Seratusan mobil pengangkut sampah mengantre masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Panjang antreannya hingga sekira dua kilometer. Pihak UPTD Pengelolaan TPA Putri Cempo pun angkat bicara mengenai hal itu.
Kepala UPTD Pengelolaan TPA Putri Cempo, Edy Suparmanto mengatakan antrean mobil sampah itu gegara ada alat yang rusak. Walhasil, mobil sampah harus masuk secara bergantian.
"Penyebab karena kerusakan alat kita, alat kita ada yang rusak. Yang rusak yakni wheel holder sama ekskavator," kata Edy saat dihubungi awak media, Senin (9/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy mengatakan, alat tersebut rusak sejak Sabtu (7/2) lalu. Ia mengatakan saat ini masih diupayakan dalam perbaikan.
"Baru kemarin Sabtu (rusaknya). Ini sedang kita upayakan secepatnya untuk perbaikan," ungkapnya.
Edy menegaskan antrean mobil sampah itu bukan karena masalah overload sampah di TPA Putri Cempo. Pihaknya juga telah menginstruksikan agar mobil sampah tidak ke TPA dalam waktu yang bersamaan.
"Bukan, bukan (overload sampah). Ada kerusakan alat kita. Yang sedang kita upayakan, instruksi ya, seperti biasa, cuman kita minta untuk diatur waktunya. Kita minta untuk tidak semuanya datang bareng gitu kan. Jadi, per wilayah itu ada pengaturan jamnya sehingga tidak menumpuk," pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, seratusan mobil pengangkut sampah mengantre untuk masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Antrean mobil sampah memanjang hingga sekira dua kilometer.
Dari pantauan detikJateng, antrean mobil sampah sudah terjadi sejak Senin (9/2) pagi. Bahkan hingga pukul 11.24 WIB ada yang belum memasukkan mobil sampah ke TPA Putri Cempo. Antrean terlihat mengular hingga di depan rumah warga.
Salah satu petugas sampah dari Kelurahan Banjarsari, Haryanto, mengaku sudah antre selama satu jam untuk kloter sampah kedua. Sedangkan, kloter sampah pertama pada pukul 06.30 WIB sampai 08.30 WIB.
"Ini antre yang kedua, yang pertama tadi pukul 06.30 sampai 08.30 WIB," katanya ditemui di TPA Putri Cempo, Senin (9/2/2026).
Menurut Haryanto, penyebab antrean itu diduga karena TPA sudah penuh.
"Kalau penyebabnya, pembuangannya mungkin enggak memenuhi syarat, ya, pun sudah penuh, ya, jadinya mungkin pihak. Pengelola mau buang ke mana mungkin ya repot, mungkin apa penyebabnya ya itu," ucap dia.
(dil/afn)
