Satu korban yang hilang akibat bencana tanah longsor di kawasan hutan Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, ditemukan tewas. Saat ini, satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Korban yang ditemukan bernama Aksinudin (40) bin Hamim (60) yang juga korban longsor. Lokasi temuan cukup jauh sekitar 1 KM dari lokasi longsoran lahan pertanian.
"Tadi ditemukan anaknya. Kalau jaraknya dengan lokasi longsoran sih cukup jauh, sekitar 1 Kilometer. Mungkin saat kejadian anaknya baru mau menyusul ayahnya yang masih di ladang," kata Tanto (27) warga setempat, Senin (26/1/2026).
Sementara itu, saat ditemui di Posko Induk Pencarian korban longsor, Handika Unit Siaga SAR Pemalang, Basarnas, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 08.20 WIB.
"Untuk titik temuannya itu sesuai dugaan masih di area sekitar korban terakhir beraktivitas. Karena ini yang ditemukan ini anak dari survivor pertama. Itu memang niatnya untuk mengevakuasi bapaknya, tapi naasnya dia malah juga jadi korban," kata Handika.
Saat ini, tim Gabungan relawan dan warga tengah mencari keberadaan Hamim (60). Hamin diduga tertimbun material longsor dari bukit.
"Ya, untuk kedalaman materialnya itu lebih dari 5 meter. Kita masih berupaya melakukan upaya pencarian hari ini," tambah Handika.
Usai ditemukan, jenazah Aksinudin (40) langsung dievakuasi. Sebelum diserahkan ke pihak keluarga, jenazah dilakukan pemeriksaan luar. Korban dimakamkan tidak jauh dari rumah duka.
Jadi Korban Longsor Saat Hendak Susul Ayahnya
Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, menyebut korban Hamim tertimbun longsor saat hendak menyebar benih di lahannya. Dia berangkat ke sawah lebih pagi karena ada kerja bakti di lingkungan rumahnya.
"Beliau (Hamim) saat itu berencana akan menyebar benih lebih pagi. Biasanya warga sini jam 7 atau 8, tapi ini lebih pagi, karena ada kegiatan kerjabakti pengecoran jalan, warga lebih pagi berangkat ke ladang baru ke kerja bakti," ucapnya.
"Cuma karena baru sampai di sawah terus mau nyebar benih padi, ya menurut informasi karena membawa benih padi, kemungkinan akan menebar ya. Tapi belum sampai di situ sudah kejadian," ungkapnya.
Sedangkan korban atas nama Aksinudin (40), sedianya justru akan evakuasi ayahnya agar untuk segera meninggalkan ladang karena tanda-tanda longsoran akan terjadi.
"Anaknya ini, justru akan menyusul ayahnya karena mulai terjadi longsoran. Belum juga sampai dan bertemu, anaknya terkena longsor juga," jelasnya.
(afn/alg)