Pak Kades Sambeng Magelang Menghilang 2 Bulan

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 09 Feb 2026 17:33 WIB
Ilustrasi Kades di Magelang hilang 2 bulan (Ilustrator: Mindra Purnomo)
Magelang -

Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rowiyanto, menghilang tanpa kabar sekitar 2 bulan lamanya. Pemkab Magelang angkat bicara soal hilangnya Pak Kades Sambeng ini.

Rowiyanto diketahui menghilang tanpa kabar sejak Jumat (5/12/2025) siang. Sehari sebelumnya, pada Kamis (4/12/2025), Rowiyanto masih terlihat menghadiri pertemuan bersama tokoh masyarakat, warga, pemdes dan Forkompincam tentang penolakan penambangan tanah uruk untuk jalan tol Jogja-Bawen.

"Itu selesai ada pertemuan warga di tanggal 4 Desember 2025. Itu kan pertemuan resmi warga dengan BPD dan juga Pemdes, termasuk beliau yang juga dihadiri oleh Pak Kapolsek. Kemudian juga dihadiri oleh Bapak Danramil," kata Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Khairul Hamzah saat dihubungi detikJateng, Senin (9/2/2026).

"Di situ (pertemuan) kan sudah sampai ada keputusan bahwasanya memang warga memang menolak (penambangan tanah uruk). Beliau (kades) juga akhirnya memberikan surat pernyataan menolak segala macam dan juga berjanji akan membersamai warga," sambung Khairul.

Khairul mengatakan setelah mengikuti pertemuan tersebut, Rowiyanto masih terlihat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih pada Jumat (5/12/2025). Setelahnya, Rowiyanto tidak terdengar kabarnya.

"Nah, setelah itu siangnya sudah tidak bisa dikontak sampai sekarang. Sampai hari ini," ujar dia.

"Pernah dihubungi, bahkan pernah didatangi ke rumahnya. Tapi, beliau nggak ada. Kalau WhatsApp memang sampai sekarang masih centang satu, nggak kebaca," tambah Khairul.

Menghilangnya kades tersebut, terhitung sejak 5 Desember 2025 sampai sekarang. Selama Rowiyanto menghilang, jalannya pemerintahan desa tidak terganggu.

"(Terakhir terlihat) 5 Desember, sekarang tanggal 9, iya 2 bulan lebih," ujarnya.

"Ya kita tahunya roda pemerintahan desa berjalan karena staf yang lain. Seperti Bu Sekdes dan hal-hal bersifat administrasi warga meski tetap tercukupi. Ya, jadi berjalan apa adanya," kata dia.

Khairul menyebut kasus hilangnya Rowiyanto belum dilaporkan ke polisi.

"Kalau kami sebagai warga sih nggak. Karena kan kami kan enggak merasa tidak mempunyai legal standing kan untuk itu," lanjutnya.




(ams/apu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork