47 Siswa di Kudus Diduga Keracunan MBG Masih Rawat Inap

47 Siswa di Kudus Diduga Keracunan MBG Masih Rawat Inap

Dian Utoro Aji - detikJateng
Jumat, 30 Jan 2026 16:08 WIB
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton saat diwawancara soal dugaan keracunan MBG, Jumat (30/1/2026).
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton saat diwawancara soal dugaan keracunan MBG, Jumat (30/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Kudus -

Seratusan siswa SMAN 2 Kudus yang sempat mengalami indikasi keracunan setelah menyantap menu makanan bergizi gratis atau MBG. Data terbaru menyebutkan ada 47 siswa yang sampai hari ini masih menjalani rawat inap.

"Yang rawat inap 47, alhamdulillah semua keadaan baik dan siang ini kita lakukan evaluasi sehingga ke depan tidak kejadian seperti kemarin," kata Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton kepada wartawan di Kudus, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, semula ada 109 siswa yang diduga terindikasi keracunan menyantap MBG. Mereka dilarikan di sejumlah rumah sakit di Kudus, baik rumah sakit milik Pemda maupun swasta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin itu awalnya ada info 31 anak yang dibawa ke rumah sakit kemudian kita menindaklanjutinya," kata Bellinda yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus.

Bellinda bilang atas kejadian itu Pemda mengumpulkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Kabupaten Kudus siang tadi. Mereka mendapatkan evaluasi agar kejadian keracunan MBG tidak terulang lagi.

ADVERTISEMENT

"Tadi kita lakukan silaturahmi dengan seluruh SPPG di Kudus, kita juga evaluasi kejadian kemarin yang viral dan nasional. Ini menjadi perhatian kita semua," jelas Bellinda.

"Kita akan sosialisasi menu makanan jadi satu dapur dengan lain menu makanan sama. Kemudian kita tekankan lagi masalah higienitas, waktu jam masak, distribusi kita tekankan lagi," dia melanjutkan.

Ia pun meminta kepada setiap SPPG untuk membuat video setiap hari. Tujuannya agar menu yang diberikan sesuai, karena ada beberapa siswa yang komplain menu makanan tidak sesuai.

"Setiap hari kita minta SPPG membuat video menu makanan, kayak susu, apa saja yang dibagikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Bellinda menyebut masih menunggu secara pasti penyebab keracunan massal tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil uji sampel makanan.

"Ini masalah kemarin masih diuji laboratorium ya, jadi belum keluar, kita tunggu hasilnya," jelasnya.

Terpisah, Humas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Mufib mengatakan ada 33 siswa yang diduga keracunan makanan dirawat di rumah sakit. Setelah menjalani perawatan, ada 21 siswa yang diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.

"Terakhir ada 33 pasien yang dirawat di IGD, kemudian rawat inap ada 12 pasien dan 21 pasien diperbolehkan pulang karena kondisi membaik," jelas lewat pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya, 109 siswa di SMAN 2 Kudus terindikasi mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis atau MBG dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Data dari sekolah ada 109 siswa yang dibawa ke rumah sakit," kata Waka Humas SMA 2 Kudus, Dwiyana kepada wartawan di Kudus, Kamis (29/1).

Dia mengatakan siswanya menyantap MBG pada hari Rabu (27/1) kemarin. Siswanya itu baru merasakan diare hingga lemas pada malamnya dan keesokan hari. Mereka mengeluh mual, diare dan pusing.

"Kemarin makan MBG, mulai semalam ada yang diare ada yang masuk ke rumah sakit, tadi pagi banyak guru mengalami diare. Terus dari sekolah banyak siswa yang mengeluh perutnya sakit, mual dan sebagainya," kata dia.




(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads