Pasangan suami istri (pasutri) di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan bertengkar hingga sang suami memutuskan untuk membelah rumahnya menjadi dua. Berikut fakta-fakta dari perseteruan tersebut.
Kejadian tersebut berujung viral di media sosial yang salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infogrobogan.id. Tampak seorang lelaki yang mengenakan kaos hitam menggergaji meja kayu panjang menjadi dua bagian.
Penonton video tersebut mencapai lebih dari 346 ribu pengguna dan telah dibagikan ribuan kali. Tampak rumah tersebut terbelah menjadi dua pada akhir video.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebuah video yang memperlihatkan proses pembagian harta gono-gini pasangan suami istri di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, viral di media sosial," tulis cuplikan takarir video tersebut dilihat detikJateng, Sabtu (14/2/2026).
Kedua Pihak Sempat Dipertemukan
Kepala Dusun Sambong, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Bambang Irawan, mengungkap peristiwa tersebut terjadi kemarin di RT 4 RW 5 wilayahnya.
"Kejadiannya Jumat (13/2) kemarin," kata Bambang melalui sambungan telepon kepada detikJateng, Sabtu (14/2).
Permasalahan tersebut bermula saat sang istri bersama ibunya mengadu kepada Bambang. Mereka mengadu soal adanya permasalahan rumah tangga.
"Istrinya sama ibunya datang ke saya, katanya punya masalah," ujar Bambang.
Bambang pun mengajak keduanya untuk bertemu di kantor desa pada hari yang berbeda. Bambang merencanakan kedua pihak untuk dipertemukan di rumahnya.
"Jumat minggu lalu, pagi itu saya ajak ketemu di (kantor) desa sama Pak Carik. Malamnya itu saya temukan di rumah saya, (yang hadir) kedua belah pihak, orang tua pun juga hadir, Pak Carik juga," ujar Bambang.
Dalam pertemuan tersebut, Bambang mengatakan, sang istri mengaku suaminya bersikap kasar. Dia mengatakan, sang suami hendak membikin surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
"Waktu itu baru membahas tentang keluarga. Lakinya itu kan katanya kasar, tapi yang lakinya itu mau ada surat pernyataan yang intinya itu tidak akan mau ngulangin lagi," tutur Bambang.
"Kasar itu bukan main kekerasan tangan, bukan. Cuma karakter saja, omongane nek orang Jawa bilang sengak, rodok keras (kasar) gitu (omongannya)," tambahnya.
Menurut Bambang, keinginan suami tersebut ditolak sang istri sehingga pertemuan tersebut berlangsung alot.
"Ya laki-laki mau, tapi ditolak sama istri. Pihak istri, ndak mau yang istrinya. Alot sekali itu untuk pembahasan waktu itu," beber Bambang.
Pertemuan tersebut pun tidak berujung hingga akhir malam. Bambang pun meminta kedua pihak untuk pulang sembari berharap masalah ini dapat dipikirkan dengan cermat.
"Terus saya suruh pulang dulu. 'Mbah' saya bilang sama ibunya. 'Mbah, ini sudah malam, kalau mau pulang monggo lah silakan pulang. Masalah ini tolong dipikir dengan cermat dibahas sama keluarga. Tidak harus besok pagi. Ya, intine enake pripun'," kata Bambang menirukan ucapannya waktu itu.
Aksi suami di Grobogan membelah rumahnya sendiri jadi 2, Jumat (13/2/2026). Foto: dok. TikTok/TikTok @batangupdate |
Pihak Istri Ingin Pisah dengan Suami
Tiga hari kemudian, sang istri mengutarakan keinginannya kepada Bambang untuk berpisah dengan suaminya. Sang istri pun meminta Bambang untuk menyampaikan hal tersebut kepada sang suami.
"Tiga hari itu, ceweknya itu sudah sudah bilang sama saya. Saya suruh sambung lidah sama si suami, tiga hari itu ternyata ceweknya nggak bisa akur lagi. Intinya mau pisah," kata Bambang.
Keesokan harinya, Bambang ditemui sang suami. Sang suami mengungkapkan keinginannya membawa rumah yang ditinggali mereka berdua ke daerah asalnya.
Bambang menyebut sang suami berasal dari Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Sementara sang istri, merupakan warga asli Desa Mlowokarangtalun.
Bambang pun menasihati sang suami saat mengetahui niatan tersebut. Dia pun meminta agar harta gana gini tidak dipikirkan sang suami lantaran belum bercerai.
"Saya sarankan, 'Mas, mbok jangan membahas masalah gono gini. Jenengan kan masih suami istri to, Mas'. Kan sakbenere kan yo gini iki ditentukan kan yo nek wis selesai cerai bener-bener cerai, alias pengadilan," tutur Bambang.
Alasan Rumah Dibelah 2
Sang suami pun diajak Bambang untuk mendatangi rumah orang tua istri di Mlowokarangtalun. Di rumah tersebut berlangsung diskusi tentang pembagian rumah yang mereka tinggali.
"Terus itu saya rasa enggak ada titik temu lagi, karena itu ide-idenya itu konyol sekali. Kenapa konyol? Itu masa rumah mau dibelah dua, kan konyol itu namanya. 'Njenengan konyol mas, ide jenengan. Jenengan berarti ora entuk barang, malah rugi entuke njenengan viral'. 'Lah ben viral', 'waduh', aku ngono," ujar Bambang sambil menirukan percakapan waktu itu.
"Sing cowoknya (sempat bilang) gini, gak iso nek paro loro kan gitu. Heeh. Kamu kan cewek, cewek kan biyen nggendong, nek aku cowok kan berarti mikul. Terus sempat nawani itu biar dinilai uang, lalu nanti baru dibagi, saya gitu. Lah, cowoknya bilang gini, 'nggak bisa nek dijual pak,' Tetep saya bilang dijual, kan dia minta separo kan gitu," lanjutnya.
Bambang pun memutuskan untuk lepas tangan dari perkara rumah tangga tersebut lantaran merasa tidak ada titik temu. Dia pun berpesan agar tidak ada kekerasan dalam persoalan ini.
"Terus saya waktu itu sudah langsung pamitan. Intinya pamitan dalam arti sudah nggak bisa bantu lagi. Saya sudah tiga kali mempertemukan nggak ada hasilnya. Sekarang dirembuk dulu yang baik-baik jangan ada pertengkaran jangan ada kekerasan," ucap Bambang.
Rumah Benar-benar Dibelah
Peristiwa pembelahan rumah itu terjadi pada Jumat (13/2) pagi hingga sore hari. Peristiwa tersebut diketahui Bambang saat bertani dari teman dan tetangga pasutri
"Kejadiannya Jumat pagi sampai sekitar jam 16.00 WIB. Saya dikirimi foto bahwa rumahnya sudah dibuka, gentengnya itu sudah dibuka," tutur Bambang.
Untuk membelah rumah tersebut, Bambang menuturkan, sang suami menyuruh orang. Isi rumahnya pun turut dibelah menggunakan gergaji mesin.
"Bukan yang punya rumah itu yang membelah. Mungkin ya tukang tukang gergaji mungkin suruhan dari si suami. Suami waktu itu juga nungguin di situ," kata Bambang.
Para tukang membelah rumah limasan dan beberapa furnitur di dalamnya menjadi dua. Hasil dari belahan rumah itu, Bambang menyebut, dibawa sang suami ke rumah orang tuanya.
"Yang dibelah itu rumahnya sama kepakan (atau) dinding depan itu. meja tebal panjang, keramik yang model paving itu juga. Meja itu kan ada pelengkapnya bangku dua, itu tidak dibelah tapi dibagi satu-satu," jelas Bambang.
"(Hasil yang dibelah) yang punya suaminya, dibawa pulang ke rumah orang tuanya," imbuhnya.
Polisi Sempat Datangi Rumah Dibelah 2
Bambang menyebut, polisi sempat mendatangi rumah yang dibelah dua itu. Dia menerangkan, polisi pun sempat membina sang suami agar menghentikan perbuatan tersebut.
"Sempat dibina sama dari pihak polsek juga ikut membina itu. Tolong yang masih selamat diselamatkan, jangan dirusak lagi," ungkap Bambang.
Menurut Bambang, rumah yang dibelah dua itu dibangun oleh sang istri dan suami. Adapun tanah lokasi berdirinya rumah tersebut merupakan milik orang tua sang istri.
"(Membangun rumahnya dari uang) Hasil merantau. Jadi berdua sama-sama pernah merantau di Papua. Kalau sertifikat (tanah) yang ditinggali rumah itu (milik) orang tua si ceweknya. Itu yang beli cuma rumahnya saja itu. Kalau tanahnya masih ngikut sama orang tua si ceweknya," ungkap Bambang.
Menurut Bambang, hingga saat ini belum ada pengajuan cerai di antara pasutri tersebut. Dalam pernikahannya, mereka juga sudah dikaruniai dua anak.
"Masih suami istri ini, belum ada pengajuan (cerai), belum. Anaknya sudah dua, cowok cewek," terang Bambang.
Kadus Bantah Isu Selingkuh di Balik Rumah Dibelah 2
Di akun TikTok @batangupdate yang berujung viral, diterangkan aksi membelah rumah yang dilakukan sang suami lantaran diduga sang istri selingkuh. Masalah pun berlanjut saat sang suami hendak memindahkan rumah tersebut.
"Persoalan bermula ketika sang istri diduga terlibat perselingkuhan. Pihak suami disebut masih ingin mempertahankan rumah tangga, namun sang istri menolak. Dalam kondisi memanas, suami berniat memindahkan rumah limasan itu ke daerah asalnya," tulis takarir akun tersebut dilihat detikJateng pada Sabtu (14/1).
"Keputusan tersebut tidak diterima oleh orang tua pihak istri. Mereka kemudian mendatangi Ketua RT dan perangkat desa (carik) untuk memediasi persoalan tersebut," sambungnya.
Video tersebut pun ditonton oleh lebih dari 2,4 juta pengguna TikTok. Bahkan, lebih dari 15 ribu akun yang membagikan video tersebut.
Kabar perselingkuhan tersebut pun dibantah Bambang.
"Kejadiannya di RT 4 RW 5, Jumat kemarin. Itu (narasi perselingkuhan) kurang akurat. Itu mboten nggali informasi dari saya. Tidak selingkuh kok, itu cuma praduga saja," kata Bambang












































