Doa Awal Ramadan 2026: Arab, Latin, dan Artinya

Doa Awal Ramadan 2026: Arab, Latin, dan Artinya

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 22:08 WIB
Saat memasuki bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa. Simak bacaan doanya berikut ini.
Ilustrasi ramadan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Maheen Mahmood
Solo -

Menjelang datangnya Ramadan 2026, kita dianjurkan membaca doa untuk menyambut bulan suci. Selain sebagai bentuk penyambutan, doa ini menjadi pengingat agar kita memasuki Ramadan dengan kesiapan hati, fisik, dan niat yang lebih kuat.

Beragam riwayat mencatat doa yang dibaca Rasulullah SAW dan para sahabat ketika memasuki Ramadan, mulai dari doa memohon keamanan, keberkahan, hingga perlindungan dari keburukan. Doa-doa ini menjadi amalan sederhana namun sarat makna untuk memulai ibadah dengan lebih tenang dan terarah.

Jika kamu ingin mengetahui bacaan doa awal Ramadan lengkap dalam Arab, latin, dan artinya, simak rangkuman berikut ini, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Ada beberapa doa awal Ramadan dari berbagai riwayat, termasuk doa Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib, serta riwayat Thabarani dan Abu Dawud.
  • Esensi doa awal Ramadan adalah memohon keamanan, keberkahan, kesehatan, serta kesiapan iman untuk memasuki bulan suci.
  • Amalan penyambut Ramadan meliputi tobat, memperbanyak ibadah sunnah, mendalami fikih puasa, dan meningkatkan kedekatan dengan Al-Quran.

ADVERTISEMENT

Doa Awal Ramadan

Dalam Islam, terdapat sejumlah doa yang dapat kita amalkan di awal Ramadan. Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

1. Doa Rasulullah SAW Menyambut Ramadan

Dikutip dari buku Kumpulan 101 Kultum tentang Islam tulisan M Quraish Shihab, doa Rasulullah ketika menyambut datangnya bulan Ramadan adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْأَمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالْعَافِيَةِ الْمُجَلَّلَةِ وَرَفْعِ الْأَسْقَامِ

Allāhumma ahillahu 'alaynā bil-amni wal-amān, was-salāmati wal-islām, wal-'āfiyatil-mujallalah wa raf'il-asqām.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kehadirannya kepada kami membawa rasa aman dan keamanan. Keselamatan dan Keislaman, serta 'afiat/perlindungan yang sempurna dan keterhindaran dari segala penyakit." (HR. At-Tirmidzy)

2. Doa Awal Ramadan Ali bin Abi Thalib

Masih dikutip dari buku yang sama, diriwayatkan pula Ali bin Abi Thalib membaca doa berikut ini ketika menyambut datangnya Ramadan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَفَتْحَهُ وَنُورَهُ، وَنَصْرَهُ وَبَرَكَتَهُ، وَطُهُورَهُ وَرِزْقَهُ، وَأَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيهِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالْبَرَكَةِ وَالتَّقْوَى، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

Allāhumma innī as'aluka khayra hādzā asy-syahri, wa fatḥahu wa nūrah, wa naṣrahu wa barakatah, wa ṭuhūrah wa rizqah. Wa as'aluka khayra mā fīhi wa khayra mā ba'dah, wa a'ūdzu bika min sharri mā fīhi wa sharri mā ba'dah. Allāhumma adkhilhu 'alaynā bil-amni wal-īmān, was-salāmati wal-islām, wal-barakati wat-taqwā, wat-tawfīqi limā tuḥibbu wa tarḍā.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kebaikan bulan ini, keterbukaan dan cahayanya, kemenangan dan keberkahannya, kesucian dan rezekinya. Aku bermohon kebaikan yang dikandungnya dan kebaikan setelah kehadirannya. Aku berlindung dari keburukan yang ada terjadi pada bulan ini dan sesudahnya. Ya Allah, hadirkanlah bulan ini kepada kami dengan membawa rasa aman dan iman, keselamatan dan Islam, keberkatan dan takwa, serta taufik/keberhasilan meraih apa yang Engkau sukai dan ridhai."

3. Doa Awal Ramadan Riwayat Imam At-Thabarani

Berikutnya, dikutip dari NU Online, berikut adalah doa Rasulullah dalam menyambut datangnya bulan Ramadan yang diriwayatkan Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ

Allāhumma sallimnī li Ramadana, wa sallim Ramadana lī, wa sallimhu minnī.

Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadan."

4. Doa Awal Ramadan Riwayat Imam Abu Dawud

Diriwayatkan Imam Abu Dawud, Rasulullah juga membaca doa berikut ini di awal Ramadan.

هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ مرتين، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ ثَلاث مرات، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā'a bi syahri kadzā.

Artinya: "Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini," (HR Abu Dawud).

5. Doa Rasulullah Setelah Melihat Hilal Ramadan

Berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad, setelah Rasulullah SAW melihat hilal membaca doa berikut ini:

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ

Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil 'azhīmi. Allāhumma innī as'aluka khaira hādzas syahri, wa a'ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.

Artinya: "Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang maha agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar."

Amalan untuk Menyambut Datangnya Ramadan

Persiapan yang matang menjadi bukti keseriusan kita dalam memuliakan Ramadan, sehingga kita tidak menjadi golongan orang yang rugi karena menjumpai Ramadan namun tidak mendapatkan ampunan atau peningkatan kualitas ibadah. Dikutip dari teks khutbah Jumat yang dirilis Kemenag Kota Jogja, berikut ini amalan untuk menyambut datangnya Ramadan.

1. Segera Bertobat dan Meninggalkan Maksiat

Persiapan pertama yang paling utama adalah menyambut Ramadan dengan taubat nasuha dan kembali kepada Allah SWT. Dengan memulai Ramadan dalam keadaan bersih dari dosa dan mengakui segala keburukan diri, jiwa akan menjadi suci sehingga siap menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Allah menjanjikan keberuntungan bagi orang-orang beriman yang bersegera bertobat, sebagaimana yang termaktub dalam QS. An-Nur ayat 31.

وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: "Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QS. An-Nur: 31)

2. Menyambut dengan Penuh Kebahagiaan dan Suka Cita

Seorang muslim hendaknya merasa gembira dengan hadirnya bulan Ramadan. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya.

Kata 'Marhaban ya Ramadan' menggambarkan penyambutan dengan lapang dada dan penuh kegembiraan, serta kesiapan jiwa untuk diasah dan diasuh selama bulan suci. Kegembiraan ini didasari atas terbukanya pintu surga, tertutupnya pintu neraka, serta adanya malam yang lebih baik dari seribu bulan.

3. Melatih Diri dengan Amalan Sunnah sejak Dini

Agar terasa ringan saat memasuki Ramadan, kita perlu berlatih membiasakan diri dengan amalan sunnah sejak bulan Rajab dan Syaban. Amalan seperti berzikir, beristighfar, sedekah, serta sholat sunnah (Duha, Tahajud, dan Witir) perlu dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, memperbanyak puasa sunnah di bulan-bulan sebelumnya akan meningkatkan produktivitas dan kesiapan fisik saat menjalankan puasa wajib di bulan Ramadan.

4. Mendalami Ilmu Fikih Puasa

Menyempurnakan ibadah memerlukan pengetahuan yang utuh mengenai ketentuan dan aturan puasa agar ibadah tersebut sah dan sempurna. Setiap muslim wajib mempelajari minimal hal-hal dasar yang membatalkan puasa agar tidak menjadi orang yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga tanpa pahala.

5. Meningkatkan Kemesraan dengan Al-Quran

Ramadan adalah Syahrul Quran atau bulan diturunkannya Al-Quran, sehingga kita perlu mulai membiasakan diri membacanya sejak sekarang. Persiapan menjadi sahabat Al-Quran dilakukan dengan cara rajin membaca, menghafal, serta berusaha memahami kandungannya dalam setiap sendi kehidupan. Hal ini meneladani Rasulullah SAW yang menjadi sangat dermawan dan sangat intens melakukan tadarus bersama malaikat Jibril selama bulan Ramadan.

Memulai Ramadan dengan doa dan persiapan amalan membantu kita menjalani ibadah lebih optimal dan penuh makna. Semoga penjelasan di atas bermanfaat!

FAQ Doa Awal Ramadan

Apa doa awal Ramadan?

Doa awal Ramadan di antaranya adalah doa Rasulullah SAW adalah "Allāhumma ahillahu 'alaynā bil-amni wal-amān, was-salāmati wal-islām, wal-'āfiyatil-mujallalah wa raf'il-asqām" yang berisi permohonan keamanan, keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari penyakit. Ada juga doa-doa lain dari sahabat dan berbagai riwayat.

Apa saja 5 langkah menyambut Ramadan?

Lima langkah yang dianjurkan yaitu bertobat, menyambut dengan gembira, memperbanyak amalan sunnah, mempelajari fikih puasa, serta meningkatkan interaksi dengan Al-Quran.

Apa ucapan yang tepat untuk menyambut Ramadan?

Ucapan yang umum dan tepat adalah 'Marhaban ya Ramadan' yang berarti 'selamat menyambut Ramadan'.




(par/ahr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads