Lubang Jalan Pekalongan-Banjarnegara Bikin Celaka, Penambalan Dikebut

Lubang Jalan Pekalongan-Banjarnegara Bikin Celaka, Penambalan Dikebut

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 03 Feb 2026 17:25 WIB
Kondisi jalan penghubung Pekalongan-Dieng, Banjarnegara, Selasa (3/2/2026).
Kondisi jalan penghubung Pekalongan-Dieng, Banjarnegara, Selasa (3/2/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Banyaknya lubang di jalan raya Pekalongan-Banjarnegara (Dieng) dikeluhkan sebagian warga. Polisi menyebut kerusakan jalan itu beberapa kali menyebabkan kecelakaan. Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal menyatakan pihaknya memaksimalkan perbaikan saat cuaca cerah.

Di jalan Pekalongan-Banjarnegara ruas Ketitang Bojong, Gejlig, lubang-lubang jalan menganga bak kubangan. Menurut warga, sejumlah pemotor pernah jatuh di lubang itu, terlebih saat terendam air hujan dan saat malam.

Yudha (43), yang juga pemilik bengkel kaki-kaki mobil yang berada di tepi jalan setempat, mengungkapkan, kondisi jalan seperti saat ini, membuat motor berjatuhan apalagi saat hujan, lubang jalan tidak terlihat dan saat malam hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sini sering ada yang jatuh. Berapa hari kemarin ada sekitar empat motor lah, karena jalan berlubang, terutama ibu-ibu," Kata Yudha (43) pemilik bengkel kaki-kaki mobil yang berada di tepi jalan rusak itu saat ditemui detikJateng, Selasa (3/2/2026).

Kondisi jalan penghubung Pekalongan-Dieng, Banjarnegara, Selasa (3/2/2026).Kondisi jalan penghubung Pekalongan-Dieng, Banjarnegara, Selasa (3/2/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

"Kalau mobil belum ada (yang kecelakaan), hanya sering datang ke sini untuk membetulkan kaki-kaki atau per," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Di lokasi yang sama, Winato (49) pemilik truk, mengaku dalam waktu hampir tiga minggu ini, dirinya harus gonta-ganti per akibat jalan rusak.

"Ini pernya putus akibat jalannya berlubang. Bawa muatan, jalannya berlubang kan goyang, membuat per cepat putus," ungkapnya.

"Belum lama ganti, ganti lagi. Harapannya dicor jalannya. Kalau sekedar diaspal akan rusak kena hujan lagi," imbuh dia.

Sebagian warga mengadukan kondisi jalan rusak itu ke akun media sosial Polres Pekalongan.

"Ya, melalui medsos, seperti Facebook, Instagram Polres Pekalongan, banyak aduan mengenai jalan berlubang. Di hari pertama operasi keselamatan sejak kemarin itu, kita gandeng instansi terkait untuk menanganinya, kita gotong royong mempercepat penutupan demi keselamatan pengguna jalan," kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Pekalongan, Ipda Hasyim, kepada detikJateng.

Dari catatan Satlantas Polres Pekalongan, kecelakaan akibat faktor jalan cukup naik signifikan.

"Kalau sampai saat ini kecelakaan ringan cukup banyak. Cuma kalau yang fatal kebetulan ada kemarin di daerah atas, yaitu Kalijoyo. Itu sampai ada yang meninggal dunia," ucapnya.

"Di Jalan Raya Bojong-Kajen ini ada tiga (kecelakaan) kemarin. Yaitu di Gejlik, di Ketitang sini, yang ketiga di daerah dekat pasar, tapi sudah teratasi. Tinggal titik sini dengan Gejlik, terutama ruas ini. Karanganyar pun ada sebagian parah, cuma tidak terlalu parah seperti di sini," sambungnya.

Penjelasan DPU Jateng

Staf Teknik Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Propinsi Jawa Tengah ruas wilayah Wiradesa Kajen Kesesi Bantarbolang, Slamet Priyono, mengatakan pihaknya memaksimalkan perbaikan setiap cuaca cerah dengan metode tambal sulam menggunakan Campuran Aspal Panas (CAP).

"Menindaklanjuti cuaca ekstrem, setiap cuaca terang kami berusaha semaksimal mungkin mengurangi lubang dengan penambalan aspal panas, terutama di ruas-ruas yang banyak dikeluhkan warga," kata Slamet di lokasi perbaikan jalan ruas Wiradesa-Kajen.

Menurutnya, upaya perbaikan dilakukan saat kondisi cuaca cerah. Sedangkan untuk perbaikan Ruas Wiradesa-Kajen, digelontorkan 10-15 ton aspal. Ruas Pemalang-Bantarbolang, sekitar 10 ton dan Kajen-Kalibening (Banjarnegara) sekitar 5 ton.

"Kerusakan bersifat spot-spot akibat genangan dan beban kendaraan saat hujan deras. Di ruas Wiradesa-Kajen saja penanganan difokuskan pada sekitar 5 kilometer titik kerusakan yang menjadi kewenangan Balai, sementara sebagian lain masih dalam masa pemeliharaan kontraktor sebelumnya," ucapnya.

"Insyaallah sebelum hari raya target kita zero lubang," imbuh Slamet.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads