Kala Nyala Api Abadi Mrapen Padam Bikin Wisatawan Kecewa

Kala Nyala Api Abadi Mrapen Padam Bikin Wisatawan Kecewa

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 07:00 WIB
Kala Nyala Api Abadi Mrapen Padam Bikin Wisatawan Kecewa
Potret api abadi Mrapen yang kini padam, Minggu (1/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Solo -

Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan ternyata padam sejak awal tahun ini. Wisatawan yang datang jauh-jauh ke lokasi pun dibuat kecewa karena kecele.

Saat detikJateng berkunjung ke lokasi, Minggu (1/2/2026), tampak sejumlah wisatawan datang ke Api Abadi Mrapen. Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor, mobil pribadi hingga bus berukuran sedang.

Pengelola Api Abadi Mrapen pun menggratiskan retribusi. Pemberhentian menarik retribusi ini dilakukan sejak Kamis, 1 Januari 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Retribusi kita nggak narik dulu, soalnya kan apinya padam," kata Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, kepada detikJateng di lokasi.

"Sejak tanggal 1 (Januari) kita nggak narik retribusi. Biasanya per orangnya itu Rp 2.500," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Wisatawan Kecele

Padamnya Api Abadi Mrapen itu pun bikin kecele wisatawan yang datang jauh-jauh dari Semarang. Mereka kecewa karena tak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Perjalanan tadi sekitar 2,5 jam dari Gunungpati, Semarang. Pas sampai sinilhakok apinya mati," kata Aziz (31) kepada detikJateng di lokasi, Minggu (1/2).

Aziz mengaku datang bersama keluarga ini pun kecewa karena tak menemukan Api Abadi Mrapen. Dia mengaku tak mendapat informasi soal padamnya api abadi ini.

"Nggak ada pemberitahuan, baru pas sampai sini lihat ada tulisan api sedang dalam perbaikan. Tahunya ya dulu pas COVID sempat mati," ucap Aziz.

Potret api abadi Mrapen yang kini padam, Minggu (1/2/2026)Potret api abadi Mrapen yang kini padam, Minggu (1/2/2026) Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng

Hal senada disampaikan Maryam (45) yang datang bersama rombongannya dari Blora. Dia pun berharap api abadi itu kembali menyala lagi.

"Di sini mampir lihat api sama ke peninggalannya Sunan Kalijaga. Kecewa juga pas tahu apinya mati, jadi fotonya kurang bagus," kata Maryam.

ESDM Dijadwalkan Cek Lokasi Pekan Depan

Terpisah, pengelola Api Abadi Mrapen mengatakan pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Dinas ESDM. Pihak dinas berencana mengecek ke lokasi pekan depan.

"Kita sudah laporan ke Dispora sebagai pengelola untuk bagaimana langkah ke depannya karena nantinya kan dari Dispora mengarahkan ke ESDM. Kita juga di sini enggak berani kalau misalkan mau menyedot tanpa ada riset dulu dari ESDM," ungkap Annas.

Annas berharap kondisi ini segera ditangani. Dia berharap api abadi ini sudah bisa digunakan pada saat perayaan Waisak mendatang.

"Harapannya segera diperbaiki dari pihak ESDM, karena kita sendiri yang di sini juga nggak berani. Nantinya waktu acara seperti Waisak nanti juga sudah bisa diperbaiki dan bisa nyala lagi," pungkasnya.




(ams/ams)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads