Pemenang Umrah Jalan Sehat Banyumas Lega Batal Kena Prank, Diganti Rp 10 Juta

Pemenang Umrah Jalan Sehat Banyumas Lega Batal Kena Prank, Diganti Rp 10 Juta

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 19:43 WIB
Noviyanti (tengah) peserta yang mendapatkan hadiah undian umrah saat jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, tahun lalu.
Noviyanti (tengah) peserta yang mendapatkan hadiah undian umrah saat jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, tahun lalu. (Foto: Dok Noviyanti)
Banyumas -

Pemenang hadiah undian umrah dalam rangka HUT ke-80 RI di Kabupaten Banyumas akhirnya mendapat kompensasi. Noviyanti sebagai pemenang mengaku mendapat uang Rp 10 juta sebagai pengganti umrah.

Warga Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas ini mengaku sudah mendapat pengganti undian umrah. Noviyanti memberi kabar tersebut kepada wartawan pada pukul 18.00 WIB melalui pesan tertulis.

"Ini sudah dikasih hadiahnya. Diganti dengan uang Rp 10 juta," kata Noviyanti saat memberi kabar ke wartawan, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, uang tersebut ditransfer oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas. Meski begitu, dirinya tidak mempermasalahkan hadiah umrah diganti dengan uang.

ADVERTISEMENT

"Pak Sekda Mas Agus Nur Hadi (yang memberi hadiah). Alhmdulilah yang penting sudah beres. Saya nunggu sampai 6 bulan, sudah plong," ungkap dia.

Noviyanti menambahkan uang tersebut rencananya akan digunakan sebagai modal usahanya.

"Insyaallah (uangnya) buat nambahin modal usaha," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, polemik acara jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, ternyata tak hanya dialami pemenang hadiah mobil Brio. Noviyanti sebagai pemenang umrah mengaku sudah berbulan-bulan tak kunjung menerima hadiahnya.

Noviyanti mengaku hingga saat ini belum ada kepastian keberangkatan umrah yang dijanjikan panitia sejak acara digelar pada tahun lalu.

"Sejauh ini belum ada keputusan. Kemarin baru ditelepon Sekda Banyumas, Pak Agus, katanya lagi diusahakan," kata Noviyanti saat dihubungi wartawan, Kamis (12/2).

Ia menyebut sejak awal panitia menjanjikan hadiah umrah tersebut akan beres pada akhir November atau paling lambat akhir Januari. Namun, hingga pertengahan Februari, kepastian keberangkatan belum juga diterimanya.

"Dari awal janjinya katanya akhir November atau akhir Januari sudah beres. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan," ujarnya.

Noviyanti mengatakan, sebelumnya ia juga sempat menyampaikan persoalan tersebut kepada Wakil Bupati Banyumas, Lintarti.

"Saya sempat bilang ke Bu Wakil Bupati, Bu Lintarti. Rumah saya dekat dengan beliau," katanya.

Saat ditanya apakah sejak awal panitia pernah menawarkan penggantian hadiah berupa uang, Noviyanti menegaskan hal tersebut tidak pernah terjadi.

"Enggak. Dari awal nggak ditawari diganti uang. Katanya paling diganti orang yang mau berangkat umrah," ungkapnya.



(ams/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads