Kena Kritik soal Banjir, Mendagri Portugal Langsung Mundur

Internasional

Kena Kritik soal Banjir, Mendagri Portugal Langsung Mundur

Rita Uli Hutapea - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 14:51 WIB
Badai Kristin dan Leonardo menerjang wilayah Portugal dan menyebabkan banjir di sejumlah daerah, termasuk paroki Valada, Cartaxo, Minggu (8/2/2026). Hujan lebat yang disertai angin kencang membuat kawasan permukiman dan fasilitas umum tergenang air. REUTERS/Pedro Nunes
Penampakan banjir yang melanda Portugal. Foto: REUTERS/Pedro Nunes
Solo -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Portugal Maria Lucia Amaral mengumumkan pengunduran dirinya. Amaral meletakkan jabatan setelah mendapat kritikan tajam buntut penanganan banjir akibat badai yang melanda negara di kawasan Semenanjung Iberia itu dalam beberapa minggu terakhir.

Pengunduran diri Amaral diumumkan langsung oleh Kantor Kepresidenan Portugal, dilansir AFP via detikNews Rabu (11/2/2026). Dalam keterangan resmi pemerintah, Amaral "merasa bahwa ia tidak memiliki kondisi pribadi dan politik yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya".

Jabatan yang ditinggalkan Amaral untuk sementara bakal diisi oleh Perdana Menteri Luis Montenegro dari kubu tengah-kanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintahan Montenegro sendiri dikritik karena penanganan terhadap banjir dan angin kencang yang melanda selama dua pekan terakhir, menyebabkan tujuh orang tewas dan kerugian yang menembus empat miliar euro (sekitar 4,7 miliar dolar AS).

ADVERTISEMENT

"Pengunduran diri menteri dalam negeri adalah bukti bahwa pemerintah telah gagal dalam menanggapi keadaan darurat ini," kata Jose Luis Carneiro, Sekretaris Jenderal Partai Sosialis yang merupakan partai oposisi, kepada pers Portugal segera setelah pengumuman tersebut.

Sebagai informasi, Portugal mengalami periode cuaca ekstrem yang semakin berkepanjangan dan intens, seperti hujan deras dan gelombang panas yang oleh para ilmuwan telah lama dikaitkan dengan pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia.

Al Jazeera melaporkan, Portugal masih berjuang menghadapi dampak Badai Kristin, yang membuat puluhan ribu warga kehilangan listrik, ketika Badai Leonardo menerjang awal pekan ini. Satu orang meninggal dunia selama Badai Leonardo di Portugal, dan sebanyak 1.100 orang dievakuasi di seluruh negeri.

Institut Meteorologi Nasional Portugal (IPMA) menetapkan seluruh garis pantai dalam status siaga oranye akibat gelombang tinggi yang mencapai 13 meter. Delapan dari 18 distrik daratan utama, terutama di tengah dan selatan, juga kini berstatus siaga.

"Semua daerah aliran sungai berada di bawah tekanan berat, terutama Sungai Tagus di Lisbon dan Sungai Sado di selatan," kata juru bicara Otoritas Perlindungan Sipil Nasional kepada AFP.



(apu/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads