Sepasang pria NR (32) dan wanita AA (36) mendatangi lokasi penemuan bayi laki-laki di Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Mereka mengaku hendak mengambil bayinya lagi.
"Ceritanya kemarin (Jumat) sekitar 16.00 WIB atau 16.30 WIB, orang tuanya ke lokasi penemuan bayi mencari bayinya mau diambil kembali intinya. Karena mencari bayinya menemui yang punya rumah," kata Kapolsek Kranggan AKP Sigit Dwi Setiawan saat dihubungi detikJateng, Sabtu (3/10/2026).
"Dia ngaku orang tuanya. Kemungkinan bener, tapi saya nggak percaya langsung. Terus tadi malam (Jumat malam), kita mintai keterangan. Baru kita kumpulkan keterangan-keterangan maupun petunjuk-petunjuk apa benar dia orang tua dari bayi itu," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pengakuan sementara, NR berasal dari Candimulyo Magelang. Sedangkan AA berasal dari Jatingaleh, Semarang. Keduanya merupakan pasangan kumpul kebo.
"(Alasan) Dibuang karena infonya kumpul kebo. Terus orang tua dari laki-laki, katanya tidak setuju," jelas Sigit.
Dia menyebut dari hasil pemeriksaan bayi laki-laki itu mendapat penanganan medis saat dilahirkan. Saat ini polisi masih mendalami kebenaran pengakuan sejoli tersebut.
"Infonya dimedis. Kita melakukan pendalaman apakah bener-bener dia orang tuanya atau tidak. Setelah itu, kita akan koordinasi dengan Polres, dengan penyidik langkah berikutnya seperti apa," lanjutnya.
"Kita masih mendalami dia bener atau nggak, jangan sampai dia bukan orang tua. Kita masih cek itu, jadi dia bener-bener orang tua. Kan kemarin ada inisiatif mencTi sendiri kembali ke TKP istilahe nggoleki anake (mencari anaknya) mau dirawat lagi," tambahnya.
Sigit menyebut pihaknya masih akan mempertimbangkan hal itu. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Temanggung terkait unsur pidana kasus ini.
"Terus kita akan koordinasi dengan penyidik. Arahnya piye, kita belum memberitakan keputusan terkait itu, masih akan kita rembuk lagi, dan kita laporkan ke Satreskrim," bebernya.
Sigit menyebut sejoli itu tidak ditahan di polsek. Keduanya hanya dimintai keterangan dan diperbolehkan pulang.
"Yang bersangkutan juga siap dimintai keterangan lagi," katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Puskesmas Pare, dr Tumisah, mengatakan bayi masih berada di Puskesmas Pare .
"Masih di puskesmas. Kondisi baik," kata Tumisah dalam pesannya.
Diberitakan sebelumnya, bayi laki-laki itu ditemukan di lincak atau kursi panjang dari bambu teras rumah warga di Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Temanggung. Awalnya, warga mengira suara tangisan tersebut berasal dari seekor kucing.
"Saya mau ke masjid subuhan. Sudah jalan sekitar 100 meter dengar ada suara, saya kira suara kucing. Saya nggak enak, balik lagi nyeberang (lihat selokan nggak ada kucing)," kata Sumijani (61) warga Ngabean, Kenayan, Secang kepada wartawan di lokasi Dusun Mendirat, Jumat (2/10).
"Saya kira kucing ketabrak mobil (nggak ada). Saya terus ke arah rumahnya si Heri. (Di lincak) Kok ada pakaian seperti lendang, jumper, kaus sama kemul. Saya buka, kok isinya bayi," sambungnya.
Setelahnya bayi itu dievakuasi ke Puskesmas Pare. Bayi berbobot 3,2 kg dengan panjang 48 cm itu pun diduga sudah lahir sekitar 3 hari sebelumnya.
"Kalau dilihat dari tali pusarnya kemungkinan persalinannya juga dari tenaga kesehatan. Untuk perawatan di sini sesuai standar perawatan bayi baru lahir dari puskesmas sambil menunggu (proses selanjutnya)," kata Kepala Puskesmas Pare, Kranggan, dr Tumisah.
