Dua pemotor dilaporkan hanyut usai terseret air limpasan Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Selasa (10/2) malam. Ada tiga korban dalam peristiwa ini. Satu orang ditemukan tewas, satu orang berhasil selamat, dan satu orang lain masih dalam pencarian.
Pantauan detikJateng, sejak pagi hingga siang hari puluhan warga tampak melakukan kerja bakti untuk membersihkan Sungai Karangmalang, terutama bagian bawah jembatan yang tersumbat kayu-kayu besar.
Sumbatan ini ditengarai menjadi penyebab aliran sungai melimpas hingga ke sisi timur sungai. Sementara pada bagian timur sungai itu, terdapat jalan cor yang menjadi akses bagi warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua RW 1 Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Agus Rus Setiawan mengatakan pembersihan material kayu yang tersangkut di jembatan tersebut dilakukan agar tidak terjadi peristiwa serupa.
"Kayu-kayu dari atas nyangkut di jembatan, dibersihkan biar karena kemarin itu penyebab kecelakaan atau bencana itu kan dari air naik ke jalan. Kalau itu dibersihkan kan air nggak meluap ke jalan," kata Agus saat ditemui detikJateng di rumahnya, Rabu (11/2/2026).
Agus menyebut kayu-kayu itu berasal dari wilayah Pegunungan Medini. Menurutnya, kayu-kayu tersebut bukan berasal dari hasil penebangan.
"Dari Gunung Medini, semalam baru datang besar-besar dan banyak. Karena di jembatan itu ada (penyangga) tengahnya, jadi tersangkut," jelas Agus.
"(Yang tersangkut) kayu itu kan sampai sak akare (sampai seakarnya), bambu juga sampai sak akare. Bukan terus ada pemotongan di sana (daerah pegunungan), dia turun ke bawah," sambungnya.
Agus menjelaskan kayu-kayu memang kerap tersangkut di jembatan itu saat ada hujan deras. Namun semalam adalah kejadian yang paling parah.
"Kalau hujan besar itu nyangkut sampai setengah, terakhir tahun lalu. Tapi ini terparah karena sampai menutup aliran dan airnya luber sampai ke jalan," tutur Agus.
Agus menuturkan jalan dan jembatan ini kerap dilintasi pelajar dan pekerja terutama dari wilayah Kawasan Industri Candi. Menurutnya, baru kali ini sungai tersebut memakan korban.
"Sejak saya kecil di sini sampai sekarang baru kali ini ada korban di sana," tutur Agus.
Dengan adanya peristiwa tersebut, Agus bakal mengajukan pemasangan pengaman jalan kepada. Selain itu, dia juga menginginkan adanya perbaikan jembatan.
"Nanti kita mengajukan mungkin untuk pembatas jalan untuk pengamanan jalan. Biar ada pagar yang di sisi samping-samping sungai," kata Agus.
"Harapannya kalau bisa nggih jembatan diperbaharui jangan ada tengahan (tiang penyangga jembatan yang berada di tengah), biar nggak ada kayu-kayu itu tersangkut jadi bisa langsung mengalir ke bawah," pungkasnya.
Diketahui, dua pemotor dilaporkan hanyut usai terseret air limpasan Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Selasa (10/2) malam. Ada tiga korban dalam peristiwa ini. Satu orang ditemukan tewas, satu orang berhasil selamat, dan satu orang lain masih dalam pencarian.
Korban pertama merupakan siswi SMA asal Dusun Gares, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Ia ditemukan tewas di Sungai Cepoko, Kecamatan Mijen pagi tadi.
Sementara korban kedua adalah dua siswi SMP. Satu orang berhasil selamat setelah tersangkut pepohonan bambu di dekat TKP. Sementara satu orang lagi masih dalam pencarian.
(apu/afn)
