Israel Gabung Board of Peace Bikinan Trump

Internasional

Israel Gabung Board of Peace Bikinan Trump

Rita Uli Hutapea - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 14:06 WIB
Israel akhirnya resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu AS Marco Rubio memegang dokumen bergabungnya Israel ke Dewan Perdamaian. Foto: Istimewa
Solo -

Israel resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan itu diumumkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam kunjungannya ke Washington.

Dilansir Al Arabiya dan Reuters via detikNews Kamis (12/2/2026), Netanyahu bertemu Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Rabu (11/2) waktu setempat.

Dalam foto yang dirilis setelah pertemuan antara Netanyahu dan Rubio, mereka menunjukkan memegang dokumen dengan tanda tangan Netanyahu tentang bergabungnya Israel ke dewan tersebut. Netanyahu mengatakan telah "menandatangani masuknya Israel sebagai anggota 'Dewan Perdamaian'."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Resolusi Dewan Perdamaian, yang diadopsi sejak November 2025, memberi wewenang kepada dewan tersebut dan negara-negara yang bekerja sama dengannya untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza. Hal ini setelah gencatan senjata di Gaza dimulai pada Oktober, di bawah rencana Trump yang disetujui oleh Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan rencana Trump, dewan tersebut dimaksudkan untuk mengawasi pemerintahan sementara di Gaza. Trump mengatakan melalui Board of Peace, dengan dirinya sebagai ketua, bakal diperluas untuk menangani konflik global.

Dewan Perdamaian ini akan mengadakan pertemuan perdana pada 19 Februari 2025 di Washington. Agendanya adalah membahas rekonstruksi Gaza.

Banyak pakar hak asasi manusia mengatakan pengawasan Trump terhadap dewan untuk mengawasi urusan wilayah asing tersebut menyerupai struktur kolonial. Kehadiran Israel di dewan tersebut juga diperkirakan akan menimbulkan kritik lebih lanjut karena dewan tersebut tidak menyertakan perwakilan Palestina.

Diketahui, sejumlah negara bereaksi hati-hati terhadap undangan Trump untuk bergabung dengan dewan yang diluncurkan pada akhir Januari lalu. Para pakar khawatir, keberadaan BoP akan melemahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meskipun beberapa sekutu Washington di Timur Tengah telah bergabung, banyak sekutu Barat lamanya tetap menjauh.

Gencatan senjata di Gaza telah berulang kali dilanggar, dengan setidaknya 580 warga Palestina dan empat tentara Israel dilaporkan tewas sejak gencatan dimulai pada Oktober lalu, menurut penghitungan otoritas Palestina dan Israel.




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads