ESDM Jateng Tangani Api Abadi Mrapen yang Padam, Ditarget Nyala Pekan Depan

ESDM Jateng Tangani Api Abadi Mrapen yang Padam, Ditarget Nyala Pekan Depan

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 04 Feb 2026 10:00 WIB
ESDM Jateng Tangani Api Abadi Mrapen yang Padam, Ditarget Nyala Pekan Depan
Kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Solo -

Api Abadi Mrapen di Grobogan padam sejak akhir tahun lalu. Dinas ESDM Jateng menyebut hal itu gegara saluran gasnya tertutup lumpur. Kini saluran sumur gas itu sedang dibersihkan daan api abadi Mrapen ditargetkan menyala lagi sepekan mendatang.

Menurut Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, sumber api itu sudah mengecil sejak akhir 2025. Puncaknya, api abadi tersebut padam di awal 2026.

"Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil," kata Annas saat ditemui detikJateng di Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Minggu (1/2/2026) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin 1 Januari tepatnya itu jam 7 pagi saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal malamnya jam 11 itu masih hidup," sambung dia.

Imbasnya, destinasi wisata itu digratiskan sementara. Biasanya, tiap satu pengujung dikenai retribusi Rp 2.500. Meski Api Abadi Mrapen sedang padam, masih ada daya tarik lain di komplek wisata ini.

ADVERTISEMENT

"Di sini juga ada Batu Bobot peninggalan Sunan Kalijaga, kemudian Sendang Dudo itu juga peninggalan Sunan Kalijaga. Kalau datang ke sini, kadang orang ziarah ke situ juga. Kita tetap layani, jadi enggak ada bedanya seperti hari biasa," ujar Annas.

Pengambilan Api Dharma Tri Suci Waisak 2567 BE Tahun 2023 di Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/6/2023).Pengambilan Api Dharma Tri Suci Waisak 2567 BE Tahun 2023 di Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (2/6/2023). Foto: Istimewa

Penjelasan ESDM Jateng

Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, telah meninjau lokasi Api Abadi Mrapen kemarin.

"Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu," kata Dwi Suryono di lokasi Api Abadi Mrapen, Selasa (3/2/2026).

Menurut Dwi, Api Abadi Mrapen tidak padam, tetapi tekanan gasnya yang mengecil. Maka itu sumur gas yang menyuplai api abadi itu bakal dibersihkan.

"Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula," ujar Dwi.

"Dari penelitian tenaga ahli, gasnya masih cukup melimpah, cukup banyak lah," imbuh dia.

Lumpur di dalam sumur gas Api Abadi Mrapen bakal dibersihkan dengan teknik flushing. Ia berharap aliran gasnya sudah kembali normal pada pekan depan

"Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi)," ungkap Dwi.

"Nanti akan segera dilakukan treatment, mudah-mudahan seminggu ini bisa normal seperti sedia kala," pungkasnya.

Pernah Padam Tahun 2020

Diketahui, padamnya Api Abadi Mrapen pernah terjadi pada September 2020. Saat itu penyebabnya api padam adalah kebocoran di sumber gas yang lama.

Setelah mendapat sumber gas baru dan dipasang instalasi, Gubernur Jawa Tengah kala itu, Ganjar Pranowo, menyulut api di tungku Api Abadi Mrapen.

"Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali abadi," kata Ganjar di Mrapen, Selasa (20/4/2021), dilansir detikNews.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads