Menu MBG Picu Siswa Keracunan di Grobogan Positif Bakteri E-Coli

Menu MBG Picu Siswa Keracunan di Grobogan Positif Bakteri E-Coli

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 09 Feb 2026 13:09 WIB
Menu MBG Picu Siswa Keracunan di Grobogan Positif Bakteri E-Coli
Ilustrasi anak keracunan MBG di Grobogan dirawat di rumah sakit. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d)
Grobogan -

Hasil uji laboratorium terhadap menu makan bergizi gratis (MBG) yang menyebabkan delapan anak SD di Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan telah keluar. Hasilnya, sejumlah menu MBG itu positif mengandung bakteri Escherichia coli (E.coli).

"E coli positif," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Senin (9/2/2026).

MBG yang disajikan kala itu berupa nasi, daging bulgogi, buah naga, acar, muffin, tahu bakso, dan susu. Djatmiko menyebut ada sejumlah menu yang positif E.coli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nasi, acar wortel, buah naga, ini yang positif," jelas Djatmiko.

ADVERTISEMENT

Djatmiko menerangkan air yang digunakan oleh dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tersebut tidak mengandung E Coli. Namun ditemukan bakteri.

"Kalau air, e coli negatif. Untuk total coliform ada, tapi sedikit," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, delapan orang anak SD di Kecamatan Tawangharjo (sebelumnya ditulis Pulongrambe), Kabupaten Grobogan diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) pada Jumat (30/1). Tiga di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko. Ia menyebut mulanya ada lima anak yang dilaporkan mengalami masalah kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.

"Injih (betul ada kejadian dugaan keracunan MBG). Informasi awal lima (orang), tambah tiga (orang)," kata Djatmiko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (30/1).

Seluruh korban yang diduga keracunan MBG itu merupakan siswa sekolah dasar (SD). Djatmiko menyebut ada tiga anak yang dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan serupa.

"Pasien keracunan MBG 3 orang, keluhan sama (yaitu) nyeri perut, mual dan pusing. Sekarang sudah membaik. Ketiganya dirawat inap di RSUD Soedjati," jelas Djatmiko.

"Yang 5 (anak lain) dirawat jalan," tambahnya.

Informasi yang dihimpun detikJateng, siswa yang diduga keracunan MBG berasal dari SD Negeri 2 Pulongrambe sebanyak lima anak dan tiga anak dari SD Negeri 3 Mayahan. Mereka diduga keracunan menu MBG dari satu SPPG yang sama.




(ams/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads