64 Siswa Dirawat Buntut Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus

64 Siswa Dirawat Buntut Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 15:02 WIB
64 Siswa Dirawat Buntut Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus
Ilustrasi keracunan MBG di Kudus. Foto: Istock
Semarang -

Puluhan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami diare dan pusing yang diduga akibat keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 64 siswa tersebut mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit dan klinik di Kudus.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Budi Santosa, mengatakan kejadian bermula pada Rabu (28/9), saat aktivitas belajar mengajar berlangsung.

"Kronologinya pagi tadi di sekolah kok banyak anak yang izin keluar kelas ke toilet, ada juga yang ke UKS. Karena jumlahnya banyak, kemudian dikirim ke puskesmas dan rumah sakit," kata Budi saat dihubungi, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menjelaskan, gejala sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak malam sebelumnya, baik oleh siswa maupun guru. Namun karena tidak ada komunikasi, kondisi tersebut baru diketahui secara bersamaan keesokan paginya.

"Pulang malam itu sudah ada yang merasakan, bapak, ibu guru, anak-anak juga. Karena tidak berkumpul, tidak komunikasi, baru pagi tadi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebutkan, menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya berupa soto dan ayam suwir. Makanan tersebut diduga sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi.

"Menunya soto dan ayam suwir. Tapi dirasa sotonya sama ayam suwirnya sudah kecut," ungkap Budi.

Tak hanya siswa, sejumlah guru hingga kepala sekolah juga merasakan gejala serupa karena ikut mengonsumsi menu MBG tersebut. Berdasarkan data sementara, total siswa yang menjalani perawatan mencapai 64 orang.

"Yang di UGD RS Sarkies 12 murid, di RSU 22 murid, di Kumala Siwi 10 murid, di Mardi Rahayu 13 murid, di Aisyiyah 7 murid," jelasnya.

Budi menegaskan, hingga saat ini laporan dugaan keracunan MBG hanya terjadi di SMA Negeri 2 Kudus. Belum ada laporan serupa dari sekolah lain.

"Sementara hanya SMAN 2 Kudus saja," katanya.

Ia mengatakan, SPPG penyedia MBG adalah SPPG Purwosari. Namun, siswa sekolah lainnya tidak terdampak karena pembagian makanan dilakukan pada pagi hari.

"Distribusi ke SMA 2 Kudus dilakukan mulai pukul 11.15 WIB," jelas Budi.

Untuk hari ini, program MBG di SMA Negeri 2 Kudus masih diterima. Namun tidak dibagikan kepada siswa. Sementara kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan.

"Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Kami pastikan anak-anak tetap terlayani," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa SMAN 2 Kudus mengalami pusing-pusing hingga diare diduga keracunan setelah makan bergizi gratis atau MBG. Saat ini para siswa masih diobservasi.

"Diduga keracunan MBG, korban masih observasi di sekolahan ada yang di RSUD ada yang di Sarkis, RSI, ambulans, juga sudah standby di sekolahan," jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, kepada wartawan di Kudus, Kamis (29/1/2026).




(afn/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads