Pengunjung Kecele Saat Datang ke Api Abadi Mrapen: Lha Kok Apinya Mati

Pengunjung Kecele Saat Datang ke Api Abadi Mrapen: Lha Kok Apinya Mati

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 01 Feb 2026 13:07 WIB
Pengunjung Kecele Saat Datang ke Api Abadi Mrapen: Lha Kok Apinya Mati
Sejumlah pengunjung di tempat wisata Api Abadi Mrapen, Grobogan, Minggu (1/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Grobogan -

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan merupakan salah satu destinasi wisata unik dan bersejarah. Namun, sejumlah wisatawan yang berniat menyaksikan api abadi itu justru kecele karena apinya mati.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Minggu (1/2), tampak sejumlah wisatawan datang ke Api Abadi Mrapen. Mereka datang dengan sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus berukuran sedang.

Seorang wisatawan, Aziz (31), jauh-jauh datang dari Kota Semarang bersama keluarga kecilnya. Ia mengaku kaget saat tiba di lokasi dan mengetahui Api Abadi Mrapen mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perjalanan tadi sekitar 2,5 jam dari Gunungpati, Semarang. Pas sampai sini lha kok apinya mati," kata Aziz kepada detikJateng di lokasi, Minggu (1/2/2026).

ADVERTISEMENT

"Padahal mumpung libur, pengen ngelihatin api yang nyala ke anak, tapi malah mati. Ya nanti paling lanjut ke Purwodadi kulineran di sana," tambahnya.

Aziz menyebut sebelumnya tidak mendapat informasi resmi bahwa Api Abadi Mrapen sedang padam.

"Nggak ada pemberitahuan, baru pas sampai sini lihat ada tulisan api sedang dalam perbaikan. Tahunya ya dulu pas COVID sempat mati," ucap Aziz.

Wisatawan lain, Maryam (45), datang bersama puluhan orang rombongannya dari Blora. Mereka mengunjungi Api Abadi Mrapen dalam rangkaian ziarah wali.

"Di sini mampir lihat api sama ke peninggalannya Sunan Kalijaga. Kecewa juga pas tahu apinya mati, jadi fotonya kurang bagus," kata Maryam.

Maryam berharap segera ada perbaikan dari pihak terkait, sehingga wisatawan religi sepertinya bisa menikmati pengalaman piknik di Api Abadi Mrapen secara utuh.

"Harapannya semoga apinya bisa dibenerin, kan di situ tulisannya sedang dalam perbaikan. Kalau saya tujuan utamanya kan ke Batu Bobot yang peninggalannya Sunan Kalijaga, tapi ini kan nama tempatnya Api Abadi Mrapen. Biar sah istilahnya kunjungan ke sini," ujar Maryam.

Terpisah, Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi menjelaskan Api Abadi Mrapen sudah mati sejak awal tahun lalu.

"Kemarin 1 Januari tepatnya itu jam 07.00 WIB pagi saya cek ke sini, kondisinya sudah padam. Padahal malamnya jam 23.00 WIB itu masih hidup," terang Annas.

Menurut Annas, upaya yang dilakukan pihaknya untuk memberitahukan bahwa Api Abadi Mrapen padam yaitu dengan memberikan tulisan di lokasi itu. Ia juga merasa terbantu dengan kreator konten yang mengunggah kabar tersebut.

"Jadi kita gunakan di situ kita tulisi, maaf api sedang dalam perbaikan, seperti itu. Karena ini kan media sosial banyak ada Tiktok juga, kemudian ada yang dari Facebook itu kan mereka yang membantu share apinya padam," ujar Annas.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads