Talud jembatan menuju Perumahan Desa Metaraman Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati sepekan ini ambrol tak kunjung diperbaiki. Warga pun khawatir talud ini akan menyebabkan jembatan akses satu-satunya ikut ambrol.
Pantauan detikJateng di lokasi siang tadi, talud sepanjang 30 meter dengan ketinggian 10 meter ambrol. Akibatnya jalan menuju perumahan Metaraman Jaya pun terkikis talud yang longsor.
Kondisi tersebut dikhawatirkan warga karena sudah seminggu ini belum ada perbaikan. Warga khawatir jika talud ini akan membawa jembatan ikut ambrol. Akibatnya ada puluhan kartu keluarga yang terisolir akibat jembatan putus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Metaram Kecamatan Margorejo, Hardi, mengaku kondisi talud tersebut sudah beberapa minggu ini rusak. Awalnya hanya bagian bawah talud yang tergerus air. Namun karena curah hujan tinggi pekan lalu menyebabkan talud tersebut ambrol.
"Awalnya itu rata terus pada saat hujan deras terjadi longsor bawah dulu, akhirnya talud itu gantung, kemudian jarak sekitar 1 minggu kembali ada air deras talud itu turun dan longsor," jelas Hardi ditemui di lokasi, Senin (16/2/2026).
Hardi mengaku khawatir jika kerusakan talud jembatan ini semakin parah. Sebab dampaknya bisa mengancam puluhan kartu keluarga yang tinggal di perumahan tersebut.
"Kalau dibiarkan lama-lama jembatan ini akan putus akan ganggu puluhan rumah warga yang tidak bisa beraktivitas," jelas dia.
Oleh karena itu, ia berharap kepada pemerintah agar memperhatikan kondisi talud tersebut. Warga berharap agar talud itu segera diperbaiki.
"Harapannya segera diperbaiki kalau ditunggu lama tambah parah otomatis biaya juga tambah baru," ujarnya.
Ketua RT 1 RW 1 Desa Metaraman, Narwi, mengaku sudah melaporkan kejadian talud ambrol ini kepada pemerintah desa dan Dinas terkait. Menurutnya mereka menunggu musik kemarau baru akan memperbaiki talud itu.
"Sudah lapor ke dinas tanggapannya tunggu musim kemarau pas nggak hujan, kalau nggak diperbaiki lah ini malah tambah parah seperti ini," jelas Narwi ditemui di lokasi.
Narwi berharap agar talud itu segera diperbaiki. Karena ada sebanyak 78 kartu keluarga yang tinggal di sana. Apabila talud itu rusak semakin parah mengancam aktivitas warga setempat menjadi terisolir.
"Itu ada 78 KK, kalau rusak sampai jembatan ambrol bisa-bisa kami terisoler, ini akses satu-satunya," jelasnya.
"Harapannya akan segera diperbaiki biar tidak tambah parah khawatir," ungkap dia.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Kabupaten Pati, Ahmad Qosim mengatakan sudah mendapatkan laporan. Pihaknya berencana akan memperbaiki talud yang ambrol tersebut.
"Sudah dibahas dan akan diperbaiki metode sharing pakai dana pengembang dan pihak desa. Nunggu waktu selagi tidak hujan lebat," kata dia saat dihubungi.
(afn/apu)











































