Mendikdasmen Prihatin Dapat Banyak Laporan Kekerasan Dunia Pendidikan

Mendikdasmen Prihatin Dapat Banyak Laporan Kekerasan Dunia Pendidikan

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Minggu, 08 Feb 2026 16:59 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti di gedung GBK Klaten, Minggu (8/2/2026).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti di gedung GBK Klaten, Minggu (8/2/2026). (Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan keprihatinannya pada kekerasan di dunia pendidikan. Pihaknya mengaku kerap mendapatkan laporan tentang kekerasan di berbagai level dan jenis pendidikan.

"Saya menerima banyak sekali kiriman video atau Instagram dan berbagai media sosial yang isinya berupa kekerasan-kekerasan di berbagai level dan jenis pendidikan," kata Abdul Mu'ti saat acara Wisuda Akbar Festival Al Qur'an MBS (Muhammadiyah Boarding School) Klaten di gedung GBK, Minggu (8/2/2026) siang.

Abdul Mu'ti menjelaskan pagi sebelum dirinya datang ke Klaten juga mendapat kiriman kekerasan video serupa. Bahkan yang mengirimkan adalah mantan diplomat senior.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan pagi saya buka WA perjalanan ke sini saya juga mendapat kiriman video dari mantan diplomat senior Indonesia yang isinya kekerasan itu. Saya dengan sangat prihatin menjawab memang masih banyak masalah dunia pendidikan kita," terang Abdul Mu'ti.

ADVERTISEMENT

Menurut Abdul Mu'ti masalah tersebut hanya bisa diselesaikan bersama semua elemen bangsa. Salah satunya MBS Klaten yang telah melahirkan para hafidz Qur'an.

"MBS Klaten telah melahirkan para hafidz dan hafidzah yang mereka tidak hanya generasi yang hafal Qur'an, tapi juga generasi yang insyaallah hadir di tengah masyarakat dengan akhlak yang Qur'ani. Ini sumbangan yang sangat penting di tengah persoalan yang kita hadapi menyangkut moralitas generasi bangsa, khusunya generasi Z dan generasi Alfa," papar Abdul Mu'ti.

Dikatakan Abdul Mu'ti, dengan cahaya Al Qur'an itu diharapkan tidak hanya umat Islam yang maju. Tapi juga masyarakat dan umat manusia yang maju.

"Bagaimana dengan Al Qur'an itu tidak hanya umat Islam yang maju tapi umat manusia juga maju. Menghafalkan Al-Qur'an itu penting dan utama, tapi proses selanjutnya memahami, mengamalkan dan mendakwahkan itu juga penting," kata Abdul Mu'ti.

Ketua PD Muhammadiyah Klaten, Iskak Sulistya menjelaskan ada sekitar 310 santri yang diwisuda. Meskipun di tengah kompetisi pendidikan yang semakin ketat, sekolah Muhammadiyah berusaha menjadi teladan.

"Mudah-mudahan kita menjadi tuladha (teladan) dalam mengelola pendidikan," ungkap Iskak.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads