Banjir Terjang Perumahan Dinar Indah Semarang, Capai 2 Meter

Banjir Terjang Perumahan Dinar Indah Semarang, Capai 2 Meter

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 16 Feb 2026 09:37 WIB
Banjir melanda Perumahan Dinar Indah di Tembalang, Kota Semarang.
Suasana terkini perumahan Dinar Indah, Kelurahan Mateseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang yang dilanda banjir, Senin (16/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Banjir melanda Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Mateseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Air bah itu diakibatkan tanggul sementara yang jebol sehingga air Kali Babon meluap.

Pantauan detikJateng di lokasi, tampak akses masuk ke perumahan sudah tertutup lumpur yang cukup tebal. Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah berada di lokasi untuk membersihkan lumpur di jalan.

Sementara itu, para warga sudah mengungsi di Masjid Ar Rahman. Mereka tampak tengah menyantap makanan, beberapa di antaranya juga tampak sibuk membersihkan rumah dari lumpur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga setempat, Pardi (53), mengatakan banjir semalam terjadi akibat hujan yang terus turun dari sekitar pukul 22.30 WIB dan adanya air kiriman dari wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, mengakibatkan tanggul sementara jebol.

ADVERTISEMENT

"Saya ke sini dari jam 11.30 WIB, tapi ini masih jaga-jaga di bawah karena kondisi sekarang masih lumpur dan tanggulnya masih jebol. Tanggulnya yang dari tanah itu jebol kira-kira ada 4 meter," kata Pardi kepada detikJateng di lokasi, Senin (16/2/2026).

Ia mengatakan, sekitar pukul 21.00 WIB, warga sudah berjaga dan memantau CCTV. Lantas sekitar pukul 00.00 WIB, warga pun mulai panik dan mengungsi di masjid setempat.

"Sekitar jam 00.00 WIB mulai hujan deras, warga panik, langsung mengungsi semua. Kejadian air tanggul jebol itu sangat cepat, ketinggian banjir dan ketinggian sungai sama, sampai sampai 2 meter," jelasnya.

"Saya nggak sempat bawa apa-apa, cuma bawa motor. Kalau di rumah masih ada lumpur-lumpur, mau mbersihin nggak ada air. Saya nggak punya PAM jadi nggak ada air," lanjutnya.

Ia menyebut, tanggul sementara ini baru pertama kali jebol. Sebelumnya, tanggul Kali Babon juga jebol di titik yang lain.

"Semalam juga ada 4 keluarga terjebak, akhirnya tetap di lantai dua dan di belakang rumah, baru ke pengungsian tadi pagi," ujarnya.

Ia menyebut, warga pun masih menunggu bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu membersihkan lumpur tebal di rumah.

"Kemungkinan pembersihan agak lama karena PLN nggak mau ambil risiko, ini juga listriknya kan mati," jelasnya.

Ketua RW 26, Sigit, berujar banjir di Dinar Indah sudah terjadi sejak 2016. Paling parah, banjir terjadi 2023 dan kali ini menjadi banjir terparah kedua. karena ketinggian air mencapai 2 meter.

"Tadi malam tanggul jebol karena curah hujannya tinggi, nggak mampu untuk menahan itu. Kemudian hujan reda itu jam 04.00 WIB, ini tadi surut jam 05.00 WIB sudah surut. Sekarang kondisinya tinggal pembersihan lumpur," jelasnya.

"Untuk yang terdampak ada 31 KK. 27 KK di RT 6, 4 KK di RT 8. Kurang lebih ada 100-an jiwa. Semuanya itu langsung diungsikan ke masjid. Sudah ada tanda alarm dan sebagainya, walaupun tengah malam warga bergerak cepat. Cuma karena datangnya air cepat, jadi membawa seadanya," tuturnya.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads