Giliran Pemenang Umrah Curhat Kena 'Prank' Jalan Sehat Banyumas

Giliran Pemenang Umrah Curhat Kena 'Prank' Jalan Sehat Banyumas

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 18:16 WIB
Polemik hadiah umrah dan mobil Brio dari acara jalan sehat HUT ke-80 RI di Banyumas berlanjut.
Noviyanti (tengah) peserta yang mendapatkan hadiah undian umrah saat jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, tahun lalu. Foto: Dok Noviyanti
Banyumas -

Polemik acara jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, menemui babak baru. Selain pemenang Mobil Brio yang belum diberikan, hadiah perjalanan umrah yang diperoleh oleh Noviyanti, warga Keniten RT 1 RW 1, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, hingga kini belum juga terealisasi.

Noviyanti mengaku, hingga saat ini belum ada kepastian keberangkatan umrah yang dijanjikan panitia sejak acara digelar pada tahun lalu.

"Sejauh ini belum ada keputusan. Kemarin baru ditelepon Sekda Banyumas, Pak Agus, katanya lagi diusahakan," kata Noviyanti saat dihubungi wartawan, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, sejak awal panitia menjanjikan hadiah umrah tersebut akan beres pada akhir November atau paling lambat akhir Januari. Namun, hingga pertengahan Februari, kepastian keberangkatan belum juga diterimanya.

"Dari awal janjinya katanya akhir November atau akhir Januari sudah beres. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Noviyanti mengatakan, sebelumnya ia juga sempat menyampaikan persoalan tersebut kepada Wakil Bupati Banyumas, Lintarti.

"Saya sempat bilang ke Bu Wakil Bupati, Bu Lintarti. Rumah saya dekat dengan beliau," katanya.

Novianti menjelaskan, dirinya memenangkan hadiah umrah setelah membeli dua kupon undian pada kegiatan jalan sehat tersebut.

"Dulu beli dua tiket. Alhamdulillah dapat," ucapnya.

Saat ditanya apakah sejak awal panitia pernah menawarkan penggantian hadiah berupa uang, Noviyanti menegaskan hal tersebut tidak pernah terjadi.

"Nggak. Dari awal nggak ditawari diganti uang. Katanya paling diganti orang yang mau berangkat umrah," ungkapnya.

Namun, dalam komunikasi terakhir, panitia justru menyampaikan rencana penggantian hadiah dalam bentuk uang.

"Kemarin Pak Agus WA, katanya mau digantiin uang. Informasi terakhir uang," kata Noviyanti.

Ia menyebut, nominal penggantian yang sempat disampaikan kepadanya sebesar Rp 15 juta. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian realisasi.

"Katanya Rp 15 juta. Tapi saya sudah bilang ke Pak Agus, mau diusahakan dulu. Ini belum ada kabar lagi," jelasnya.

Noviyanti mengaku menerima kabar tersebut saat berada di rumah. Ia pun langsung berkomunikasi dengan panitia melalui sambungan telepon.

"Saya waktu itu di rumah, terus ditelepon panitia," tuturnya.

Ia mengungkapkan, perasaannya campur aduk saat mengetahui dirinya menjadi pemenang hadiah umrah dalam kegiatan tersebut.

"Perasaannya kaget, campur. Terus ya terharu," katanya.

Kini, Noviyanti berharap persoalan hadiah umrah itu bisa segera diselesaikan, apa pun bentuk penyelesaiannya.

"Harapannya cepat diselesaikan, lah. Apapun bentuknya, intinya cepat diselesaikan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, hadiah utama berupa satu unit mobil Honda Brio dalam acara Jalan Sehat Semangat Merah Putih memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia Tahun 2025 di Menara Teratai, Purwokerto, hingga kini belum diterima pemenangnya.

Acara jalan sehat itu digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025, oleh Panitia HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan BOSS Event Organizer (EO). Hadiah utama yang dijanjikan kepada peserta atas nama Yulia Nurul adalah satu unit mobil Honda Brio.

Suami pemenang hadiah utama, Muskinul Fuad, mengaku baru mengetahui hadiah mobilnya belum bisa diambil setelah menghubungi pihak dealer.

"Waktu itu saya tanya ke pihak dealer, kenapa mobil belum bisa diambil. Jawabannya, dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," kata Fuad saat dihubungi wartawan, Selasa (10/2).

Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, menyebut sejak awal pelaksanaan kegiatan, dirinya tidak terlibat langsung dalam teknis penyelenggaraan jalan sehat yang digelar pada 24 Agustus 2025 lalu itu.

Ia mengungkapkan, nama perusahaannya hanya digunakan oleh seseorang yang mengaku memiliki investor untuk membiayai kegiatan.

"Awal dikenalkan kawan, orang itu bilang pinjam bendera. Katanya nanti ada investor Rp 150 juta. Tapi selama perjalanan tidak ada apa-apa (investor yang dijanjikan), saya juga bingung," kata Najmudin saat dihubungi wartawan, Rabu (11/2).

Najmudin menegaskan, sebagai pemilik perusahaan, dirinya hanya menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sementara seluruh teknis pelaksanaan acara, termasuk perekrutan kru, dilakukan oleh pihak lain.

"Sebagai pemilik perusahaan otomatis saya yang melakukan MoU. Rekrutmen juga dari sana semua. Saya cuma datang pas hari H," ujarnya.

Ia juga mengakui, sejak awal sudah menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk laporan keuangan kegiatan yang dinilai tidak transparan.

"Laporan keuangannya tidak jelas," kata Najmudin.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads