Warga Karangmalang Gelar Ritual Tabur Beras Doakan Siswi SMP Hanyut Ditemukan

Warga Karangmalang Gelar Ritual Tabur Beras Doakan Siswi SMP Hanyut Ditemukan

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 11:00 WIB
Doa bersama dan ritual tabur beras kunir di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Rabu (11/2/2026).
Doa bersama dan ritual tabur beras kunir di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Rabu (11/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng.
Semarang -

Pencarian siswi SMP Negeri 3 Boja hanyut terseret arus Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Selasa (10/2) malam masih berlangsung. Warga setempat serta relawan menggelar doa bersama dan ritual melempar beras kunyit agar korban segera ditemukan.

Pantauan detikJateng di lokasi, masyarakat bersama relawan berkumpul di jalan tepat di samping Sungai Karangmalang. Dipimpin oleh seorang sesepuh, mereka melantunkan ayat suci Al-Qur'an dan doa-doa.

Setelah doa selesai dibacakan, warga dan relawan kemudian bersama-sama merapat ke sisi sungai. Mereka kemudian melemparkan beras kunyit yang telah disiapkan di sebuah baskom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa bersama dan ritual tabur beras kunir di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Rabu (11/2/2026).Doa bersama dan ritual tabur beras kunir di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Rabu (11/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng

Sesepuh setempat sekaligus pengasuh Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Roudlotusy Syifa Karangmalang sekaligus pemimpin doa, Nur Wahid, mengatakan ritual menabur beras kunyit ini adalah kepercayaan masyarakat Jawa.

ADVERTISEMENT

"(Menabur) beras kunyit (ke sungai) dari (kepercayaan) orang Jawa, itu tadi semuanya adalah memohon sama Allah," kata Wahid kepada detikJateng di lokasi, Rabu (11/2/2026).

Menurut Wahid, pelemparan beras kunyit ke sungai dilakukan sebagai wasilah atau perantara agar proses pencarian dipermudah dan korban lekas ditemukan.

"Itu adalah wasilah atau isyarat supaya semuanya dipermudah agar cepat ditemukan," terang Wahid.

Sebelum ritual dilakukan, Wahid terlebih dahulu memimpin doa bersama. Menurutnya, doa yang dibacakan itu bermakna permohonan agar jenazah korban dapat ditemukan.

"(Doa) supaya diselamatkan, aman dari bahaya, maksudnya dari gangguan sesuatu. Supaya beliau (korban) itu meskipun tidak hidup, tapi selamat kelihatan jasadnya," terang Wahid.

Diberitakan sebelumnya, siswi pengendara motor terbawa arus air hujan saat melintas di Karang Malang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada Selasa (10/2) malam. Dalam peristiwa itu, seorang anak perempuan berhasil selamat, sementara temannya terbawa arus.

Hingga pagi ini NE belum ditemukan. Kasi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, mengatakan pencarian dimulai sejak pukul 06.30 WIB tadi. Adapun kemarin malam pencarian dilakukan hingga pukul 23.00 WIB.

"Untuk upaya pencarian dari kemarin kita dapat laporan setelah magrib, sekitar jam 19.00 WIB terus kita lakukan upaya pencarian dengan tim SAR gabungan atau relawan lainnya hingga pukul 23.00 WIB semalam namun hasil masih nihil," kata Moel saat dihubungi detikJateng, Rabu (11/2).



(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads