Mengapa Tanah Bergerak Bisa Terjadi? Ini Penyebab dan Tanda-tandanya

Mengapa Tanah Bergerak Bisa Terjadi? Ini Penyebab dan Tanda-tandanya

Ikfina Kamalia Rizki - detikJateng
Selasa, 10 Feb 2026 15:22 WIB
Mengapa Tanah Bergerak Bisa Terjadi? Ini Penyebab dan Tanda-tandanya
Tanah bergerak. (Foto: Istimewa)
Solo -

Sebuah daerah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dilanda bencana tanah bergerak pada Jumat (6/2). Fenomena ini menyebabkan setidaknya ratusan rumah di Desa Padasari mengalami kerusakan dan ribuan warga harus mengungsi.

Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui laman resminya, pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak Desa Padasari sejak 3-16 Februari 2026. Hingga Senin, (9/2), warga di wilayah terdampak masih mengungsi karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah susulan.

Selain merusak rumah rumah warga, sekolah, fasilitas ibadah, dan fasilitas kesehatan, fenomena tanah bergerak juga menyebabkan kerusakan akses jalan dan jembatan penghubung. Oleh karena itu, diperlukan penanganan serius terhadap bencana tersebut. Lantas, apa yang menyebabkan tanah bergerak dan adakah tanda-tanda yang bisa dikenali? Simak penjelasan berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Tanah Bergerak Bisa Terjadi?

Fenomena tanah bergerak seringkali disalah artikan sebagai tanah longsor. Meski sama-sama terdapat pergerakan massa tanah, secara ilmiah kedua fenomena ini memiliki perbedaan.

ADVERTISEMENT

Mengutip penjelasan Gutama Rymo dan Kisworo dalam Perencanaan Dinding Gravitasi Dengan Program Geo 5, tanah bergerak merupakan perpindahan massa tanah, baik secara vertikal, horizontal, atau miring. Sedangkan longsor atau landslide merupakan bagian dari tanah bergerak yang umumnya terjadi secara cepat dan dalam volume material yang besar.

Tanah bergerak biasanya terjadi ketika massa tanah mulai kehilangan kestabilan dan bergerak perlahan karena adanya gaya pendorong yang lebih besar dari gaya penahannya. Dalam berbagai kejadian, tanah bergerak dapat menyebabkan kerusakan bangunan, jalan, hingga fasilitas umum.

Penyebab Tanah Bergerak

Terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tanah bergerak. Adapun penyebabnya adalah sebagai berikut, dihimpun dari penelitian Pemetaan Daerah Rawan Longsor di Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat Tahun 2017 oleh Yongki Kurniawan.

1. Curah Hujan

Curah hujan umumnya menjadi faktor utama pemicu tanah bergerak. Hujan dengan intensitas tinggi maupun hujan ringan yang berlangsung lama dapat meningkatkan massa tanah dan melemahkan kekuatan tanah. Air hujan juga dapat meresap melalui retakan tanah dan menambah tekanan, sehingga memicu pergerakan tanah. Wilayah dengan curah hujan tinggi cenderung memiliki potensi tanah bergerak yang lebih besar dibandingkan daerah dengan curah hujan rendah.

2. Kemiringan Lereng

Semakin curam lereng, maka semakin besar pula gaya gravitasi yang mendorong tanah bergerak. Fenomena ini biasanya terjadi ketika kekuatan tanah pada lereng melemah dan bergeser di atas lapisan kedap air yang licin. Namun, potensi tanah bergerak tak hanya ditentukan oleh kemiringan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi tanah, batuan, vegetasi, serta penggunaan lahan.

3. Jenis Tanah

Jenis tanah dapat memengaruhi kekuatan tanah terhadap pergerakan massa tanah berdasarkan sifat fisik dan kimianya. Tanah bertekstur pasir dan lempung tebal cenderung mudah menjadi lembek saat basah dan retak saat kering, sehingga rentan terhadap pergerakan. Air yang meresap ke dalam tanah pasir juga dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi tidak stabil.

4. Penggunaan Lahan

Penyebab lain dari pergerakan tanah yang kerap muncul adalah penggunaan lahan. Aktivitas ini dapat menyebabkan tanah bergerak melalui perubahan tutupan vegetasi dan kondisi permukaan tanah. Lahan dengan vegetasi minim seperti permukiman, sawah, dan lahan kosong, lebih rentan karena kurangnya akar yang mengikat tanah.

Vegetasi yang tinggi dapat mengurangi erosi dan menjaga stabilitas tanah. Oleh karena itu, penggunaan lahan tanpa pengolahan yang baik dapat meningkatkan resiko terjadinya pergerakan tanah.

5. Keadaan Geologi

Kondisi geologi juga dapat memengaruhi pergerakan tanah melalui struktur batuan dan komposisi mineralnya. Batuan berbutir halus, misalnya, cenderung lebih mudah mengalami gerakan tanah. Perbedaan batuan seperti batuan vulkanik, sedimen, dan aluvial, memiliki tingkat kerentanan terhadap gerakan tanah yang berbeda.

Tanda-tanda Tanah Bergerak

Mengutip laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat beberapa tanda yang dapat dikenali sebelum terjadinya tanah bergerak, antara lain:

  1. Biasanya muncul retakan-retakan di daerah lereng yang sejajar dengan arah tebing.
  2. Pergerakan tanah biasanya terjadi setelah hujan.
  3. Muncul mata air baru secara tiba-tiba.
  4. Lereng tebing mulai rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.

Demikian penjelasan tentang penyebab dan tanda-tanda tanah bergerak. Semoga bermanfaat dan dapat menambah kewaspadaan terhadap potensi bencana di sekitar kita ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads