Curhat Warga Tambaksari Semarang Andalkan Getek gegara Jembatan Hanyut

Curhat Warga Tambaksari Semarang Andalkan Getek gegara Jembatan Hanyut

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 29 Jan 2026 14:33 WIB
Potret warga Tambaksari harus pulang-pergi pakai gethek di Kali Bringin, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026).
Potret warga Tambaksari harus pulang-pergi pakai gethek di Kali Bringin, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Ratusan warga Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, terpaksa menyeberangi sungai menggunakan getek dan perahu darurat. Jembatan penghubung antarRW di sana ambrol diterjang banjir.

Pantauan detikJateng di Kali Bringin, Kelurahan Mangkang Wetan, warga menyeberang sungai menggunakan getek sederhana berbahan bambu dan jeriken plastik sebagai pelampung.

Getek tersebut ditarik menggunakan tali yang diikat di kedua sisi sungai. Anak-anak hingga orang dewasa tampak bergantian naik, sebagian membawa barang, sementara sepeda motor para warga ditinggal di tepi sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu warga, Ngamuri (46), tampak membantu para warga menyeberang sejak pagi tadi. Ia mengatakan, jembatan darurat yang biasa digunakan warga hanyut akibat derasnya arus banjir dua pekan lalu, tepatnya pada Kamis (15/1).

ADVERTISEMENT

"Yang jaga sini gantian, sing lego (yang luang) gantian warga sini. Kalau saya kerja ya ganti orang," kata Ngamuri kepada detikJateng, Kamis (28/1/2026).

"Ini kondisinya sudah kayak gini dua pekan. Karena jembatan hanyut, ambrol kena banjir, dua pekan lalu dari malam Jumat," lanjutnya.

Kondisi itu pun membuat sekitar 150 warga di empat RT di sisi timur sungai menjadi terisolasi. Aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah, menjadi yang paling terdampak.

Potret warga Tambaksari harus pulang-pergi pakai gethek di Kali Bringin, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026).Potret warga Tambaksari harus pulang-pergi pakai gethek di Kali Bringin, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

"Sudah terisolasi lah bahasanya. Paling ramai yang naik sini pagi, sekitar jam 07.30-09.00 WIB. Anak-anak sekolah lewat sini semua," kata Ngamuri.

Ngamuri pun mengaku hanya berniat membantu warga yang hendak menyeberang menggunakan gethek buatannya. Warga yang menumpang tak ditarik harga, hanya membayar seikhlasnya.

"Nggak ditarget, seikhlasnya aja. Nanti kalau ada uang lebih buat perbaikan. Kalau anak sekolah PAUD sampai SMA sekitar kadang Rp 2 ribu per orang," terangnya.

Warga lain yang tengah menyeberang, Muh Khoiron (56), menjelaskan jembatan yang ambrol merupakan jembatan darurat yang sebelumnya digunakan. Pasalnya, jembatan permanen hilang usai adanya normalisasi sungai.

"Karena arus terlalu kencang, akhirnya tergerus dan ambrol," jelasnya.

Sebagai solusi sementara, kata dia, warga berencana membangun jembatan darurat dari bambu secara swadaya. Pemerintah kecamatan disebut telah menyiapkan bantuan material senilai Rp 10 juta.

"Dananya pakai dana talangan, pakai uang rakyat, swadaya dulu nanti diganti oleh pemerintah," ungkapnya.

Sekretaris RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, Fakhrurozi (53), saat dimintai konfirmasi menjelaskan pembangunan jembatan permanen sudah lama direncanakan. Namun hal itu terkendala sengketa lahan di sekitar lokasi jembatan.

"Sudah sekitar tiga tahun ini belum ada jembatan permanen karena tanahnya masih sengketa. Pemerintah mau beli tapi belum ada kesepakatan harga," ungkap Fakhrurozi.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengajukan pembangunan jembatan permanen melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) ke kelurahan. Warga berharap, pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan agar aktivitas mereka kembali normal.

"Di sebelah Timur Sungai ada 4 RT, kurang lebih 150 orang, itu yang terisolasi. Bantuannya sembako dari kelurahan untuk yang terdampak, dua minggu baru ini bantuannya," ungkapnya.

"Harapannya cepat dibangun jembatan permanen lah, akses warga kan susah, anak-anak mau sekolah juga kalau pas hujan takut. Ibu-ibu semuanya takut," sambungnya.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads