Ruas jalan penghubung Brebes-Tegal di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, tergerus longsor. Akibat kejadian ini, badan jalan hanya menyisakan separuh.
Longsor terjadi pada Senin (2/2) malam, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hingga malam. Badan jalan ambles ke jurang sedalam 50 meter dan tersisa setengahnya.
Kondisi aspal di badan jalan yang tersisa juga memperlihatkan retakan dan kikisan tanah di bagian bawah. Jika turun hujan, berpotensi menimbulkan longsor susulan. Warga memberi penanda dengan memasang drum bekas dan bambu cone di lokasi longsoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat longsoran ini, badan jalan yang bisa dilalui hanya tersisa separuh. Kendaraan roda empat yang akan melintas di jalan tersebut harus bergantian.
Untuk diketahui, lokasi longsor berada di dataran tinggi yang berada di lereng Gunung Slamet. Terdapat tebing hutan pinus pada sisi jalan, sementara di sisi lainnya jurang terjal menganga tanpa pengaman memadai.
Pj Kepala Desa Batursari, Mudhofar, mengungkapkan, longsor kali ini bukan kejadian pertama. Pada 23 Januari 2026, longsor sudah lebih dulu terjadi di bahu jalan di titik yang sama.
"Semalam longsor lagi, sekarang sudah memakan sekitar sepertiga badan jalan dan yang bisa dilalui hanya setengah," ujarnya, Selasa (3/2).
Pj Kades Batursari meneruskan, ruas jalan yang longsor merupakan jalan provinsi penghubung Kecamatan Sirampog (Brebes) - Bumijawa (Tegal). Selain menjadi akses utama antar wilayah, ruas ini juga menopang pergerakan ekonomi, khususnya angkutan hasil pertanian dari kawasan Sirampog menuju Tegal, Pemalang dan sekitarnya.
"Jika jalur ini longsor lagi, akses jalan Sirampog ke Bumijawa jelas terancam putus. Kegiatan ekonomi warga terganggu," terangnya.
Ruas jalan rawan longsor, kata Pj Kades, ada di beberapa titik. Jalan penghubung Desa Batursari hingga Curug Cantel terdapat empat lokasi rawan longsor.
[Pembaca detikJateng bisa menyampaikan keluhannya terkait fasilitas umum, pelayanan publik, kemacetan lalu lintas, gangguan dan sejenisnya melalui platform Lapur Lur ini. Informasi bisa dikirim melalui email:infojateng@detik.com]
(afn/ahr)











































