Kelenteng Hok Tik Bio Pati mulai melakukan bersih-bersih patung Dewa menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Uniknya kegiatan bersih-bersih patung dewa dan kompleks kelenteng dilakukan tak hanya oleh umat konghucu.
Kegiatan bersih-bersih digelar tadi pagi sampai siang ini di teras kelenteng. Terlihat petugas mengeluarkan patung dewa-dewi untuk kemudian dibersihkan.
Petugas yang membersihkan tidak hanya umat Konghucu saja, tetapi juga sejumlah warga agama lain seperti dari umat Kristen dan orang Muslim di Pati. Hal ini pun menjadi simbol toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Pati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Eddy Siswanto, menjelaskan setiap tahun menggelar acara bersih-bersih menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026 mendatang.
"Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di tahun 2026. Kelenteng Hok Tik Bio tiap tahun mengadakan bersih-bersih kelenteng sebelum imlek tiba," kata Eddy kepada wartawan ditemui di Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh umat konghucu melainkan juga mereka yang muslim dan kristen. Hal ini kata dia sebagai simbol toleransi dan kebersamaan di Pati.
Kelenteng Hok Tik Bio Pati mulai melakukan bersih-bersih patung Dewa menjelang perayaan tahun baru Imlek 2577, Kamis (5/2/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
"Dan diikuti para suster antarumat beragama yang ada di Pati," jelasnya.
Menurutnya ada beberapa patung dewa yang dibersihkan. Seperti ada patung Dewa Kong Co, Maco Kwain, dan lainnya. Patung dewa itu diperkirakan berusia ratusan tahun yang lalu.
"Jadi ada hampir 300 tahun karena itu dari awal kelenteng sini, kelenteng sini itu tahun 1875. Tapi itu dari turun temurun dari Lasem," jelasnya.
Sebelum dibersihkan, mereka menggelar ritual berdoa terlebih dahulu. "Tentunya sebelum kita keluarkan itu untuk mendoakan, ritual supaya bolehkah sudah bisa dibersihkan kalau sudah baru dikeluarkan," jelasnya.
Menurutnya untuk menyambut tahun baru imlek juga nantinya ada Pasar Imlek di sekitar kelenteng. Pasar Imlek itu akan digelar mulai 7-17 Februari 2026. Sedangkan acara kirab budaya tahun ini ditiadakan karena adanya banjir di Pati.
"Jadi Imlek ini ada pasar Imlek, tapi tidak ada kirab budaya karena tidak dibolehkan karena masyarakat Pati ini sedang dilanda banjir," jelasnya.
"Tapi tidak mengurangi kelenteng ini selalu mendoakan masyarakat yang terkena banjir supaya cepat surut dan masyarakat sehat semua," Eddy melanjutkan.

