- 10 Dalil Puasa Ramadan Beserta Keutamaannya 1. Kewajiban Puasa Ramadan Surat Al-Baqarah Ayat 183 2. Bulan Ramadan Diturunkannya Al-Quran 3. Puasa sebagai Salah Satu Rukun Islam 4. Sholat Malam yang Diampuni Dosanya 5. Doa-doa yang Dikabulkan 6. Masuk Pintu Ar-Rayyan 7. Didoakan oleh Para Malaikat 8. Meraih Kebahagiaan 9. Bulan Ramadan Setan dan Jin Dibelenggu 10. Adanya Malam Lailatul Qadar yang Penuh Keutamaan
- Bacaan Niat Puasa Ramadan
- FAQ Tentang Dalil Puasa Ramadan Mengapa Ramadan disebut bulan istimewa dalam Al-Quran? Apa itu pintu Ar-Rayyan yang dikaitkan dengan puasa? Benarkah di bulan Ramadan setan dibelenggu?
Puasa di bulan Ramadan wajib hukumnya bagi setiap muslim, kecuali mereka yang tengah dalam kondisi udzur yang menyebabkan seseorang diperbolehkan untuk tidak mengerjakannya. Bahkan terdapat dalil dalam Al-Quran dan hadits yang menerangkan tentang kewajiban sekaligus keutamaan puasa Ramadan. Apa sajakah itu?
Hukum puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap muslim. Seperti halnya disebutkan dalam buku 'Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa' tulisan Ustadz Ali Amrin al-Qurawy, kewajiban berpuasa Ramadan melekat pada setiap muslim yang sudah baligh, mampu berpuasa, berakal, dan sedang tidak bepergian jauh (musafir).
Kewajiban berpuasa diperuntukkan bagi kaum muslim laki-laki perempuan, kecuali tidak ada penghalang seperti halnya haid, nifas, sakit yang dikhawatirkan semakin parah, wanita hamil maupun menyusui. Biasanya hari pertama puasa di bulan Ramadan akan dimulai saat hilal sudah tampak yang menunjukkan telah masuk di tanggal 1 Ramadan setiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat dalam waktu dekat bulan suci Ramadan akan segera tiba, maka hendaknya setiap muslim mempelajari dalil yang menerangkan tentang kewajiban sampai keutamaan puasa Ramadan. Untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasannya berikut ini.
Poin Utamanya:
- Kewajiban puasa ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 serta diperkuat hadis tentang rukun Islam. Ramadhan juga menjadi bulan turunnya Al-Quran (Al-Baqarah: 185), menegaskan kedudukannya sebagai bulan suci yang penuh petunjuk dan keberkahan.
- Keutamaan bulan Ramadan berupa pengampunan dosa melalui puasa dan shoat malam, doa yang mustajab, pintu surga Ar-Rayyan bagi orang yang berpuasa, doa malaikat, dua kebahagiaan bagi yang berpuasa, serta dibelenggu setan dan dibukanya pintu surga selama Ramadhan.
- Niat puasa merupakan rukun yang wajib dilakukan. Bisa dibaca sejak malam hari hingga sebelum fajar sebagai tanda kesungguhan menjalankan ibadah.
10 Dalil Puasa Ramadan Beserta Keutamaannya
1. Kewajiban Puasa Ramadan Surat Al-Baqarah Ayat 183
Salah satu dalil terpopuler tentang puasa Ramadan berasal dari Surat Al-Baqarah ayat 183. Dinukil dari buku 'Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian' karya Dr Muh Hambali, MAg, kewajiban puasa di bulan Ramadan bagi setiap muslim tertuang dalam ayat 183 Surat Al-Baqarah. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
Yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba 'alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba 'alalladzîna ming qablikum la'allakum tattaqûn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
2. Bulan Ramadan Diturunkannya Al-Quran
Di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah juga turut diterangkan bahwa bulan Ramadan sebagai waktu diturunkannya Al-Quran yang selama ini menjadi petunjuk hidup bagi setiap muslim. Menukil dari buku 'Traveling in Ramadhan' tulisan Ummu Aisyah, Allah SWT berfirman di dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au 'alâ safarin fa 'iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullâha 'alâ mâ hadâkum wa la'allakum tasykurûn.
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
3. Puasa sebagai Salah Satu Rukun Islam
Sebagaimana diketahui rukun Islam ada lima. Salah satunya adalah puasa. Hal ini ternyata juga telah diterangkan dalam riwayat hadits. Diringkas dari buku yang sama, berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar yang menuturkan sabda Rasulullah SAW:
"Islam dibangun atas lima (rukun): bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan haji ke Baitullah." (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Sholat Malam yang Diampuni Dosanya
Sholat Tarawih juga menjadi satu-satunya amalan yang hanya bisa dikerjakan di bulan Ramadan. Ibadah sunnah yang satu ini tidak bisa diamalkan di bulan-bulan lainnya. Maka dari itu, pengerjaannya ternyata memberikan keutamaan tersendiri bagi kaum muslim.
Salah satunya berupa pahala yang akan diberikan bagi siapa saja yang menunaikannya. Masih mengacu dari buku yang sama, diriwayatkan dalam sebuah hadits yang menuturkan sabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa yang berpuasa dan melakukan sholat malam pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Doa-doa yang Dikabulkan
Diringkas buku 'Janji-janji Allah Kepada Perempuan Salihah Membuka Tabir Surga dengan Amalan-Amalan Ibadah Khusus Muslimah' tulisan Muhammad Abdul Had, doa orang yang berpuasa termasuk dalam tiga doa yang tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Diriwayatkan Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Tiga doa yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. Demi kebesaran-Ku, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang." (HR. Ahmad dan Timidzi)
6. Masuk Pintu Ar-Rayyan
Saat menjalankan ibadah puasa dengan penuh ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT, maka kaum muslim yang mengerjakannya berpelung dibukakan pintu Ar-Rayyan. Apa itu pintu Ar-Rayyan? Singkatnya, pintu Ar-Rayyan adalah pintu surga.
Menurut buku 'Rahasia Puasa Sunah' oleh Ahmad Syahirul Alim, kaum muslim yang menjalankan puasa semata-mata sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT akan dipanggil untuk melawati pintu Ar-Rayyan. Sebagaimana diriwayatkan, Rasulullah SAW pernah menyampaikan sabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
"Sesungguhnya pada surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk darinya, dan tidak ada selain mereka yang ikut masuk darinya. (Pintu itu) berkata: 'Di manakah orang-orang yang berpuasa?' Maka mereka masuk padanya, dan apabila telah masuk orang terakhir (dari mereka) pintu itu akan tertutup selama-lamanya dan tidak ada seorang pun yang bisa melewatinya." (HR. Bukhari)
7. Didoakan oleh Para Malaikat
Tak hanya dipanggil untuk melalui pintu surga, Ar-Rayyan, siapa pun muslim yang berpuasa turut didoakan oleh para malaikat. Tidak hanya di bulan Ramadan saja, tapi juga puasa sunnah di bulan-bulan lainnya.
Dijelaskan buku yang sama, dituturkan dalam sebuah riwayat hadits dari Ummu Umarah al-Anshariyyah Radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW bertamu ke rumahnya. Lalu saat hidangkan makanan, beliau mengajak serta untuk makan bersama. Namun, Ummu Umarah mengatakan sedang berpuasa. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الصَّائِمَ تُصَلِّي عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ إِذا أُكِلَ عِنْدَهُ حَتَّى يَفْرُغُوا وَرُبَّمَا قَالَ حَتَّى يَشْبَعُوا
"Sesungguhnya orang yang berpuasa didoakan oleh para malaikat, ketika makanan dimakan (orang lain) di hadapannya hingga selesai atau sampai mereka kenyang." (HR. Tirmidzi)
8. Meraih Kebahagiaan
Bagi umat Islam yang berpuasa di bulan Ramadan, maka akan meraih kebahagiaan. Tidak hanya kebahagiaan saat berbuka, tapi juga bertemu dengan Allah SWT nantinya. Masih menukil dari buku sebelumnya, hal ini telah tercantum dalam sebuah riwayat hadits yang mana berbunyi:
"Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya." (Muttafaqun 'alaihi)
9. Bulan Ramadan Setan dan Jin Dibelenggu
Bagi sebagian kalangan muslim, menyimpan keyakinan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu setan maupun jin dibelenggu di neraka. Anggapan ini ternyata didukung oleh salah satu riwayat hadits yang menuturkan perihal tersebut.
Alvian Iqbal Zahasfan dalam bukunya yang bertajuk 'Ramadan Bersama Rasul: Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadan' menjelaskan di bulan Ramadan pintu neraka akan dikunci yang berisikan setan-setan dan juga jin. Sebaliknya, pintu-pintu surga dibukakan selebar-lebarnya agar kaum muslim memaksimalkan amalan baiknya. Diriwayatkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ "إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرٍ رَمَضَانَ صُفَدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغَلَقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقُ مِنْهَا بَابٌ ، وَيُنَادِى مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا باغيَ الشَّرِ أَقْصِرُ ! وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ".
(رواه الترمذي رقم (684)
"Dari Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda: 'Jika datang malam pertama bulan Ramadan maka setan-setan dan jin-jin jahat diborgol, pintu-pintu neraka dikunci, tiada satu pintu pun yang terbuka. Sebaliknya, pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pintu pun yang tertutup. Sejurus kemudian malaikat penyeru berseru: Wahai yang menginginkan kebaikan, menghadaplah! Wahai yang suka bermaksiat, berhentilah! Allah memerdekakan ahli-ahli neraka, dan itu berlaku setiap malam (bulan Ramadan)'." (HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, No. 684)
10. Adanya Malam Lailatul Qadar yang Penuh Keutamaan
Bulan Ramadan turut diwarnai dengan adanya malam Lailatul Qadar yang disebut juga sebagai malam seribu bulan. Di dalam buku 'Fikih Wanita' karya Ust Muiz al Bantani, malam Lailatul Qadar telah tertuang dalam ayat suci Al-Quran. Tepatnya di dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5. Allah SWT berfirman:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr. Salâmun hiya ḫattâ mathla'il-fajr.
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Sebelum mengamalkan puasa di bulan Ramadan, seorang muslim perlu mengawalinya dengan bacaan niat terlebih dahulu. Niat puasa Ramadan bisa dibaca sejak malam hari sampai sebelum terbitnya fajar di hari berpuasa.
Masih menukil dari buku yang sama, yaitu 'Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa', niat termasuk rukun puasa Ramadan, sehingga wajib untuk diamalkan. Niat bisa dilakukan setiap malam, tapi ada juga jumhur ulama yang menyakini bacaan niat puasa Ramadan bisa diucapkan satu kali saja di malam pertama bulan Ramadan.
Bacaan niat puasa Ramadan bisa dibaca di dalam hati. Adapun lafal niat puasa Ramadan berbunyi:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرٍ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat puasa besok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah SWT."
Itulah tadi kumpulan dalil puasa Ramadan yang bersandar pada ayat-ayat Al-Quran dan juga hadits berisikan keutamaan yang diperoleh bagi kaum muslim. Terdapat juga bacaan niat puasa Ramadan sebagai panduan. Semoga informasi ini membantu.
FAQ Tentang Dalil Puasa Ramadan
Mengapa Ramadan disebut bulan istimewa dalam Al-Quran?
Karena pada bulan Ramadan diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk hidup manusia, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.
Apa itu pintu Ar-Rayyan yang dikaitkan dengan puasa?
Ar-Rayyan adalah pintu surga khusus bagi orang-orang yang berpuasa dan hanya mereka yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT yang dapat memasukinya.
Benarkah di bulan Ramadan setan dibelenggu?
Dalam hadits riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa ketika Ramadan tiba, setan-setan dibelenggu, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup, sehingga menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak amal ibadah.
(par/par)











































