Sejumlah ornamen untuk menyambut bulan suci Ramadan mulai terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Uniknya, ornamen-ornamen Ramadan tersebut bersanding harmonis dengan ornamen Tahun Baru Imlek 2026.
Perayaan hari besar Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan tahun ini memang jatuh berdekatan. Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada tanggal 17 Februari 2026, yang kemudian disusul dengan masuknya bulan puasa.
Ketua Panitia Imlek Bersama Solo, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan bahwa konsep "kolaborasi" ini merupakan hasil koordinasi antara Panitia Imlek dengan Dinas Pariwisata Kota Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya adalah memperkuat branding Solo sebagai kota yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan toleransi.
"Ini memang kesepakatan bersama. Ornamen-ornamen lampion tetap terpasang, sementara ornamen Ramadan mulai dipasang sebelum puasa. Beberapa sudah ada di Jalan Jenderal Sudirman, namun ada juga yang masih dalam proses," katanya saat dihubungi awak media, Senin (16/2/2026).
Sumartono menjelaskan, beberapa titik strategis yang saat ini dipenuhi lampion Imlek akan dimodifikasi dengan sentuhan nuansa Ramadan. Bahkan, gapura yang ada di jembatan kawasan Pasar Gede pun akan berbagi tempat.
"Nanti sebagian ornamen Imlek dilepas separuh, diganti dengan nuansa Ramadan. Gapura nantinya juga dibuat setengah-setengah," ungkapnya.
"Termasuk di depan Balai Kota, akan ada masjid dengan nuansa Cheng Ho, dan di kawasan Gladak masjidnya bernuansa Lao Ce," sambungnya.
Pemilihan desain masjid dengan gaya arsitektur Tionghoa tersebut sengaja dilakukan agar senada dengan ornamen Imlek yang masih terpasang hingga awal Maret mendatang.
Lampion Imlek sendiri dijadwalkan tetap terpasang hingga 3 Maret 2026. Mengingat awal puasa Ramadan jatuh dalam waktu dekat, kedua ornamen beda budaya ini akan menghiasi langit Solo secara bersamaan selama kurang lebih tiga pekan.
"Jadi nanti akan berdampingan sekitar 20 hari atau hampir tiga pekan. Kami ingin menunjukkan bahwa di Solo ini perbedaan justru menjadi daya tarik positif," terang Sumartono.
Ide awal penggabungan ini muncul setelah panitia melihat kalender di mana jadwal puasa berdekatan dengan momen Imlek. Setelah berdiskusi dengan Dinas Pariwisata dan mendapatkan restu dari Wali Kota Solo, konsep tersebut langsung dieksekusi oleh tim desain.
"Saat ini, pengerjaan ornamen Ramadan mulai dicicil di beberapa titik seperti Jalan Jenderal Sudirman dan area depan Plaza Balai Kota. Targetnya, seluruh pemasangan ornamen Ramadan sudah rampung sebelum hari pertama puasa dimulai," pungkasnya.
(afn/apu)
