Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat (Sulbar) berinisial Briptu F ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di rumah kebunnya di Kabupaten Mamuju. Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya karena cinta yang tidak direstui gegara beda agama.
"Jadi sudah pacaran 5 tahun tapi tidak direstui oleh masing-masing orang tua, beda agama," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir kepada wartawan, Rabu (4/2/2026), dilansir detikSulsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman menuturkan, awalnya pada Senin (2/2) malam Briptu F memanggil dua sepupunya ke rumah kebun untuk menenangkan diri. Mereka kemudian karaoke hingga salah satu di antaranya pulang.
Sekitar pukul 23.00 Wita, Briptu F berkata kepada sepupunya bahwa dia ingin masuk ke kamar untuk beristirahat. Sementara sepupunya masih asyik bernyanyi di teras rumah kebun.
"Pas di kamar itu, sepupunya ini dengar dari speaker kalau korban teleponan dengan pacarnya dan sempat bilang 'tidak ada gunanya hidup kalau tidak samaki'," terang Herman.
Ketika itu, sepupu korban tidak menaruh curiga dan beristirahat di teras. Begitu pagi menjelang, saksi hendak membangunkan korban supaya berangkat kerja, namun tidak mendapat respons dari dalam kamar.
"Kemudian sepupunya ini masuk dan kaget mendapati korban terlilit tali (di bagian leher). Kemudian dia lari ke rumah korban, berulah bapaknya (korban) datang ke lokasi langsung dia bawa anaknya," bebernya.
Herman melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ada tanda penganiayaan atau kekerasan di jenazah korban. Dari enam saksi yang diperiksa, mereka menyampaikan hal yang sama terkait ucapan korban soal hubungan asmaranya.
"Jadi ada 6 saksi yang dimintai keterangan juga menyampaikan pernah mendengar ucapan korban yang itu 'tidak ada gunanya hidup kalau tidak sama pacarnya'," kata Herman.
Polisi kemudian memeriksa pacar korban, yang juga mengungkap hal yang sama. Bahkan, dia masih menyimpan rekaman audio saat terakhir kali bertelepon dengan korban.
"Pacarnya juga sudah dimintai keterangan dan dia rekam waktu teleponan (terakhir) itu," jelasnya.
Diketahui, korban ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi tergantung di kebunnya di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Mamuju pada Selasa (3/2) sekitar pukul 06.00 Wita. Jasad korban pertama kali ditemukan sepupunya.
