Seekor monyet liar menyerang balita perempuan berusia empat bulan di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Hal ini membuat kepala si balita robek dan harus dioperasi.
Kapolsek Sayung, AKP Suprapto, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Senin (2/2) sore. Kejadian ini baru dilaporkan ke Polsek Sayung pagi ini.
"Kejadiannya itu kemarin sore. Jadi sore itu langsung dibawa ke rumah sakit. Baru tadi pagi melaporkan ke saya, telepon," kata Suprapto saat ditelepon detikJateng, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suprapto menceritakan detik-detik peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya pada saat kejadian, sang balita itu sedang berada di dalam kamar rumahnya.
"Jadi anak itu kan di kamar tidur. Nah, ibunya di belakang, monyetnya masuk lalu kejadian itu," jelas Suprapto.
Menurut Suprapto, monyet liar itu berasal dari kawasan mangrove yang berada di dekat perkampungan. Ia menyebut kawanan monyet kerap datang ke permukiman warga karena kekurangan makanan.
"Kampung itu memang dekat hutan mangrovenya (yang) sebagian itu ada yang rusak, kering. Jadi memang ekosistem makanannya kan kurang jadi seringnya ke pemukiman penduduk," ungkap Suprapto.
"Jadi sepengetahuan warga ada tiga (monyet) yang sering (datang) ke kampung," tambah dia.
Akibat peristiwa tersebut, sang balita malang bernama Areta Aghnia itu mengalami luka pada kepala. Suprapto mengatakan korban kemudian dioperasi di rumah sakit.
"Anaknya karena tercakar kepalanya dibawa ke rumah sakit, robek kepalanya. Dilakukan tindakan bedah di RSUD Demak untuk merawat lukanya itu," ujar Suprapto.
Polisi sudah berupaya menangkap monyet liar tersebut hari ini, namun belum berhasil. Suprapto menyampaikan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengamankan monyet tersebut.
"Jadi kita ke sana, kita sanggongi (tunggu) sampai setengah hari tadi sampai jam 16.00 WIB. Sempat dipancing juga kita kasih pisang tadi di dekat genteng monyetnya datang, kita datangi kabur," jelas Suprapto.
"Kita juga koordinasi dengan dinas instansi terkait supaya ada penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
(afn/apl)











































