjakan, seperti puasa Ayyamul Bidh, puasa Ramadan, puasa Arafah, dan sholat Idul Fitri.

Karenanya, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Rabu, 18 Februari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalender Hijriah Hari Ini 18 Februari 2026

Kalender Hijriah 18 Februari 2026 Menurut Pemerintah

Pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026 menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Pasalnya, hilal tidak memenuhi kriteria dari MABIMS.

ADVERTISEMENT

"Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh hari Kamis, 19 Februari 2026," ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Bimas Islam TV.

Alhasil, 18 Februari 2026 dikonversi pemerintah menjadi 30 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 18 Februari 2026 Menurut NU

Dilihat dari Instagram Lembaga Falakiyah NU, @falakiyahnu, NU menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ketetapan itu tercantum dalam Surat Nomor 39/PB.01/A.I.01.47/99/02/2026 tentang Ikhbar/Pemberitahuan Hasil Rukyatul Hilal bil Fi'li Awal Ramadhan 1447 H.

"Berdasarkan laporan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, tidak terdapat lokasi yang berhasil melihat hilal dikarenakan hilal masih di bawah ufuk. Dengan demikian umur bulan Sya'ban 1447 H adalah 30 hari," bunyi keterangan di surat itu.

Dengan demikian, NU mengonversi 18 Februari 2026 menjadi 30 Syaban 1447 H.

Kalender Hijriah 18 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah

Dilihat dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yakni 1 hari 1 tanggal di seluruh bagian Bumi.

Sederhananya, bila suatu wilayah sudah memenuhi ketinggian hilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat, maka bulan baru dianggap sudah dimulai. Dalam konteks Ramadan 1447 H, wilayah Alaska di Amerika sudah memenuhinya pada Selasa, 17 Februari 2026. Alhasil, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan demikian, Muhammadiyah mengonversi 18 Februari 2026 menjadi 1 Ramadan 1447 H.

Hukum Niat Puasa Ramadan dan Waktunya

Tanpa niat, puasa Ramadan tidak teranggap. Kegiatan menahan lapar dan dahaga yang berlangsung kurang lebih 13 jam tak dianggap sebagai ibadah.

Diambil dari buku Arba'in Nawawi: Kumpulan 40 Hadits Utama Imam An-Nawawi Dengan Maknanya tulisan Arif Masduki, dasarnya adalah hadits:

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات, وإنما لكل امرئ ما نوى, فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله . ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها وامرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه "

Artinya: "Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhu, ia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya." (HR Bukhari no 1 dan Muslim no 1907)

Adapun waktunya, niat puasa Ramadan mesti sudah ada di hati sebelum fajar tiba. Apabila sampai terlewat, puasa Ramadan tidak sah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يُجْمِعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa yang tidak meniatkan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR Abu Dawud no 2454, an-Naa'i 4/196, at-Tirmidzi no 730, Ibnu Majah no 1700, dan Ahmad 44/53)

Bacaan Niat Puasa Ramadan

Diambil dari laman NU Online, begini bacaan niat puasa Ramadan sebagaimana tertera di kitab Asna al-Mathalib:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةَ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis-sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Hukum Membaca Niat Puasa Ramadan

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah niat puasa Ramadan perlu dibaca?

Diambil dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah tulisan Hari Ahadi, Imam an-Nawawi berkata:

لَا يَصِحُ الصَّوْمُ إِلَّا بِالنِّيَّةِ، وَمَحَلُّهَا الْقَلْبُ، وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلَا خِلَافٍ

Artinya: "Tidak sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Tempat niat di dalam hati, tidak dipersyaratkan untuk dilafalkan, tanpa ada khilaf (perselisihan) dalam masalah ini." (Raudhah ath-Thalibin, II/350)

Dari penjelasan Imam an-Nawawi di atas, jelas bahwasanya niat puasa tidak wajib dilafalkan. Hal ini semakin diperkuat keterangan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Ia menyebut Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tidak pernah membaca niat sebelum beribadah, termasuk saat puasa Ramadan:

فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَقُولُ قَبْلَ التَّكْبِيرِ شَيْئًا وَلَمْ يَكُنْ يَتَلَفَظُ بِالنِّيَّةِ لَا ! ا في الطَّهَارَةِ وَلَا فِي الصَّلَاةِ وَلَا : في الصيام وَلَا فِي الْحَجَ. وَلَا غَيْرِهَا مِنْ الْعِبَادَاتِ وَلَا خُلَفَاؤُهُ وَلَا أَمَرَ أَحَدًا ) أن يَتَلَفَظَ بِالنِّيَّةِ.. وَلَوْ كَانَ ذَلِكَ مُسْتَحَبًّا لَفَعَلَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَعَلِمَهُ الْمُسْلِمُونَ.

Artinya: "Nabi Muhammad, beliau sebelum bertakbiratul ihram tidak membaca apapun, beliau juga tidak melafalkan niat baik sebelum bersuci, sebelum sholat, sebelum berpuasa, sebelum berhaji, maupun ibadah-ibadah lain. Para Khulafaur Rasyidin juga demikian. Nabi Muhammad pun tidak pernah memerintahkan pada seorang pun untuk melafalkan niat... Seandainya melafalkan niat adalah hal yang dianjurkan maka tentunya sudah dilakukan oleh Nabi dan pasti itu diketahui oleh umat Islam." (Majmu' al-Fatawa XXII halaman 221-222)

Di sisi lain, memang ada ulama yang menganjurkan umat Islam untuk membaca niat puasa sebelum mulai berpuasa. Yang pasti, tidak membacanya bukan masalah. Sebab, niat letaknya di hati, tidak wajib untuk melafalkannya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Demikian kalender Hijriah hari ini 18 Februari 2026 dan bacaan niat puasa Ramadan. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya, detikers!



(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads