Doa agar Dipanjangkan Umur dan Dipertemukan dengan Bulan Ramadan

Doa agar Dipanjangkan Umur dan Dipertemukan dengan Bulan Ramadan

Nur Umar Akashi - detikJateng
Jumat, 06 Feb 2026 10:59 WIB
Doa agar Dipanjangkan Umur dan Dipertemukan dengan Bulan Ramadan
Membaca doa. (Foto: Thirdman/Pexels)
Solo -

Sudah menjadi impian setiap muslim untuk berjumpa dengan Ramadan yang mulia tiap tahun. Keinginan tersebut berkembang semakin kuat menjelang berakhirnya Syaban.

Manusia adalah makhluk yang lemah. Manusia tidak bisa mengetahui masa depan, termasuk umur. Oleh karenanya, umat Islam sudah sepatutnya memohon kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Esa, agar dipanjangkan umur dan dipertemukan dengan bulan Ramadan.

Dengan seizin Allah SWT, doa tulus akan dikabulkan sebagaimana janji-Nya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

Artinya: "Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS Ghafir: 60)

ADVERTISEMENT

Lantas, seperti apa bacaan doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan? Cek selengkapnya di bawah ini.

Poin Utamanya:

  • Terdapat doa mohon dipertemukan Ramadan yang dahulu biasa dibaca para salaf.
  • Ada juga doa lain untuk mohon panjang umur sehingga bisa memasuki Ramadan. Doa ini memiliki awalan 'Allahumma baarik lanaa...'.
  • Keutamaan Ramadan adalah dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan dibelenggunya setan. Ramadan juga merupakan bulan turunnya Al-Quran dan bulan yang punya Lailatul Qadr.

Doa agar Dipanjangkan Umur dan Dipertemukan dengan Ramadan

Dirujuk dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan: Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya tulisan Abu Maryam Kautsar Amru, para salaf dahulu senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dipertemukan Ramadan. Tidak tanggung-tanggung, mereka berdoa sejak 6 bulan sebelum bulan mulia itu tiba.

Lafal doanya, sebagaimana dituliskan Ibnu Rajab dalam Latha'iful Ma'arif adalah:

اللهم سلمني إلى رمضان وسلم لي رمضان وتسلمه مني متقبلا

Arab Latin: Allāhumma sallimnī ilā Ramaḍān, wa sallim lī Ramaḍān, wa tasallamhu minnī mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan."

Sebagai pengingat, doa di atas tidak datang dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, melainkan para salaf. Doa ini boleh-boleh saja dibaca karena isinya tidak menyalahi syariat, asalkan, tidak diyakini bersumber dari Nabi SAW.

Selain lafal di atas, ada juga doa lain yang lazim dibaca umat Islam pada bulan Rajab dan Syaban. Dikutip dari buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT? karya Alexander Zulkarnaen, begini doanya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Arab latin: Allāhumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya'bāna wa ballighnā Ramaḍān.

Artinya: "Ya Allah ya Tuhan kami, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah usia kami (untuk menemui) Ramadan."

Menurut keterangan dari laman NU Jawa Timur, status sanad hadits sumber doa ini memang diperselisihkan ulama. Di sisi lain, isinya memang tidak bermasalah karena berisi permohonan agar dipertemukan Ramadan.

"Selain itu mengamalkan doa tersebut juga boleh selama tidak diyakini bahwa ia bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Wallahu a'lam," bunyi keterangan di situs tersebut.

Keutamaan Ramadan Dibandingkan Bulan-bulan Lain

Guna semakin memperkuat motivasi detikers menantikan Ramadan, di bawah ini beberapa keutamaannya:

1. Bulan Dibukanya Pintu-pintu Surga

Salah satu keistimewaan Ramadan yang termasyhur adalah dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya para setan. Diambil dari buku 15 Faedah Menyambut Bulan Ramadan karya Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, ada hadits berbunyi:

عن أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرٍ رَمَضَانَ صُفَدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الْجِنَ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقَ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ : يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ، أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ ، أَقْصِرْ ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Jika telah masuk malam awal bulan Ramadan, para setan dan pemuka jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pun pintunya dibuka, dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintunya tertutup, lalu terdengarlah seruan, "Wahai para pengharap kebaikan sambutlah, dan wahai para pengharap keburukan kurangilah!" dan Allah menetapkan para hamba yang dibebaskan dari api neraka, dan hal tersebut senantiasa terjadi setiap malamnya." (HR Tirmidzi no 682 dan Ibnu Majah no 1642. Hadits ini dianggap hasan oleh Syaikh al-Albani)

2. Bulan yang Memiliki Lailatul Qadr

Lailatul Qadr adalah malam yang begitu spesial. Allah SWT berfirman bahwasanya malam ini lebih baik dibandingkan seribu bulan. Firman-Nya:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ. تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ. سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ.

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatul Qadr. (1) Tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? (2) Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan. (3) Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. (4) Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar." (5) (QS al-Qadr: 1-5)

3. Bulan Turunnya Al-Quran

Ramadan adalah bulan turunnya Al-Quran. Berdasarkan penjelasan di buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Quran dan Sunnah oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, dasarnya adalah firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ

Artinya: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah...." (QS al-Baqarah: 185)

Nah, itulah sekilas mengenai doa agar dipanjangkan umur dan dipertemukan dengan Ramadan. Semoga bermanfaat!

FAQ

1. Ramadan itu bulan ke berapa?

Dalam sistem penanggalan Hijriah, Ramadan adalah bulan kesembilan. Ramadan diapit Syaban dan Syawal.

2. Ramadan 2026 mulai tanggal berapa?

Pemerintah dan NU memprediksi 1 Ramadhan 2026 bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

3. Apa saja ibadah pada bulan Ramadan?

Ibadah wajibnya adalah puasa sebulan penuh. Selain itu, ada juga sholat Tarawih dan i'tikaf. Ibadah-ibadah lain dapat dikerjakan secara umum, seperti membaca Al-Quran dan sholat sunnah.




(sto/ams)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads