2 Kambing Milik Warga Beruk Karanganyar Ditemukan Mati, Diduga Diserang Macan

2 Kambing Milik Warga Beruk Karanganyar Ditemukan Mati, Diduga Diserang Macan

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 12 Feb 2026 10:31 WIB
Ilustrasi Macan Tutul yang diduga memangsa kambing milik warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.
Ilustrasi Macan Tutul. Foto: AFP
Karanganyar -

Warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, dihebohkan oleh kejadian ternak warga yang diserang hewan buas yang diduga macan. Hewan yang diserang adalah dua ekor kambing milik Rio, warga Dusun Pondok.

Camat Jatiyoso, Mahmud Aziz Arifin, mengatakan penyerangan kambing itu diduga terjadi pada Senin (9/2) malam. Namun warga baru menyadarinya keesokan harinya.

"Dua ekor kambing milik pak Rio, satunya berhasil dibawa pergi. Sementara satu ekor kambing ditinggal ditempat, dengan luka-luka yang diindikasikan serangan hewan buas," kata Mahmud saat dihubungi detikJateng, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahmud bilang, rumah pemilik kambing itu dekat dengan hutan di kawasan Gunung Lawu. Serangan hewan buas diduga macan terhadap ternak warga itu disebut sudah beberapa kali terjadi.

"4 tahun yang lalu juga pernah. Kemudian 3 bulan yang lalu ada 4 kambing diserang macan. Dan terakhir kemarin itu. Yang diserang selalu kambing," ucap dia.

ADVERTISEMENT

Mahmud mengatakan, hewan diduga macan itu mendatangi kandang kambing warga tidak melalui jalur yang sering digunakan warga untuk mencari rumput di hutan. Hewan itu menyerang selalu saat malam hari, sehingga tidak diketahui oleh warga.

Atas kejadian itu, warga diminta meningkatkan ronda malam. Namun warga tetap diminta untuk waspada dan berhati-hati.

"Warga tidak tahu (kalau hewan itu datang). Kita antisipasi dengan mengimbau warga tetap waspada dan hati-hati. Kalau ronda jangan sampai sendirian, harus kelompok. Karena hewan buas kita tidak tahu datangnya kapan dan dari mana," terangnya.

Mahmud mengatakan, warga masih sering menjumpai hewan buas di hutan dekat Desa Beruk. Selama ini tidak ada laporan hewan buas menyerang manusia. Menurutnya, manusia dan hewan buas itu saling menghindari.

"Harimau, macan tutul. Kalau masyarakat kan bilang harimau ya macan tutul itu. Kalau di Bangsore, katanya hitam. Kalau biasa yang menyerang ternak warga macan tutul biasa itu," jelasnya.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab hewan buas diduga macan tutul itu turun ke pemukiman dan menyerang ternak warga.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Desa Beruk, Rochmat Jumali, mengatakan sudah ada tiga kali laporan hewan warga diserang hewan buas. Dia bilang waktu serangan itu tidak pernah bisa diprediksi. Hewan itu selalu menyerang kandang kambing milik warga di Dusun Pondok.

"Tidak rutin (turun), tidak bisa dipastikan pas musim apa. Tidak sampai berkeliaran ke pemukiman. Dulu pernah kepergok pemilik rumah, macannya ya lari. Waktu itu bentuknya kecil," kata Rochmat.

Meski demikian, pihaknya mengimbau bagi warganya agar tidak membunuh hewan buas itu. Sebab, hewan tersebut merupakan spesies fauna yang dilindungi.

"Kami mengimbau warga agar kandangnya ditutup lebih rapat lagi. Untuk memburu atau penembakan, kami sosialisasikan ancaman (pidananya)," pungkasnya.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads