Tim SAR gabungan telah menemukan satu motor Scoopy milik siswi SMPN 3 Boja, NE, yang hanyut di Sungai Karangmalang karena terseret arus banjir. Motor itu ditemukan di sungai tinggal kerangkanya saja.
Hal tersebut disampaikan Kasi Operasi Basarnas Kota Semarang, Moel Wahyono. Ia mengatakan, motor milik korban NE ditemukan pagi tadi, di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen.
"Betul (motor ditemukan), tadi ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di sungai Dusun Gilisari, sekitar 4 kilometer dari lokasi terjatuhnya," kata Moel saat dihubungi detikJateng, Minggu (15/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru sampai posko motornya. Ditemukan oleh tim pencari, di aliran sungai. Kan tadi ada tim yang nyisir dari bawah, ditemukan tinggal rangkanya, bodinya saja," lanjutnya.
Ia mengatakan, motor tersebut ditemukan tepat pada hari keenam pencarian korban NE. Moel menyebut, pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari.
"Sekarang pas pencarian hari keenam. Mudah-mudahan ketemu hari ini," jelasnya.
Ia menjelaskan, saat ini kondisi cuaca masih tak menentu dan arus sungai masih cukup deras, sehingga menjadi kendala dalam pencarian korban NE.
"Posisi memang arus kencang, terus banyak bebatuan. Dan tidak memungkinkan lewat samping karena banyak tebing-tebing. Terus banyak pohon bambu," jelasnya.
Tim SAR gabungan bahkan sudah mencari menggunakan drone. Akan tetapi, pencarian korban NE masih belum membuahkan hasil.
"Kemarin sudah kita upayakan pakai drone tapi terkendala dengan pepohonan. Arus juga kencang sampai saat ini," tuturnya.
Ia menyebut, belum bisa memastikan apakah pencarian akan diperpanjang atau tidak. Nantinya, Tim SAR Gabungan akan mengevaluasi proses pencarian korban.
"Sementara kita belum bisa memutuskan, harapannya segera lah, tanpa harus diperpanjang sudah ketemu. Nanti evaluasi, besok akan gimana. Ini warga juga dikerahkan dari kelurahan tempat korban," jelasnya.
"Keluarga dengan semangat dan empati mencari keberadaannya korban. Pencariannya di sepanjang sungai Karangmalang sampai Waduk Jatibarang, kurang lebih 10 km. Kalau malam ada sih pemantauan dari warga, tapi nggak kita izinkan untuk turun, karena riskan," lanjutnya.
