Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air agar Bersih dan Tidak Tersumbat

Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air agar Bersih dan Tidak Tersumbat

Nur Umar Akashi - detikJateng
Minggu, 08 Feb 2026 12:36 WIB
Ilustrasi telinga
Ilustrasi telinga. (Foto: Getty Images/Kamonwan Wankaew)
Solo -

Telinga kemasukan air adalah masalah yang hampir pernah dialami setiap orang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari berenang hingga salah langkah ketika membilas sisa sampo di kepala.

Dirujuk dari Healthline, saat telinga dipenuhi air, detikers merasakan sensasi seperti tergelitik. Rasa ganjil tersebut akan menjalar ke tulang rahang atau tenggorokan. Suara-suara dari dunia luar jadi teredam sehingga kita tidak bisa mendengarkan dengan baik.

Normalnya, air di telinga bakal keluar dengan sendirinya. Namun, ada kalanya air bertahan lebih lama sehingga mesti dikeluarkan. Atau, detikers mungkin terganggu sehingga tidak betah menantinya pergi sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, bagaimana cara mengatasi telinga kemasukan air? Temukan jawabannya di bawah ini!

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Air dapat masuk telinga karena berbagai sebab, seperti berenang dan mandi.
  • Memiringkan kepala, menggoyangkan daun telinga, dan memasukkan lebih banyak air adalah beberapa cara mengatasi telinga kemasukan air.
  • Air dalam telinga harus dikeluarkan sesegera mungkin untuk menghindari kemungkinan swimmer's ear.

Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Dirangkum dari Medical News Today, Healthline, dan Very Well Health, cara mengatasi telinga kemasukan air di antaranya adalah:

1. Goyangkan Daun Telinga

Cara satu ini agaknya sudah banyak dipraktikkan. Daun telinga atau dalam bahasa Inggris disebut earlobe dapat digoyangkan saat telinga kemasukan air. Pegang dengan ibu jari di belakang telinga, lalu goyangkan ke segala arah.

2. Miringkan Kepala

Metode mengeluarkan air yang efektif selanjutnya adalah memiringkan kepala. Cukup miringkan kepala ke arah telinga yang kemasukan air. Lalu, biarkan gravitasi mengerjakan tugasnya. Cara ini dapat dilakukan dengan posisi berdiri atau berbaring.

Tambahan informasi, sedikit menggoyangkan kepala mungkin membantu proses selesai lebih cepat. Hanya saja, jangan coba-coba menggoyangkan kepala anak kecil atau bayi karena masih rentan.

3. Manfaatkan Hair Dryer

Atur hair dryer ke pengaturan angin dingin lembut alih-alih panas kering. Lalu, gunakan untuk mengeringkan bagian dalam telinga. Hindari memegangnya terlalu dekat karena berpotensi menyebabkan luka bakar.

Tipsnya, sembari menggunakan hair dryer, tarik cuping atau daun telinga ke bagian bawah, ke arah bahu. Kemudian, gerakkan perlahan dari sisi ke sisi.

4. Buat Ruang Hampa di Telinga

Mula-mula, miringkan kepala. Tutup telinga dengan telapak tangan yang menangkup. Pastikan rapat. Selanjutnya, gerakkan tangan untuk membuka dan menutup telinga dengan cepat, tetapi lembut.

Saat tangan bergerak menutup telinga, pastikan telapak berposisi rapat. Sementara itu, saat menariknya, buat agak cekung. Terakhir, miringkan kepala ke bawah. Ruang hampa yang terbentuk mampu menyedot air keluar.

5. Tempel Kompres Hangat

Cara kelima mengeluarkan air dari telinga adalah memanfaatkan kompres hangat. Pertama-tama, celupkan handuk ke air hangat, lalu, peras untuk membuang air berlebih. Pastikan kondisi handuk tidak terlalu panas untuk menghindari iritasi.

Lipat handuk, kemudian miringkan kepala. Taruh kompres di atas telinga, kemudian biarkan selama beberapa menit. Sensasi hangat dari handuk akan membuat telinga rileks sehingga air lebih mudah keluar.

6. Coba Masukkan Lebih Banyak Air

Bukankah cara ini justru memperburuk masalah? Sekilas memang tampak demikian, tetapi faktanya, memasukkan air justru membantu mengeluarkannya.

Berbaringlah miring, kemudian masukkan air bersih menggunakan pipet ke telinga yang tersumbat. Biarkan selama 5 detik. Setelah itu, balikkan badan sehingga telinga yang kemasukan air menghadap ke bawah.

7. Gunakan Obat Tetes Telinga

Langkah terakhir adalah menggunakan obat tetes telinga. Obat akan melunakkan kotoran keras di telinga yang menghambat air keluar. Perlu dicatat, sebelum menempuh cara ini, detikers sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dahulu.

Apakah Telinga Kemasukan Air Berbahaya?

Apabila air dibiarkan terus tinggal di telinga, detikers dapat terinfeksi bakteri. Menurut keterangan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi tersebut disebut swimmer's ear atau acute otitis externa.

Penyakit ini memang tidak bisa menular. Namun, siapa pun berpotensi terinfeksi, utamanya anak-anak. Gejalanya meliputi rasa sakit saat telinga bagian luar ditarik, rasa gatal, dan kemerahan atau pembengkakan.

Infeksi swimmer's ear dapat diatasi dengan antibiotik berbentuk obat tetes. Di antara tips mencegahnya adalah memakai penutup kepala saat berenang dan memiringkan kepala setelah berenang atau mandi.

Nah, itulah pembahasan ringkas mengenai cara mengatasi telinga kemasukan air yang terasa tidak nyaman. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Bagaimana caranya agar air keluar dari telinga?

Terdapat banyak metode untuk dicoba, antara lain memiringkan kepala, menggoyangkan daun telinga, dan memasukkan lebih banyak air.

2. Berapa lama telinga yang kemasukan air bisa sembuh?

Normalnya, air di dalam telinga akan hilang dalam hitungan jam. Namun, bisa juga terperangkap selama berhari-hari atau bahkan bulan. Bila dalam 2-3 hari belum juga keluar, periksakan ke dokter.

3. Apa efek samping telinga kemasukan air?

Sementara, telinga tidak bisa mendengarkan dengan jelas. Rasa tidak nyaman pun timbul.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads