Tanggul Sungai Jawik di Desa Pladen Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, jebol. Akibatnya ada 5 RT kebanjiran pagi.
Pantauan di Desa Pladen, banjir merendam permukiman warga sejak pukul 10.00 WIB. Genangan banjir setinggi 20 sampai 30 sentimeter di permukiman warga.
Rumah warga yang lantainya rendah terpantau tergenang air cukup dalam. Tampak warga bersama petugas TNI, polisi dan relawan BPBD bergotong-royong menutup tanggul sungai yang jebol dengan peralatan seadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga, Khosim, menjelaskan curah hujan yang tinggi sejak Rabu (4/2) malam menyebabkan tanggul sungai yang melintas permukiman jebol. Akibatnya permukiman warga kebanjiran pagi ini.
"Jam 03.30 WIB itu ada tanggul jebol, karena semalam ada hujan deras. Menyelamatkan kedua orang tua yang sudah sepuh dievakuasi ke rumah tetangga yang aman," jelas Khosim kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya banjir saat datang arusnya sangat deras. Kedalaman banjir sempat mencapai 50 sentimeter. Namun kini berangsur surut dan berkurang. Meski demikian warga khawatir ada banjir susulan karena curah hujan saat ini di Kudus masih tinggi.
"Kedalaman pertama kali 50 sentimeter lebih, kalau nggak jebol nggak parah seperti ini. Sangat deras tadi," ungkap dia.
Wraga tampak bergotong royong menambal tanggul kali yang jebol di Desa Pladen Kecamatan Jekulo, Kudus, Kamis (5/2/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng |
Kasi Kedaruratan pada BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menjelaskan tanggul Sungai Jawik di Desa Pladen jebol karena tidak kuat menampung derasnya air. Menurutnya, curah hujan di Kudus saat ini terbilang tinggi.
"Tadi malam wilayah Kudus hujan sangat tinggi, dan memang akhirnya sungai meluap, dan Sungai Dawe yang dialiri dari Sungai Setro sehingga tanggul sungai yang ada di depan masjid jebol, karena tidak kuat menahan arus air yang terlalu tinggi," jelas Munaji kepada wartawan di lokasi.
Akibatnya, ada lima RT yang terdampak banjir. Sedangkan ada 50 KK yang rumahnya terendam banjir.
"Ada dua RW lima RT, kurang lebih 250 KK (terdampak), yang masuk (kebanjiran) 50 KK," ujarnya.
Munaji mengatakan petugas bersama warga bergotong-royong untuk menambal tanggul yang jebol sementara. Warga diimbau waspada terjadi bencana banjir karena perkiraan curah hujan masih tinggi pada bulan Februari 2026 ini.
"Bersama TNI, Polri, BPBD hari ini langsung ditangani secara langsung, dengan penanggulangan darurat," jelas dia.
"Warga diimbau waspada karena bulan Februari ini puncak hujan di tahun 2026," Munaji menambahkan.
(ams/ahr)

