Peristiwa langka terjadi di Api Abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Kobaran api yang seharusnya selalu menyala itu padam.
Hal tersebut sempat membuat wisatawan yang datang kecewa karena tidak bisa melihat api yang kerap dijadikan sumber dalam acara keagamaan atau olahraga itu. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng pun meninjau dan mengungkap penyebabnya.
Mulai Redup Sejak Akhir 2025
Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengatakan sumber api di sana sudah mengecil sejak akhir tahun lalu. Puncaknya, api itu mati di awal tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya kita sudah laporan tanggal 28 Desember 2025 itu apinya sudah mengecil," kata Annas saat ditemui detikJateng di Api Abadi Mrapen, Minggu (1/2/2026).
"Kemarin 1 Januari tepatnya itu jam 7 pagi saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal malamnya jam 11 itu masih hidup," imbuhnya.
Tiket Masuk Gratis
Lokasi Api Abadi Mrapen merupakan salah satu destinasi wisata. Biasanya ada retribusi Rp 2.500 untuk satu orang. Namun karena api padam, tiket itu tidak diberlakukan.
"Retribusi kita enggak narik dulu, soalnya kan apinya padam," ujar Annas Rofiqi.
Meski Api Abadi Mrapen sedang padam, Menurut Annas, pihaknya tetap melayani wisatawan yang datang. Menurutnya, masih ada daya tarik lain di komplek wisata ini.
"Di sini juga ada Batu Bobot peninggalan Sunan Kalijaga, kemudian Sendang Dudo itu juga peninggalan Sunan Kalijaga. Kalau datang ke sini, kadang orang ziarah ke situ juga. Kita tetap layani, jadi enggak ada bedanya seperti hari biasa," terang Annas.
Wisatawan Kecewa
Sejumlah wisatawan yang datang untuk melihat Api Abadi Mrapen kecele karena ternyata tidak apa yang diharapkan tidak terlihat. Ada keterangan bertuliskan, "maaf api sedang dalam perbaikan" di lokasi di mana api seharusnya berkobar.
"Perjalanan tadi sekitar 2,5 jam dari Gunungpati, Semarang. Pas sampai sini ha kok apinya mati," kata salah satu wisatawan, Aziz (31) kepada detikJateng di lokasi, Minggu (1/2).
Aziz mengaku datang bersama keluarga ini pun kecewa karena tak menemukan Api Abadi Mrapen. Dia mengaku tak mendapat informasi soal padamnya api abadi ini.
"Nggak ada pemberitahuan, baru pas sampai sini lihat ada tulisan api sedang dalam perbaikan. Tahunya ya dulu pas COVID sempat mati," ucap Aziz.
Penyebab Api Abadi Padam
Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, meninjau langsung lokasi Api Abadi Mrapen. Disebutkan, padamnya api abadi itu gegara saluran gasnya tertutup lumpur.
"Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu," kata Dwi Suryono di lokasi Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Selasa (3/2/2026).
Menurut Dwi, Api Abadi Mrapen tidak padam, namun tekanan gasnya yang mengecil. Maka itu sumur gas yang menyuplai api abadi itu bakal dibersihkan.
"Bukan padam sih sebetulnya, masih ada gasnya tapi kecil. Akan kita treatment supaya lebih lancar lagi gasnya supaya kembali ke semula," ujar Dwi.
"Dari penelitian tenaga ahli, gasnya masih cukup melimpah, cukup banyak lah," sambungnya.
Lumpur di dalam sumur gas Api Abadi Mrapen bakal dibersihkan dengan teknik flushing. Ia berharap aliran gasnya sudah kembali normal pada pekan depan
"Nanti sumur (gas) itu akan di-flushing, flushing itu dibersihkan kembali supaya lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali, bisa sampai ke yang di bagian belakang ini (titik api abadi)," ungkap Dwi.
"Nanti akan segera dilakukan treatment, mudah-mudahan seminggu ini bisa normal seperti sedia kala," pungkasnya.
Bukan Kejadian Pertama
Meski merupakan peristiwa langka, namun padamnya Api Abadi Mrapen pernah terjadi pada September 2020 lalu ketika Pandemi COVID-19 masih melanda. Saat itu penyebabnya api padam adalah kebocoran di sumber gas yang lama.
Setelah mendapat sumber gas baru dan dipasang instalasi, Gubernur Jawa Tengah kala itu, Ganjar Pranowo menyulut api di tungku Api Abadi Mrapen.
"Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali abadi," kata Ganjar di Mrapen, Selasa (20/4/2021).
(alg/apl)











































