Video seorang pria diserang ular sanca kembang atau piton berukuran besar di Kendal viral. Korban diserang saat akan memasukkan ular itu ke karung.
Dalam video yang beredar terlihat dua warga sedang menangkap ular piton atau sanca kembang di Dusun Jumbleng, Desa Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.
Video berdurasi satu menit empat puluh lima detik yang diposting oleh akun Instagram @Insta_Kendal tersebut juga memperlihatkan, salah satu warga yang sedang memegang ular sanca kembang digigit di bagian kepalanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah netizen memberikan komentarnya mulai dari menyalahkan warga saat memegang kepala ular hingga menanyakan kondisi korban setelah digigit ular.
"Lagian masukin ke karung ekornya duluan...salah prosedur itu...paling gak mulutnya dilakban lah," demikian tulis postingan tersebut seperti dilihat detikJateng, Rabu (28/1/2026).
Akun Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kendal juga ikut menanyakan kondisi warga yang digigit ular.
"Terus bapaknya yang kegigit kabarnya gimana lur kami diinfoπ₯π₯π₯π₯," demikian postimgan @damkarkendal saat dilihat detikjateng.
Salah satu warga yang menangkap ular, Sutikno, mengatakan peristiwa berawal saat Sundari (63) mendengar suara gaduh di kandang ayam miliknya yang terletak di samping rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi.
"Awalnya itu saudara saya yang namanya Sundari tadi malam sekitar pukul 02.00 WIB mendengar suara gaduh di kandang ayam. Lalu dia keluar rumah untuk melihatnya," kata Sutikno, saat dihubungi detikJateng, Rabu (28/1).
"Letak kandang ayamnya di sebelah rumahnya," sambungnya.
Kemudian Sundari keluar rumah untuk melihat kegaduhan tersebut dan ternyata berasal dari seekor ular besar yang bersiap memangsa ayam yang sedang mengerami telur. Karena ketakutan, Sundari berlari ke rumah saudaranya, Sutikno, yang berada di samping rumahnya untuk meminta pertolongan.
"Waktu sampai di kandang ayam, dia (Sundari) melihat ada ular lagi diam posisi mau makan seekor ayam yang lagi ngerami telur. Karena dia takut, terus dia ke rumah saya dan bilang kalau ada ular," jelas Sutikno.
Setelah mendengar cerita Sundari, Sutikno yang sudah terbiasa menangkap ular datang dan melihat ular sepanjang 4 meter itu selesai memangsa ayam.
"Habis dengar cerita dia, saya langsung ke kandang dan melihat ular itu mau pergi karena habis makan ayam. Kalau ukuran panjangnya 4 meter," terangnya.
Melihat ukuran ular yang panjang, Sutikno meminta bantuan tetangganya, Mulyadi. Dengan ekstra hati-hati, Sutikno dam Mulyadi berhasil menangkap ular sanca kembang dan memasukkannya ke dalam karung.
"Karena ularnya panjang dan takut kalau saya tidak kuat jadi saya minta bantuan tetangga, Pak Mulyadi. Kami berdua akhirnya bisa menangkap ular sanca kembang itu dan memasukkannya ke dalam karung," tambahnya.
Informasi penangkapan ular sanca kembang tersebut menjadi heboh. Warga sekitar merasa penasaran dan mendatangi rumah Sutikno, yang juga sebagai Ketua RW 04 untuk melihat ular sanca kembang itu.
Kemudian Sutikno bersama adiknya, Sobirin, mengeluarkan ular sanca tersebut dengan hati-hati dari dalam karung.
"Informasi saya nangkap ular menyebar terus tetangga sekitar pada datang ke rumah dan mereka pada mau melihat ularnya. Kebetulan adik saya, Sobirin, pas lagi main ke rumah terus saya suruh bantu untuk mengeluarkan ularnya," ujarnya.
Warga pun berusaha mendekat karena penasaran ingin melihat ular sanca. Setelah itu warga melihat, Sutikno memegangi bagian kepala ular dan Sobirin bagian ekornya untuk memasukkan ular ke dalam karung.
"Warga ramai pada lihat ularnya dan ada juga yang videoin. Setelah selesai, ular saya masukin lagi ke dalam karung," paparnya.
Karena ular dalam kondisi tenang, Sobirin mulai memasukkan bagian ekornya dulu ke dalam karung. Namun saat itu tanpa disadari kepala Sobirin mendekati kepala ular yang terus bergerak yang saat itu sedang dipegang Sutikno.
"Saat badannya mulai masuk ke karung, kepala ular mulai gerak-getak. Nah tanpa disadari juga kepala Sobirin mendekati kepala ularnya," ungkapnya.
Sutikno kaget saat mulut ular sanca itu langsung menyambar kepala Sobirin dan menggigitnya di bagian pelipis dan pipi sebelah kiri bagian bawah. Sutikno berusaha melepaskan gigitan ular di wajah Sobirin yang mulai kesakitan.
"Waktu itu saya kaget juga karena mulut ular langsung gigit wajah adik saya. Yang digigit bagian atas pelipis mata dan pipi kiri bawah," jelasnya.
Tak berselang lama, gigitan ular ke wajah Sobirin bisa dilepas setelah Sutikno dan warga memaksa membuka mulut ular dan ular langsung dimasukkan ke dalam karung.
"Saya dibantu warga coba paksa buka mulut ularnya sampai benar-benar buka lebar. Alhamdulilah gigitannya lepas dari wajah Sobirin dan ularnya sudah dimasukkan lagi ke karung," terang Sutikno.
"Alhamdulilah Sobirin selamat dan sehat sampai sekarang dan lukanya juga sudah kering setelah diobati. Dia hanya mengalami luka lecet kayak luka tusuk kecil di bagian atas pelipis mata dan pipi kiri bawah," imbuhnya.
Setelah kejadian itu, ular tersebut dititipkan ke salah satu relawan Damkar Kendal di desa Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kendal.
"Sekarang ularnya sudah dititipkan dan dikarantina di rumah Pak Bowo di Desa Johorejo, Kecamatan Gemuh. Dia itu relawan Damkar Kendal," pungkasnya.
(alg/apl)











































