- Apa Keutamaan Doa Malam Nisfu Syaban?
- 5 Doa Malam Nisfu Syaban 1. Doa Nabi Yunus AS 2. Doa Memohon Kelancaran Rezeki 3. Doa Memohon Perlindungan Kepada Allah SWT 4. Doa Setelah Membaca Surat Yasin 5. Doa Memohon Keberkahan di Bulan Syaban
- FAQ Doa Malam Nisfu Syaban 1. Amalan doa apa saja yang dianjurkan saat malam Nisfu Syaban? 2. Mengapa malam Nisfu Syaban sering dimanfaatkan untuk memperbanyak doa? 3. Doa apa yang biasa dibaca pada malam Nisfu Syaban?
Menyambut datangnya malam Nisfu Syaban, kaum muslim dapat menghidupkannya dengan banyak memanjatkan doa kepada Allah SWT. Untuk itu, bacaan doa malam Nisfu Syaban bisa diamalkan oleh kaum muslim, salah satunya agar mendapatkan keutamaan di sisi Allah SWT.
Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban yang biasanya berlangsung di malam tanggal 15 Syaban. Momentum ini dianggap penuh keistimewaan bagi kalangan muslim tertentu karena malam Nisfu Syaban menyimpan keutamaan. Salah satunya Allah SWT yang memperhatikan setiap makhluknya di malam Nisfu Syaban.
Di dalam buku 'Waktu-waktu Penuh Berkah' tulisan Imam Baihaqi, terdapat sebuah riwayat hadits dari Mu'adz ibn Jabal yang berkata:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nabi SAW bersabda:
يَطَّلِعُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
'Pada malam nishfu Sya'ban, Allah s.w.t. memperhatikan seluruh makhluk-Nya. Kemudian, Dia mengampuni dosa semua makhluk-Nya kecuali orang-orang musyrik dan orang-orang yang sangat memusuhi (agama-Nya)'."
Kapan malam Nisfu Syaban berlangsung? Apabila mengacu pada Kalender Hijriah dari Kementerian Agama, tanggal 15 Rajab 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Artinya, malam Nisfu Syaban sudah berlangsung di hari sebelumnya, yaitu 14 Rajab 1447 H atau Senin, 2 Februari 2026.
Sebab, pergantian hari dalam tahun Hijriah berlangsung pada saat matahari terbenam. Sementara itu, pergantian hari tahun Masehi justru terjadi di waktu tengah malam tiba.
Mengingat dalam waktu dekat malam Nisfu Syaban akan segera berlangsung, setiap muslim dapat mempersiapkan diri untuk menghidupkannya. Termasuk dengan mengerjakan amal kebaikan berupa doa-doa. Berikut bacaan doa malam Nisfu Syaban untuk diamalkan.
Poin Utamanya:
- Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai waktu istimewa untuk memperbanyak doa karena percaya Allah SWT membuka pintu pengampunan, rahmat, dan pengabulan doa bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat serta mendekatkan diri melalui ibadah.
- Malam Nisfu Syaban dihidupkan dengan membaca doa-doa yang bersumber dari Al-Qur'an, hadits, dan kitab-kitab ulama, seperti doa Nabi Yunus AS, doa memohon rezeki, perlindungan, doa setelah membaca Surat Yasin, serta doa keberkahan di bulan Syaban.
- Berdoa diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an yang menegaskan bahwa Allah Maha Dekat dan akan mengabulkan doa hamba-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Surat Ghafir ayat 60, Al-A'raf ayat 56, dan Al-Baqarah ayat 186.
Apa Keutamaan Doa Malam Nisfu Syaban?
Berdoa menjadi sebuah amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan kapan saja. Tidak terbatas pada waktu tertentu, tapi tidak terbatas pada sebab tertentu. Termasuk malam-malam Nisfu Syaban maupun malam-malam lainnya.
Menurut laman resmi Kemenag Magelang, perintah berdoa telah tertuang di dalam Surat Ghafir ayat 60. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦٠
Wa qâla rabbukumud'ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna 'an 'ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn.
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."
Di dalam ayat suci lainnya, terdapat keutamaan berdoa secara luas yang menjadi bagian dari harapan agar diwujudkan oleh Allah SWT. Melalui firman Allah SWT di dalam Surat Al-A'raf ayat 56 disampaikan:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦
Wa lâ tufsidû fil-ardli ba'da ishlâḫihâ wad'ûhu khaufaw wa thama'â, inna raḫmatallâhi qarîbum minal-muḫsinîn.
Artinya: "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik."
Sementara itu, menukil dari laman Muhammadiyah Kota Semarang, keutamaan berdoa sebagai sarana untuk lebih dekat kepada Allah SWT juga tertuang di dalam surat lainnya dalam Al-Quran. Allah SWT menyampaikan firman-Nya di dalam Surat Al-Baqarah ayat 186:
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦
Wa idzâ sa'alaka 'ibâdî 'annî fa innî qarîb, ujîbu da'watad-dâ'i idzâ da'âni falyastajîbû lî walyu'minû bî la'allahum yarsyudûn.
Artinya: "Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
5 Doa Malam Nisfu Syaban
Mengetahui betapa dahsyatnya kekuatan doa, maka tidak ada salahnya kaum muslim menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan banyak-banyak berdoa untuk semata-mata kepada Allah SWT. Ada berbagai versi bacaan doa malam Nisfu Syaban untuk diamalkan. Berikut lima di antaranya.
1. Doa Nabi Yunus AS
Menurut buku 'Dahsyatnya Doa Para Nabi' karya Syamsuddin Noor, SAg, saat dilanda kesulitan Nabi Yunus AS senantiasa memohon agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Permohonan ini tertuang dalam firman Allah SWT melalui Al-Quran Surat Al-Anbiya' ayat 87:
Arab: وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ٨٧
Latin: Wa dzan-nûni idz dzahaba mughâdliban fa dhanna al lan naqdira 'alaihi fa nâdâ fidh-dhulumâti al lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn.
Artinya: "(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, 'Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim'."
Berikut bacaan doanya:
Arab: لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّلِمِينَ
Latin: "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzaa-limiina."
Artinya: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim" (QS. Al-Anbiya: 87).
2. Doa Memohon Kelancaran Rezeki
Kemudian ada versi doa memohon kelancaran rezeki yang bisa dipanjatkan di malam Nisfu Syaban maupun malam-malam lainnya. Tim Zahra dalam buku 'Doa Mendatangkan Rezeki: Nabi Muhammad SAW & Keluarganya', menyebut adanya bacaan doa agar diberikan rezeki yang melimpah. Berikut lantunan doanya:
Arab: أَللَّهُمَّ أَنْتَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ الْخَالِقُ الرَّازِقُ الْمُحْيِي الْمُمِيْتُ الْبَدِيءُ الْبَدِيعُ لَكَ الْجَلالُ وَلَكَ الْفَضْلُ وَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الْمَنُّ وَلَكَ الْجُودُ وَلَكَ الْكَرَمُ وَلَكَ الْأَمْرُ وَلَكَ الْمَجْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ يَا وَاحِدُ يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ يَا مَنْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّدٍ وَاغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاكْفِنِي مَا أَهَمَّنِي وَاقْضِ دَيْنِي وَوَسِّعْ عَلَيَّ فِي رِزْقِي فَإِنَّكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ كُلِّ أَمْرٍ حَكِيمٍ تَفْرُقُ وَمَنْ تَشَاءُ مِنْ خَلْقِكَ تَرْزُقُ فَارْزُقْنِي وَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ أَنْتَ خَيْرُ الْقَائِلِينَ النَّاطِقِيْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهُ مِن فَضْلِهِ فَمِنْ فَضْلِكَ أَسْأَلُ وَ أَيَّاكَ قَصَدْتُ وَابْنَ نَبِيِّكَ اعْتَمَدْتُ وَلَكَ رَجَوْتُ فَارْحَمْنِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: Allahumma antal-hayyul-qayyûm(и). Al-'aliyyul-'azhîmul-khâliqur-râziq(u). Al-muhyil-mumitul-badi ul-badi (u). Lakal-jalālu wa lakal-fadhlu. Wa lakal-hamdu wa lakal-mann(u). Wa lakal-jūdu wa lakal-karam(u). Wa lakal-amru wa lakal-majdu wa lakasy-syukru. Wahdaka la syarika laka. Yâ wâhidu ya ahadu ya shamad(u). Ya man lam yalid wa lam yûlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad(un). Shalli alâ Muhammadin wa âli Muhammad. Waghfir li war hamni. Wakfinî mâ ahammani. Waqdhi dainî wa wassi' 'alayya fi rizqi. Fainnaka fi hadzihil-lailati kulla amrin hakimin tafruq(u). Wa man tasya'u min khalqika tarzuq(u). Farzuqni wa anta khairur-râziqin(a). Fa`innaka qulta wa anta khairul-qâ ilinan nâthiqin(a). Was alullâha min fa.dlihi, famin fadhlika as al(u). Wa iyyaka qashadtu. Wabna nabiyyika i'tamadtu. Wa laka rajautu. Farhamnî ya arhamar-rahimin(a).
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Yang Mahatinggi dan Mahaagung, Yang Menciptakan dan Memberi rezeki. Yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan, Yang Memulai (penciptaan) dan Yang Menciptakan (tanpa contoh sebelumnya). Bagi-Mu kebesaran dan keutamaan. Bagi-Mu pujian dan karunia. Bagi-Mu kedermawanan dan kemurahan. Dan bagi-Mu urusan, keagungan, dan syukur. Engkau Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Mu. Wahai Yang Maha Esa, Wahai Yang Maha Tunggal, Wahai Tempat Bergantung. Wahai Yang Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya. Sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ampunilah aku dan rahmatilah aku. Cukupilah segala kebutuhanku. Lunasilah utangku dan lapangkanlah rezekiku. Sesungguhnya Engkau memutuskan perkara dengan teliti (penuh dengan hikmah) di malam ini. Engkau memberikan rezeki kepada siapa pun dari makhluk-Mu yang Kau kehendaki. Maka berilah aku rezeki karena Engkau Sebaik-baik Pemberi rezeki. Sesungguhnya Engkau mengatakan dan Engkau Sebaik-baik Yang Mengatakan dan Mengucapkan: "Dan mohonlah kepada Allah dari keutamaan-Nya," sehingga dari keutamaan-Mu aku memohon. Dan hanya kepada-Mu aku menuju. Dan kepada putra Nabi-Mu aku bersandar. Dan hanya kepada-Mu aku berharap. Maka rahmatilah aku wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.
3. Doa Memohon Perlindungan Kepada Allah SWT
Setiap saat menjadi waktu yang tepat untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Sebab, di mana saja kaum muslim berada, tentunya ingin senantiasa diberikan keberkahan dan juga kemudahan. Berdasarkan buku 'Doa dan Zikir Makbul' karya Abu Hurairah Abdul Salam, Lc, MA, berikut doa memohon perlindungan kepada Allah SWT:
Arab: اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلالِ وَالْإِكْرَامِ يَاذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلا اَنْتَ ظَهَرَ اللأَجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ
اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
إِلهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرَمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ البَلاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu 'alaika ya dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thouli wal in'aam laa ilaaha illaa anta, zhoharul laajiin, wa jaarol mustajiiriin, wa amaanal khoo-ifiin.
Allaahumma in kunta katabtanii 'indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan awmahruuman awmathruudan awmuqtarron alayya fir rizqi famhu.
Allaahumma bifadhlika fii ummil kitaabi syaqoowatii wahirmaanii wathordii waiq taaro rizqii wa atsbitnii indaka fii ummil kitaabi sa'iidam marzuuqom muwaffaqal lil khairaat. Fa innaka qulta waqoulukal haqqu fii kitaabikal munzali 'alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa-u wayutsbitu wa'indahuu ummul kitaabi.
Ilaahii bittajallil a'zhomi fii lailatin nishfi min syahri sya'baanal mukarromillatii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wayubromu ishrif 'annii minal balaa-i maa a'lamu wamaa laa a'lamu wa anta 'allaamul ghuyuubi birohmatika yaa arhamar raahimiin.
Washollallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadiw wa'alaa aalihii washohbihi wasallam.
Artinya: "Ya Allah Tuhanku, wahai Yang Memiliki Anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepada-Mu, wahai Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan, wahai Yang Mempunyai Kekuasaan dan Yang Memberi Nikmat, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, tempat bernaung bagi orang-orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan.
Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisi-Mu sebagai orang yang belaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan.
Ya Allah Tuhanku, berkat karunia-mu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir, dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapatkan rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan karena sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitab-Mu dan firman-Mu adalah benar yang diturunkan melalui lisan Nabi yang Engkau utus, Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya ada Ummul Kitab.
Ya Tuhanku, berkat penampilan Yang Maha Besar (dari rahmat-Mu) pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak kuketahui serta yang lebih Kau ketahui (daripadaku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmat-Mu wahai yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera (kepada mereka)."
4. Doa Setelah Membaca Surat Yasin
Salah satu surat dalam Al-Quran yang kerap diamalkan oleh sejumlah kalangan muslim dalam menghidupkan malam Nisfu Syaban adalah Surat Yasin. Setelah mengamalkan bacaan Yasin, ada sebuah doa yang bisa dibaca.
Menukil dari buku 'Surat Yaasiin Tahlil dan Istighosah' oleh K Zainuri Ihsan, S.Ag dan Ust H Mochtar Hidayat, SH, berikut bacaan doa yang bisa diamalkan setelah membaca Yasin di malam Nisfu Syaban:
Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَيْتَنَا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِنَّهُمْ أَجْمَعِينَ فِي كَنَفِكَ وَحِفْظِكَ وَأَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِي عَيْنٍ وَذِي بَغْيِ وَمِنْ كُلِّ ذِي شَرَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ جَمِلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلامَةِ وَحَقَّقْنَا بِالتَّقْوَى وَالْإِسْتِقَامَةِ وَأَعِدْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَأَوْلَادِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِإِخْوَانِنَا فِي الدِّينِ وَلِأَصْحَا بِنَا وَلأَحْبَابِنَا وَلِمَنْ أَحَبَّنَا فِيْكَ وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِراً وَبَاطِنَا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Latin: Bismillahir rahmaanir rahiim. Allaahumma inna nastahfizhuka wanastaudi-'uka adyaa-nanaa wa-anfusanaa wa-ahlanaa wa-aulaadanaa wa-am-waalanaa wakulla sai-in a'thaitanaa. Allahummaj-alnaa wa- iyyahum- ajma'iina fii kanafika wa hifzhika wa-amaanika wajiwaarika wa-'iyadzika min kulli syaithaan-in mariidin wajabbaararin 'aniidin wadzii 'ainin wadzi baghyin wamin syarri kulli dzi syarrin innaka 'alaa kulli syai-in qadiir. Allahumma jammilnaa bil-'aafiyati was-salaamati wahaqqiqnaa bittaqwaa wal- istiqaamati wa-a-'idznaa mim muujibaatin nadaamati innaka samii-'ud du-'aak. Allahummaghfirlanaa waliwaalidinaa wali-au-laadinaa walimasyaayikhinaa wali-ikhwaaninaa fiddiini wali-ashhaabinaa wa-ahbaabina waliman- ahabbanaa fiika waliman ahsana ilaika walilmukminiina walmuk-minaati walmuslimiina walmuslimaati ya rabbal 'alami-in. Washallallahu 'alaa 'abdika warasuulika sayyidinaa muhammadin wa-'alaa aalihii washahbihii wasallim. Warzuqnaa kamaalal mutaaba-'ati lahuu zhaahiran wa-baathinan fii 'aafiyatin wasalaamatin birahmatika ya ar-hamar raahimiin.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.
Ya Allah, kami memohon perlindungan-Mu dan kami titipkan kepada-Mu agama kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta kami, dan segala sesuatu yang telah engkau berikan kepada kami. Ya Allah jadikanlah kami selalu berada dalam penjagaan, pengamanan, dan perlindungan-Mu dari (kejahatan) syaitan yang terkutuk, penguasa yang keji, orang-orang yang berbuat aniaya dan dzolim, dan segala sesuatu yang bersifat jahat; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, hiasilah kami dengan kesehatan dan keselamatan; kuatkanlah ketaqwaan dan istiqamah kami; dan hindarkanlah kami dari segala penyebab kesesalan; sesungguhnya Engkau Maha Mendengar segala doa. Ya Allah, Tuhan semesta alam, ampunilah (dosa) kami, orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara kami seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang kami cintai, orang-orang yang mencintai dan berbuat baik kepada kami karena-Mu, orang-orang mukmin, dan kaum muslimin. Ya Allah yang Maha Pengasih, anugerahkanlah kepada kami kesempurnaan dalam mengikuti (agama-Mu) secara lahir dan batin, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu, Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya."
5. Doa Memohon Keberkahan di Bulan Syaban
Ada sebuah doa yang disunnahkan karena berasal dari contoh Rasulullah SAW. Dalam menyambut datangnya bulan Rajab, Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT. Dalam buku 'Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban' karya Dra Udji Asiyah, MSi, doa tersebut beliau turut memohon keberkahan di Syaban dan disampaikan dengan Ramadhan.
Hal tersebut tertuang dalam sebuah riwayat hadits. Disampaikan dalam hadits:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah SAW jika masuk bulan Rajab, dia berkata: 'Allahumma barik lanaa fii Rajaba wa Syaban wa barik lanaa fii Ramadhan' (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan)" (HR. Ahmad Nomor 2228).
Bagi kaum muslim yang hendak turut memohon keberkahan di bulan Syaban kepada Allah SWT, berikut bacaan doa yang disunnahkan:
Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya'ban wa ballighna ramadhana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."
Demikian tadi sejumlah doa malam Nisfu Syaban beserta keutamaannya bagi siapa saja yang mengerjakannya. Semoga informasi ini membantu.
FAQ Doa Malam Nisfu Syaban
1. Amalan doa apa saja yang dianjurkan saat malam Nisfu Syaban?
Beberapa doa yang sering diamalkan pada malam Nisfu Syaban antara lain doa Nabi Yunus AS, doa permohonan kelancaran rezeki, doa perlindungan kepada Allah SWT, doa setelah membaca Surat Yasin, serta doa permohonan keberkahan di bulan Syaban sebagai persiapan menuju Ramadhan.
2. Mengapa malam Nisfu Syaban sering dimanfaatkan untuk memperbanyak doa?
Malam Nisfu Syaban kerap dijadikan waktu bermunajat karena berada di pertengahan bulan Syaban, momen persiapan spiritual sebelum Ramadhan. Banyak umat Islam memanfaatkannya untuk memperbanyak doa sebagai bentuk introspeksi diri, memohon pengampunan, serta memohon kebaikan hidup agar lebih siap menyambut bulan suci.
3. Doa apa yang biasa dibaca pada malam Nisfu Syaban?
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam umumnya membaca doa Nisfu Syaban yang berisi permohonan ampunan, keberkahan rezeki, kesehatan, serta ketetapan iman. Doa ini dibaca sebagai bentuk harapan agar Allah SWT memberikan kebaikan dan perlindungan dalam menjalani kehidupan, terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan.
(par/afn)











































