Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, yang sempat padam sejak Kamis (1/1) sudah kembali menyala. Menyalanya api setelah dilakukan pembersihan saluran sumur gas.
Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rafiqi, mengatakan api tersebut mulai kembali menyala pada Sabtu (7/2).
"Setelah dilakukan penanganan, Sabtu (7/2) Api Abadi Mrapen sudah menyala lagi," kata Annas kepada detikJateng di lokasi, Selasa (10/2/2026).
Annas menjelaskan pembersihan sumur gas memerlukan waktu seharian. Caranya yaitu dengan menyedot lumpur dan air yang menutupi saluran tersebut.
"Kita mulai dari sekitar jam 09.00 WIB sampai 20.00 WIB. Ada satu orang tukang dan dibantu dari pihak kita, jadi sekitar tiga orang untuk membersihkan dua sumur gas," jelas Annas.
"Kendalanya ya selama proses penyedotan memerlukan waktu yang cukup lama. Jadi kemarin kita sedot lumpur dan air di sumur pakai pompa sibel," sambungnya.
Baca juga: Padamnya Api Abadi Mrapen di Grobogan |
Menurut Annas, saat ini tekanan gas yang keluar dari kedua sumur tersebut sudah kuat. Ia juga menyebut bakal ada penanganan lanjutan agar sumber api tersebut tidak kembali tersumbat lumpur.
"Sekarang tekanan gasnya sudah kuat dan stabil. Meski demikian, nanti akan ada penanganan lanjutan supaya api tersebut terus menyala," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah bikin geger setelah dikabarkan mati. Pengelola menduga kondisi itu terjadi karena saluran gas tertutup lumpur.
Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi mengatakan sumber api sudah mengecil sejak akhir tahun lalu. Puncaknya, api itu mati di awal tahun ini.
"Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil," kata Annas saat ditemui detikJateng di Api Abadi Mrapen, Minggu (1/2).
"Kemarin, pada 1 Januari, tepatnya itu jam 07.00 WIB saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal, malamnya jam 23.00 WIB masih hidup," kata Annas.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng) telah meninjau Api Abadi Mrapen yang mati pada Selasa (3/2). Kepala Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, membenarkan sumur gas Api Abadi Mrapen tertutup lumpur.
"Prinsipnya pokoknya si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu," kata Dwi kepada awak media usai melakukan peninjauan di Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/2).
Menurut Dwi, Api Abadi Mrapen ini tidak padam, namun hanya tekanan gasnya yang mengecil. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sumber gas penyuplai api abadi mrapen itu masih cukup banyak.
"Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula," jelas Dwi.
"Dari penelitian tenaga ahli, gasnya masih cukup melimpah, cukup banyak lah," sambungnya.
Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"
(apl/ahr)