Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal melakukan evaluasi jalur pendakian Bukit Mongkrang setelah ada peristiwa pendaki bernama Yasid Ahmad Firdaus (26) yang hilang dan ditemukan meninggal. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
"Kemarin sebetulnya kita sudah berdiskusi dengan teman-teman di DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) terkait jalur Mongkrang. Karena jalur Mongkrang ini adalah bagian dari taman nasional yang dikelola Pemprov, kejadian ini tentunya menjadi evaluasi kita untuk mengedepankan keselamatan pendaki," katanya saat ditemui usai melayat di rumah duka di Colomadu, Karanganyar, Selasa (10/2/2026).
Sumarno menyebut bahwa pendakian Bukit Mongkrang sangat menarik, terutama bagi para pendaki pemula. Untuk itu, perlu adanya peningkatan standar keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mongkrang ini sangat menarik. Yang menjadi tantangan adalah banyaknya pendaki pemula, justru itu tingkat keamanan dan penunjuk arah yang akan kita perbaiki," bebernya.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi para relawan yang tidak pernah berhenti melakukan pencarian terhadap survivor, Yasid Ahmad Firdaus, meskipun korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Pertama, kami turut prihatin. Tapi di satu sisi kita patut bersyukur Mas Yasid ditemukan, namun tidak sesuai harapan kita karena Mas Yasid sudah dalam kondisi meninggal dunia. Saya sudah berkomunikasi dengan keluarga, mereka sudah ikhlas. Mudah-mudahan ini menjadi jalan Mas Yasid untuk husnul khatimah. Dan tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada relawan yang luar biasa, selalu bertahan melakukan pencarian. Mudah-mudahan ini jadi ibadah teman-teman," pungkasnya.
Kronologi Penemuan Jasad Korban
Diberitakan sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Yasid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Yasid adalah pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu.
"Alhamdulillah pagi ini kami diinformasikan oleh tim SAR gabungan yang menemukan Mas Yasid di wilayah Bukit Mongkrang. Tadi pukul 08.45 WIB, infonya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Basarnas Solo, Kamal Riswandi kepada awak media di Kawasan Wisata Bukit Mitis, Tawangmangu, Selasa (10/2/2026).
Yasid ditemukan di aliran sungai tempuran antara Tebing Mitis dan Mongkrang. Meski sudah ditemukan, tim SAR gabungan sempat terkendala proses evakuasi karena medan yang sangat ekstrem.
Kamal menjelaskan, berdasarkan hasil analisis, diputuskan jasad korban dibawa menuju Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, karena jalur evakuasinya lebih landai.
"Proses evakuasi dibawa ke wilayah Beruk. Posisinya (korban) ada di bawah Mongkrang mengikuti jalur sungai yang agak sedikit landai. Selanjutnya dibawa ke RSUD Karanganyar untuk proses lebih lanjut dari tim kesehatan dan kepolisian," jelasnya.
"Karena kondisi di lapangan untuk naik ke atas wilayah jalur Mongkrang cukup curam, maka diambil jalur yang lebih landai mengikuti sungai. Kami lihat di peta, jalurnya memanah cukup terjal di titik tersebut," tambahnya.
Sebagai informasi, korban pertama kali ditemukan oleh tim Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung) sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
(alg/alg)











































