Hasil Sidang Isbat Hari Ini: Awal Puasa 1 Ramadan 2026 Mulai Kapan?

Hasil Sidang Isbat Hari Ini: Awal Puasa 1 Ramadan 2026 Mulai Kapan?

Nur Umar Akashi - detikJateng
Selasa, 17 Feb 2026 16:59 WIB
Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H
Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H. (Foto: Dok. YouTube Kemenag)
Solo -

Sidang isbat penentuan awal Ramadan 2026 dilakukan hari ini. Jadi, awal puasa Ramadan 2026 secara nasional akan tiba kapan?

Berdasarkan keterangan di akun Instagram Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, @bimasislam, sidang isbat dimulai pukul 16.30 WIB sore tadi. Total, ada 3 tahap kegiatan, yakni seminar posisi hilal, sidang isbat secara tertutup, dan konferensi pers hasil sidang isbat.

Hasil sidang isbat adalah acuan masyarakat Indonesia untuk memulai puasa Ramadan 2026. Karenanya, tanggal keluaran sidang isbat ini perlu segera diketahui. Selain untuk dasar puasa, juga dijadikan landasan memulai ibadah sholat Tarawih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari, simak hasil sidang isbat awal Ramadan 2026 hari ini via uraian di bawah ini.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Sidang isbat penentuan awal Ramadan 2026 digelar Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026. Ada 3 tahapan sidang isbat, yakni seminar posisi hilal, sidang isbat, dan konferensi pers hasil sidang isbat.
  • Sidang isbat menetapkan awal 1 Ramadan 2026 diumumkan melalui konferensi pers yang dimulai pada pukul 19.05 WIB.
  • Selain puasa Ramadan, amalan lain untuk mengisi Ramadan meliputi sholat Tarawih, sedekah, i'tikaf, dan zakat fitrah.

Hasil Sidang Isbat Hari Ini

Seperti sudah disinggung sekilas sebelumnya, sidang isbat Ramadan 2026 memiliki 3 agenda penyusun. Pertama, seminar posisi hilal. Tahun ini, narasumber dalam sesi seminar posisi hilal adalah H Cecep Nurwendaya MSi, anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Seminar posisi hilal dapat disaksikan langsung oleh masyarakat melalui saluran-saluran resmi Kementerian Agama. Salah satunya di kanal YouTube Bimas Islam TV.

Agenda kedua adalah sidang isbat. Sidang ini bakal menentukan keputusan awal Ramadan 1447 H. Data posisi hilal hasil hisab (hitungan astronomi), dikombinasikan dengan pengamatan hilal di puluhan titik seantero Indonesia menjadi dasar utamanya.

"Tahun ini, pemantauan dilakukan di 96 titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Hasil rukyatul hilal kemudian dibahas dalam Sidang Isbat untuk menetapkan secara resmi awal Ramadan 1447 H," tulis Bimas Islam di akun Instagramnya.

Berbeda dari sesi pemaparan posisi hilal, sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar digelar tertutup. Sidang ini dihadiri perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, serta lembaga terkait.

Keputusan sidang isbat selanjutnya diumumkan kepada publik melalui konferensi pers dan disiarkan langsung melalui kanal resmi agar dapat diikuti oleh masyarakat luas. Konferensi pers dijadwalkan pukul 19.05 WIB.

Artinya, saat ini, belum ada hasil sidang isbat yang bisa diketahui. Masyarakat dianjurkan memantau akun-akun resmi Kementerian Agama sehingga bisa cepat mengetahui perkembangan terbaru.

Apabila ingin menyaksikan langsung sidang isbat, berikut tautan untuk mengaksesnya:

  • https://www.youtube.com/watch?v=DUonhRBET98&pp=ygULYmltYXMgaXNsYW3SBwkJhwoBhyohjO8%3D (Seminar Posisi Hilal Sidang Isbat Ramadan 2026)
  • https://www.youtube.com/watch?v=yr6VS6nAeNc&pp=ygULYmltYXMgaXNsYW0%3D (Konferensi Pers Hasil Sidang Isbat Ramadan 2026)
  • https://www.detik.com/ (Live Sidang Isbat di detikcom)
  • Live sidang isbat di TikTok detikHikmah @detik_hikmah

Kalender Puasa Ramadan 2026 Berdasar Hasil Sidang Isbat

Jika hasil sidang isbat menetapkan 1 Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, di bawah ini konversi lengkap kalender Masehi ke Hijriah sebagai acuan beribadah umat Islam:

  • Kamis, 19 Februari 2026: 1 Ramadan 1447 H
  • Jumat, 20 Februari 2026: 2 Ramadan 1447 H
  • Sabtu, 21 Februari 2026: 3 Ramadan 1447 H
  • Minggu, 22 Februari 2026: 4 Ramadan 1447 H
  • Senin, 23 Februari 2026: 5 Ramadan 1447 H
  • Selasa, 24 Februari 2026: 6 Ramadan 1447 H
  • Rabu, 25 Februari 2026: 7 Ramadan 1447 H
  • Kamis, 26 Februari 2026: 8 Ramadan 1447 H
  • Jumat, 27 Februari 2026: 9 Ramadan 1447 H
  • Sabtu, 28 Februari 2026: 10 Ramadan 1447 H
  • Minggu, 1 Maret 2026: 11 Ramadan 1447 H
  • Senin, 2 Maret 2026: 12 Ramadan 1447 H
  • Selasa, 3 Maret 2026: 13 Ramadan 1447 H
  • Rabu, 4 Maret 2026: 14 Ramadan 1447 H
  • Kamis, 5 Maret 2026: 15 Ramadan 1447 H
  • Jumat, 6 Maret 2026: 16 Ramadan 1447 H
  • Sabtu, 7 Maret 2026: 17 Ramadan 1447 H
  • Minggu, 8 Maret 2026: 18 Ramadan 1447 H
  • Senin, 9 Maret 2026: 19 Ramadan 1447 H
  • Selasa, 10 Maret 2026: 20 Ramadan 1447 H
  • Rabu, 11 Maret 2026: 21 Ramadan 1447 H
  • Kamis, 12 Maret 2026: 22 Ramadan 1447 H
  • Jumat, 13 Maret 2026: 23 Ramadan 1447 H
  • Sabtu, 14 Maret 2026: 24 Ramadan 1447 H
  • Minggu, 15 Maret 2026: 25 Ramadan 1447 H
  • Senin, 16 Maret 2026: 26 Ramadan 1447 H
  • Selasa, 17 Maret 2026: 27 Ramadan 1447 H
  • Rabu, 18 Maret 2026: 28 Ramadan 1447 H
  • Kamis, 19 Maret 2026: 29 Ramadan 1447 H
  • Jumat, 20 Maret 2026: 30 Ramadan 1447 H

Sebagai catatan, jumlah hari Ramadan dalam kalender di atas masih bersifat prediksi. Akankah berjumlah 29 atau 30 hari, akan ditentukan berdasar sidang isbat penetapan 1 Syawal pada akhir Ramadan mendatang.

Amalan-amalan Ramadan

Bulan puasa telah dimulai. Sesuai namanya, bulan ini identik dengan amalan puasa Ramadan yang wajib dikerjakan. Selain puasa, Ramadan memiliki sederet amalan lain. Berikut daftar dan penjelasan ringkasnya.

1. Sholat Tarawih

Dirujuk dari buku Fikih Ringkas Sholat Tarawih oleh Sofyan Chalid bin Idham Ruray, sholat Tarawih hukumnya sunnah muakkad alias sangat ditekankan. Keutamaan sholat Tarawih adalah mendapat pengampunan dosa.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barang siapa sholat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim)

Sholat Tarawih dikerjakan setelah sholat Isya. Waktunya terbentang hingga terbit fajar. Hendaknya, seorang muslim menutup Tarawih dengan sholat Witir. Terdapat banyak versi jumlah rakaat sholat Tarawih. Adapun Nabi SAW, beliau mengerjakan sebanyak 11 atau 13 rakaat.

2. Sedekah

Sudah semestinya umat Islam bersemangat dalam memberi sedekah selama Ramadan berlangsung. Mengingat, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu melakukan yang demikian. Dan tentulah Nabi SAW sebaik-baik teladan.

Diambil dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:

كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

Artinya: "Adalah Rasulullah SAW manusia yang paling dermawan. Beliau sangat dermawan jika bulan Ramadan." (HR Bukhari no 6 dan Muslim no 2308)

3. I'tikaf

Sofyan Chalid bin Idham Ruray dalam bukunya, Fikih I'tikaf dan Lailatul Qodr, mengutip pendapat mengenai definisi i'tikaf:

"Berdiam diri di masjid umum yang diadakan padanya sholat berjamaah dengan niat beribadah kepada Allah ta'ala di masjid tersebut, yang dilakukan oleh orang tertentu, dengan syarat-syarat tertentu, tata cara tertentu, di waktu tertentu." (Ash-Shiyaamu fil Islam, hal 450-451)

I'tikaf dikerjakan pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Nabi Muhammad SAW dahulu biasa melakukannya sehingga patut dicontoh. Aisyah radhiyallahu anha berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Artinya: "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih melakukan i'tikaf sepeninggal beliau." (HR Bukhari dan Muslim)

4. Zakat Fitrah

Amalan lain yang dikhususkan pada bulan Ramadan adalah zakat fitrah. Dirujuk dari buku Catatan Pengingat Zakat Fitrah tulisan Hari Ahadi, zakat fitrah hukumnya wajib. Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu berkata:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِن رَمَضَانَ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحَرِ، وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri (setelah selesai) dari bulan Ramadan atas budak, orang yang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil ataupun orang dewasa dari kalangan kaum muslimin." (HR Bukhari no 1503 dan Muslim no 984)

Mengenai waktu penyerahan zakat fitrah, Syaikh Muhammad al-Utsaimin berkata:

"Wajib mengeluarkan zakat fitrah sebelum pelaksanaan sholat Id, dan yang terbaik diserahkan pada waktu hari raya sebelum sholat Id. Boleh juga jika dikeluarkan sehari atau dua hari sebelum hari raya."

Nah, itulah informasi mengenai hasil sidang isbat yang dilangsungkan hari ini, Selasa, 17 Februari 2026. Mari kita nantikan jadwal pasti awal puasa Ramadan 2026 secara nasional menurut pemerintah. Semoga bermanfaat!




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads