Sungai Rambut di Desa Kedungkelor, Warureja, Kabupaten Tegal, meluap akibat hujan deras di wilayah bagian selatan. Air luapan sungai menggenangi jalur utama Pantura dan membuat arus lalu lintas macet.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kedungkelor, Arif Nurdin mengatakan, banjir terjadi akibat kiriman air dari wilayah selatan. Sungai Rambut yang menjadi batas wilayah Kedungkelor, Tegal dengan Desa Pelawangan, Pemalang meluap.
Air dari sungai ini kemudian menggenangi jalan utama pantura perbatasan Tegal dan Pemalang, tepatnya di Desa Kedungkelor. Banjir mulai menggenani sekitar pukul 05.30 WIB dan terus meningkat hingga siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur Pantura tertutup air sepanjang sekitar 300 meter, mulai dari kawasan Masjid Baitul Ashfiya Kedungkelor hingga mendekati perbatasan Tegal-Pemalang di sekitar Rumah Makan Luwes. Akibat banjir ini antrean kendaraan dari barat ke timur. Kendaraan sempat mengular hingga 2 km.
"Sungai Rambut meluap dan menggenangi jalan pantura perbatasan Pemalang. Rumah rumah juga banyak yang terendam banjir," ucap Arif, Senin (16/2/2026) siang.
Akibat banjir ini, sejumlah pengendara mengaku lebih memilih berhenti dari pada harus menerabas genangan air. Menurutnya jika dipaksakan, air dipastikan menyentuh body bawah pintu.
Terlebih, banyak kendaraan mogok saat menerabas banjir. Sehingga harus didorong secara gotong royong oleh warga dan pengendara lain.
"Air sempat masuk hingga ke bagian bawah pintu kendaraan sehingga berisiko menyebabkan mesin mogok," kata Roni.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Tegal, M Afifudin dihubungi Senin sore mengatakan, genangan di pantura sudah mulai berkurang. Kendaraan pun sudah bisa melintas jalan tersebut.
"Masih tapi sedang proses surut," kata Afifudin.
(afn/afn)











































