Terpopuler Sepekan

Padamnya Api Abadi Mrapen di Grobogan

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 07 Feb 2026 16:04 WIB
Kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Grobogan -

Api abadi Mrapen yang berada di Grobogan padam. Saat ini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah sedang berusaha menghidupkan kembali sumber api yang berasal dari fenomena alam langka itu.

Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi mengatakan sumber api sudah mengecil sejak akhir tahun lalu. Puncaknya, api itu mati bersamaan dengan pengujung 2025.

"Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil," kata Annas saat ditemui detikJateng di Api Abadi Mrapen, Minggu (1/2/2026).

"Kemarin 1 Januari tepatnya itu jam 07.00 WIB saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal malamnya jam 11 itu masih hidup," sambung Annas.

Padamnya api di Mrapen itu mendapatkan perhatian khusus. Selain menjadi objek wisata, api tersebut sering digunakan dalam event besar seperti menghidupkan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga upacara keagamaan Tri Hari Suci Waisak.

Dinas ESDM Jawa Tengah turun tangan langsung untuk melakukan perbaikan. Mereka menyelidiki untuk mencari penyebab penyebab api abadi itu padam.

Kepala Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono. Ia menyebut sumur gas Api Abadi Mrapen tertutup lumpur.

"Prinsipnya pokoknya si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu," kata Dwi kepada awak media usai melakukan peninjauan di Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/2/2026).

Menurut Dwi, Api Abadi Mrapen ini tidak padam, namun hanya tekanan gasnya yang mengecil. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sumber gas penyuplai api abadi mrapen itu masih cukup banyak.

"Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula," jelas Dwi.

"Dari penelitian tenaga ahli, gasnya masih cukup melimpah, cukup banyak lah," sambungnya.

Dwi menerangkan lumpur di dalam sumur gas Api Abadi Mrapen bakal dibersihkan. Ia berharap minggu depan aliran gasnya sudah kembali normal.

"Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi)," ungkap Dwi.

"Nanti akan segera dilakukan treatment, mudah-mudahan seminggu ini bisa normal seperti sedia kala," pungkasnya.

Wisata Digratiskan

pi Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mati sejak awal tahun ini. Pengelola menggratiskan tiket masuk karena hal tersebut.

"Retribusi kita enggak enggak narik dulu, soalnya kan apinya padam," kata Penata Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi kepada detikJateng di lokasi, Minggu (1/2/2026).

Annas menyebut pihaknya berhenti menarik retribusi masuk sejak Api Abadi Mrapen itu padam, yaitu pada Kamis (1/1/2026).

"Sejak tanggal 1 (Januari) kita enggak tarik retribusi, biasanya per orangnya itu Rp 2.500," jelas Annas.

Meski Api Abadi Mrapen sedang padam, Menurut Annas, pihaknya tetap melayani wisatawan yang datang. Menurutnya, masih ada daya tarik lain di komplek wisata ini.

"Di sini juga ada Batu Bobot peninggalan Sunan Kalijaga, kemudian Sendang Dudo itu juga peninggalan Sunan Kalijaga. Kalau datang ke sini, kadang orang ziarah ke situ juga. Kita tetap layani, jadi enggak ada bedanya seperti hari biasa," terang Annas.



Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"

(ahr/alg)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork