Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal kemarin sore hingga malam mengakibatkan Sungai Blorong meluap. Imbasnya, 13 desa di empat kecamatan sempat terendam banjir. Kini tinggal empat desa yang masih kebanjiran.
Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan empat kecamatan yang terdampak banjir yakni Boja, Kaliwungu Selatan, Brangsong, dan Ngampel.
"Banjir karena intensitas hujan yang tinggi di Kendal bagian atas sehingga mengakibatkan Sungai Blorong meluap. Dari catatan kami, ada 13 desa dari 4 kecamatan yang terdampak banjir," kata Iwan Sulistyo saat ditemui detikJateng di kantornya, Rabu (11/02/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan menjelaskan, banjir yang merendam ratusan rumah warga itu terjadi sejak Selasa (10/2) malam hingga pagi tadi akibat limpasan dari Sungai Blorong.
"Ketinggian air variatif, dari 50 sentimeter hingga satu meter," jelasnya.
Iwan menerangkan, banjir yang menggenangi sejumlah desa sudah mulai surut. Namun, masih ada 4 desa di Brangsong yang masih terendam banjir hingga pukul 11.00 WIB tadi.
Kondisi banjir di Puskesmas 1 Brangsong, Kendal, Rabu (11/2/2026) siang. Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng |
"Masih ada 4 desa di Kecamatan Brangsong yang masih terendam banjir yakni Desa Sidorejo, Desa Kertomulyo, Desa Brangsong dan Desa Rejosari. Desa-desa lainnya sudah surut," terangnya.
Kini BPBD Kendal masih melakukan pendataan dan pemantauan di desa-desa yang masih terendam banjir.
"Kalau pengungsian belum ada," ujar dia.
Banjir di Puskesmas 1 Barong
Penjaga Puskesmas 1 Brangsong, Sumanto, mengatakan banjir mulai masuk ke halaman puskesmas pada Rabu (11/2) sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, air tidak sampai masuk ke dalam gedung puskesmas.
"Aktivitas pusekesmas hari ini libur, menunggu airmya surut dulu," kata Sumanto saat ditemui detikJateng.
SMPN 2 Brangsong Diliburkan
Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 2 Brangsong, Nidhom, mengatakan air menggenangi lingkungan sekolah sejak pagi tadi.
"Jam 5 pagi tadi (banjir) sudah masuk lingkungan sekolah dan airnya naik terus," kata Nidhom saat ditemui di kantornya.
Nidhom menjelaskan, banjir masuk ke ruang-ruang kelas hingga ruang guru. Sempat ada sekitar 15 siswa yang masuk sekolah, namun akhirnya mereka dipulangkan.
"Airnya sudah masuk ke ruangan kelas, ruang guru, dan halaman, jadi keseluruhan terendam banjir," ujarnya.
"Kami liburkan dulu dan proses belajar tetap jalan melalui daring. Kami liburkan sampai banjirnya surut," imbuh dia.
Pantauan detikJateng, banjir tidak hanya menggenangi rumah-rumah warga di Kecanatan Brangsong, tapi juga merendam fasilitas publik seperti SDN Sidorejo 1 Brangsong, Puskesmas 1 Brangsong, Balai Desa Sidorejo, SMPN 2 Brangsong, dan Pasar Srogo.
Pada pukul 11.00 WIB, jalan Desa Sidorejo masih terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Adapun ketinggian banjir di jalan alternatif Kaliwungu-Brangsong pada pukul 11.00 WIB mencapai sekitar 80 sentimeter.

