8 Bocah SD Grobogan Diduga Keracunan MBG, 3 Dirawat di RS

8 Bocah SD Grobogan Diduga Keracunan MBG, 3 Dirawat di RS

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 30 Jan 2026 19:28 WIB
8 Bocah SD Grobogan Diduga Keracunan MBG, 3 Dirawat di RS
Ilustrasi keracunan MBG di Grobogan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva)
Grobogan -

Delapan orang anak SD di Kecamatan Pulongrambe, Kabupaten Grobogan diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) hari ini. Tiga di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko. Ia menyebut mulanya ada lima anak yang dilaporkan mengalami masalah kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.

"Injih (betul ada kejadian dugaan keracunan MBG). Informasi awal lima (orang), tambah tiga (orang)," kata Djatmiko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (30/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh korban yang diduga keracunan MBG itu merupakan siswa sekolah dasar (SD). Djatmiko menyebut ada tiga anak yang dilarikan ke rumah sakit dengan keluhan serupa.

"Pasien keracunan MBG 3 orang, keluhan sama (yaitu) nyeri perut, mual dan pusing. Sekarang sudah membaik. Ketiganya dirawat inap di RSUD Soedjati," jelas Djatmiko.

ADVERTISEMENT

"Yang 5 (anak lain) dirawat jalan," tambahnya.

Informasi yang dihimpun detikJateng, siswa yang diduga keracunan MBG berasal dari SD Negeri 2 Pulongrambe sebanyak lima anak dan tiga anak dari SD Negeri 3 Mayahan.

Mereka diduga keracunan menu MBG dari satu SPPG yang sama. Djatmiko mengungkapkan menu yang disajikan berupa nasi, daging bulgogi, buah naga, acar, muffin, tahu bakso, dan susu.

"Curiganya (keracunan dari) susu. Setelah makan MBG, terus ada yang minum susu, susunya kok rasanya aneh terus ada beberapa yang muntah tadi," terang Djatmiko.

Dinkes Grobogan telah mengambil sampel air dan makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Djatmiko menerangkan sampel yang diambil ini akan diperiksa di laboratorium kesehatan (Labkes).

"(Saat ini sedang) Melakukan pemeriksaan sampel air maupun sampel makanan. Ke Labkes kita untuk air dan untuk sampel yang lain di Labkes Provinsi, besok pagi baru dikirim," pungkasnya.




(ams/apl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads