Selain api abadi, di kawasan wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, juga terdapat daya tarik wisata bernama Sendang Dudo. Air dari sendang peninggalan Sunan Kalijaga ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit hingga menyuburkan pertanian.
Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengatakan nama Sendang Dudo diambil dari bahasa Jawa yang berarti satu.
"Ada yang berpendapat kalau kata dudo itu diambil dari bahasa sengkalan, kalau dalam bahasa Jawa artinya dudo itu satu," kata Annas kepada detikJateng, Minggu (1/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Annas, Sendang Dudo merupakan nama yang diberikan oleh masyarakat karena sendang ini merupakan satu-satunya di wilayah tersebut. Nama itu tak terkait dengan status pernikahan seorang laki-laki.
"Ini satu satu-satunya sendang yang ada di sekitar sini, di Mrapen, jadi masyarakat memberi nama itu. Tidak ada kaitannya dengan status pernikahan, itu hanya melambangkan kata satu," jelas Annas.
Annas menjelaskan sendang ini terbentuk saat perjalanan Sunan Kalijaga dari Kerajaan Majapahit menuju Kerajaan Demak sekitar abad ke-15. Kala itu, rombongan Sunan Kalijaga sempat beristirahat di wilayah Api Abadi Mrapen.
"Sunan Kalijaga kan istirahat di sini, mencari tanah yang mengandung sumber air. Yang pertama, ditancapkan tongkatnya itu malah keluarnya api, yang jadi Api Abadi Mrapen sekarang," ujar Annas.
"Baru kemudian ada sebuah cekungan tanah, kemudian ditancapkan tongkatnya Sunan Kalijaga, keluarlah air itu yang sekarang menjadi Sendang Dudo," lanjutnya.
Annas menceritakan sumber air itu kemudian digunakan Sunan Kalijaga dan rombongannya untuk minum. Selain itu, mereka juga memasak di Api Abadi Mrapen.
"Beliau juga membawa perbekalan makanan, kalau zaman dulu kan harus dimasak dulu. Jadi pertama kali di sini apinya itu malah digunakan untuk masak. Jadi mengambil air di sini (Sendang Dudo) terus masak di situ (Api Abadi Mrapen)," tutur Annas.
Saat ini, air dari Sendang Dudo masih kerap digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan. Pihak pengelola juga menyediakan timba untuk membantu mengambil air.
"Misalkan ada masyarakat atau orang yang datang ke sini itu mau mengambil air itu silakan, tinggal ngambil aja di situ sudah kita sediakan timba ember itu untuk ngambil airnya," ujar Annas.
