Penampakan Terkini Randu Alas Raksasa di Tuksongo Borobudur

Penampakan Terkini Randu Alas Raksasa di Tuksongo Borobudur

Eko Susanto - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 17:52 WIB
Penampakan Terkini Randu Alas Raksasa di Tuksongo Borobudur
Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Kabupaten Magelang, setelah sekitar 8 sampai 9 cabang dipotong, Senin (1/2/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng.
Magelang -

Penebangan pohon randu alas raksasa di Tuksono, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, belum bisa dirampungkan hari ini. Rencananya penebangan akan dilanjutkan besok, Selasa (3/2). Begini penampakannya.

"Dilanjutkan besok (penebangan), Selasa (3/2), dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Tadi (proses penebangan) dimulai pukul 09.00 sampai 16.00 WIB (sekitar 7 jam)," kata Kepala Desa Tuksongo M Abdul Karim saat dihubungi detikJateng, Senin (2/2/2026).

"Iya (baru sekitar 8 sampai 9 cabang). Alhamdulillah, aman (proses penebangannya). Nggih (dilanjutkan besok)," imbuh Karim.

Hal senada disampaikan salah seorang warga Tuksongo, Atmojo.

"Penebangan dilanjutkan besok. Karena hari ini belum selesai," ujarnya.

Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Kabupaten Magelang, setelah sekitar 8 sampai 9 cabang dipotong, Senin (1/2/2026).Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Kabupaten Magelang, setelah sekitar 8 sampai 9 cabang dipotong, Senin (1/2/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng



Pantauan detikJateng, sekitar pukul 16.20 WIB, terlihat sejumlah batang pohon yang diperkirakan berusia 250 tahun itu sudah terpotong. Potongan batang dengan ukuran cukup besar dibiarkan berada di bawah pohon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sekitar 8 sampai 9 cabang randu alas yang berhasil dipotong. Untuk proses pemotongan cabang ini pun dilakukan secara bertahap dari bawah naik.

Adapun cabang yang sudah berhasil dipotong, kemudian dibiarkan di bawahnya. Baik itu cabang yang berukuran besar maupun ranting-rantingnya dipisahkan.

Potongan cabang-cabang tersebut berserakan di bawah pohon randu alas. Terlihat pula tali temali juga masih terpasang di pohon tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, randu alas raksasa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ditebang hari ini. Satu unit alat berat berupa crane diterjunkan ke lokasi.

Pantauan detikJateng, penebangan pohon berusia ratusan tahun itu diawali selamatan dengan uba rampe sembilan ingkung serta sembilan jenang.

Pada pukul 09.15 WIB, pekerjaan diawali dengan pemotongan cabang. Cabang dari atas pohon itu dipindahkan menggunakan crane.

Penebangan pohon randu alas ini memang butuh upaya keras. Ukuran pohon cukup besar karena usianya yang diperkirakan sudah mencapai 250 tahun.

Sebelum dipangkas, cabang yang akan dipotong diikat dulu ke crane. Dengan demikian, cabang-cabang berukuran jumbo itu tidak langsung jatuh ke tanah, tetapi tertahan dan menggantung pada crane. Setelah diturunkan dari crane, cabang itu baru dipotong-potong.

"Tadi selamatan dimulai jam 07.00 WIB, dengan 9 ingkung dan 9 jenang merah putih," kata Kepala Desa Tuksongo, M Abdul Karim kepada wartawan di lokasi, Senin (2/2).

ADVERTISEMENT
Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Kabupaten Magelang, setelah sekitar 8 sampai 9 cabang dipotong, Senin (1/2/2026).Penampakan pohon randu alas raksasa di Tuksongo, Borobudur, Kabupaten Magelang, setelah sekitar 8 sampai 9 cabang dipotong, Senin (1/2/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng



Penebangan randu alas ini juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto. Dia bilang, batang randu alas itu akan disisakan beberapa meter sebagai ikon Tuksongo.

"Di Tuksongo pernah ada randu alas yang usianya sudah ratusan tahun. Saat in sedang berproses untuk merapikan pohon," kata Mulyanto.

"(Soal bakal dijadikan monumen) Kemarin Pak Lurah sudah bilang dengan UGM hal apa yang dipersiapkan. Karena terkait evolusi dengan pohon pasti terjadi. Sehingga pada saat nanti pelapukan sudah mulai, sudah dipersiapkan bagaimana pohon masih ada," sambungnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, Romza Ernawan, mengatakan randu alas ini mengalami pelapukan di kulit batang.

"Kambium tanaman juga sudah tidak ada. Secara struktur tanaman, itu kondisi mati," kata Romza.






(apl/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads